Ribuan Pasutri di Sleman Ajukan Cerai, Masalah Pertengkaran Hingga Ekonomi Mendominasi
- Tim tvOne - Sri Cahyani Putri
Sleman, tvOnenews.com - Angka perceraian di Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta menunjukkan tren yang mengkhawatirkan.
Sepanjang 2025, ribuan pasangan suami istri (pasutri) mengajukan cerai ke Pengadilan Agama Sleman.
Permasalahan komunikasi yang kurang harmonis hingga tekanan ekonomi menjadi faktor yang mendominasi penyebab perpisahan tersebut.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Sleman, Novita Krisnaeni menyampaikan bahwa fenomena ini tidak bisa dianggap sepele.
"Menurut data Pengadilan Agama, angka kasus perceraian di Sleman pada tahun 2025 sebanyak 1.489 kasus," katanya kepada awak media, Kamis (9/4/2026).
Berdasarkan sebarannya, wilayah dengan perceraian tertinggi di Kapanewon Depok sebanyak 165 kasus, Gamping 125 kasus, Mlati 109 kasus, dan Ngaglik 108 kasus.
Faktor penyebab yang mendominasi kasus perceraian yaitu perselisihan dan pertengkaran sebesar 84 persen, meninggalkan salah satu pihak sebesar 8,42 persen dan ekonomi 5,20 persen.
"Nampaknya