News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Akhir Manis Perjuangan Mbah Tupon Korban Mafia Tanah di Bantul, Dua Sertifikatnya Kembali ke Tangan

Perjuangan panjang seorang lansia yang menjadi korban mafia tanah di Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta akhirnya berujung bahagia. 
Kamis, 9 April 2026 - 21:51 WIB
Mbah Tupon didampingi sang istri dan kuasa hukumnya menunjukkan sertifikat tanah miliknya yang telah kembali ke tangannya, Kamis (9/4/2026).
Sumber :
  • Tim tvOne - Sri Cahyani Putri

Bantul, tvOnenews.com - Perjuangan panjang seorang lansia yang menjadi korban mafia tanah di Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta akhirnya berujung bahagia. 

Tupon Hadisuwarno atau dikenal Mbah Tupon yang sebelumnya harus menghadapi kenyataan pahit kehilangan hak atas tanahnya, kini bisa bernapas lega setelah dua sertifikat miliknya resmi kembali ke tangannya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sertifikat tanah tersebut diserahkan oleh Kajari Kabupaten Bantul Kristanti Yuni Purnawati, serta turut disaksikan oleh Bupati Bantul Abdul Halim Muslih, tim kuasa hukum, dan pihak lainnya. 

Ekspresi haru campur bahagia terpancar dari wajah Mbah Tupon beserta istrinya kala menerima sertifikat tanah miliknya tersebut. 

Adapun, dua sertifikat yang diserahkan dengan nomor 24452 seluas 292 meter persegi atas nama Tupon Hadisuwarno dan nomor 24451 seluas 1.655 meter persegi yang sebelumnya beralih nama menjadi Indah Fatmawati. 

Kasus ini telah bergulir di meja persidangan dan telah berkekuatan hukum tetap dengan tujuh terdakwa yaitu Triono, Triyono, Fitri Wartini, Bibit Rustanto, Anhar Rusli, Muhammad Ahmadi dan Indah Fatmawati. 

Ketujuh terdakwa dalam lima perkara sudah diputus oleh Pengadilan Negeri (PN) Bantul dan empat perkara di antaranya telah berkekuatan hukum tetap. 

Sedangkan, satu perkara ada upaya hukum banding. Putusan kasasi baru diucapkan dalam sidang pada 11 Maret 2026 lalu. 

"Jadi, semua putusan sudah berkekuatan hukum tetap. Sehingga, jaksa penuntut umun harus segera melaksanakan putusan tersebut. Salah satunya, mengembalikan barang bukti berupa sertifikat tanah nomor 24451 dan 24452 Bangunjiwo atas Indah Fatmawati dan Tupon Hadisuwarno dikembalikan kepada yang berhak yaitu saksi Tupon Hadisuwarno," tutur Kristanti disela penyerahan sertifikat di rumah Mbah Tupon, Dusun Ngentak, Kalurahan Bangunjiwo, Kapanewon Kasihan, Kamis (9/4/2026). 

Peristiwa yang menimpa Mbah Tupon bermula saat ia menyadari adanya kejanggalan pada kepemilikan tanahnya. Tanpa sepengetahuannya, dua bidang tanah miliknya berganti nama oleh oknum tak bertanggung jawab melalui praktik yang mengarah pada mafia tanah. 

Parahnya, bak peribahasa sudah jatuh tertimpa tangga, Mbah Tupon juga digugat oleh dua terdakwa mafia tanah berkaitan perkara ini. Berkas gugatan masuk ke PN Bantul. 

Berkat kesabaran Mbah Tupon, sertifikat tersebut akhirnya kembali ke tangan pemiliknya.

Seusai menerima sertifikat tersebut, Mbah Tupon didampingi sang istri mengaku senang dan lega. Terlebih, kasus ini bergulir sejak setahun lalu. 

"Satu tahun itu merasa panas sekali. Sekarang, sertifikat sudah kembali itu rasanya anyem tentrem, bisa tidur nyenyak. Saya berterimakasih sudah dibantu," ucap Mbah Tupon dengan penuh bahagia. 

Pasca kejadian, ia mengaku bahwa sertifikatnya akan disimpan dan tidak akan dipinjamkan lagi kepada orang lain.

Di lokasi yang sama Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih berpesan kepada warganya agar lebih berhati-hati, serta tidak mudah percaya kepada orang lain. 

Sebaliknya, kepada siapa saja jangan pernah menipu warganya yang kurang berpengalaman terkait kepemilikan sertifikat tanah. 

"Jangan pernah punya niat jahat dengan menipu masyarakat yang tidak tahu. Karena lihatlah, para pelaku (mafia tanah) hari ini sudah ditindak secara hukum," tegas Halim. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia menyampaikan bahwa Pemkab Bantul memiliki tim hukum yang akan membantu masyarakat di wilayahnya yang mengalami kejadian serupa. Harapannya, praktik mafia tanah di Bantul bisa dihilangkan. 

"Sampai saat ini, tim hukum di bagian hukum sekretariat daerah Kabupaten Bantul masih menerima beberapa laporan yang masuk ke tim advokasi dan sedang kita proses," kata Halim. (scp/buz) 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Dapat Kabar Sausan Jadi Korban Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga Sempat Tidak Percaya dan Mengira Telepon Penipuan

Dapat Kabar Sausan Jadi Korban Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga Sempat Tidak Percaya dan Mengira Telepon Penipuan

Keluarga Sausan Sarifah awalnya tidak percaya bahwa Sausan turut menjadi korban tabrakan Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur.
Sausan Selamat dari Kecelakaan Maut Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga: Anaknya Religius, Dia Lagi Puasa Hari Itu

Sausan Selamat dari Kecelakaan Maut Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga: Anaknya Religius, Dia Lagi Puasa Hari Itu

Sausan Sarifah, menjadi salah satu korban selamat dalam tabrakan KA Argo Bromo Anggrek vs KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam.
Pemkot Jakarta Barat Musnahkan 234 Kilogram Ikan Sapu-Sapu dengan Cara Dikubur

Pemkot Jakarta Barat Musnahkan 234 Kilogram Ikan Sapu-Sapu dengan Cara Dikubur

Upaya menjaga ekosistem perairan dan kesehatan masyarakat terus dilakukan Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat melalui pembersihan ikan sapu-sapu secara masif. 
Detik-Detik Tabrakan Kereta Bekasi, Sausan Terpental ke Rak Bagasi: Aku Masih Hidup?

Detik-Detik Tabrakan Kereta Bekasi, Sausan Terpental ke Rak Bagasi: Aku Masih Hidup?

Sausan Sarifah, menjadi salah satu korban selamat dalam tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam.
Gara-gara Ego NAC Breda Kalah dari Dean James Tersenggol, KNVB Ngeri Efek Domino Skandal Paspoortgate

Gara-gara Ego NAC Breda Kalah dari Dean James Tersenggol, KNVB Ngeri Efek Domino Skandal Paspoortgate

Perseteruan panas antara NAC Breda dan KNVB kian memanas setelah kedua pihak saling berhadapan di Pengadilan Utrecht, Selasa (28/4/2026) waktu Belanda.
Datangi Rumah Duka di Bekasi, Dedi Mulyadi Beri Santunan Rp50 Juta dan Janji Haru untuk Keluarga Korban Tragedi Tabrakan Kereta

Datangi Rumah Duka di Bekasi, Dedi Mulyadi Beri Santunan Rp50 Juta dan Janji Haru untuk Keluarga Korban Tragedi Tabrakan Kereta

Rasa duka menyelimuti kediaman almarhumah Nurlaela di Kampung Ceger, Cikarang Timur, saat Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi datang berkunjung, Selasa (28/4). 

Trending

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri meninjau langsung lokasi kejadian kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4).
Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Apakah tren wedding 2026 masih didominasi konsep mewah yang megah, atau justru bergeser ke arah yang lebih sederhana namun elegan? Perubahan ini tidak lepas dari cara pandang
Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

PT KAI (Persero) memastikan 240 penumpang Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek berhasil dievakusi dalam kondisi selamat.
Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Kabar tersebut bahkan keluar jelang selesainya musim kompetisi 2025-2026, di mana menjadi salah satu musim terbaik Dony Tri Pamungkas bersama Persija Jakarta. 
Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

​​​​​​​RSUD Kota Bekasi membludak usai tabrakan KRL dan KA Jarak Jauh di Stasiun Bekasi Timur. IGD padat, puluhan korban luka terus berdatangan dan dirawat intensif.
Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Bung Ropan bahas soal alasan Beckham Putra tak dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia. Ternyata ada alasan khusus mengapa John Herdman panggil pemain.
Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons spanduk Bobotoh "Shut Up KDM" di Tribun Utara Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) saat laga Persib vs Arema FC.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT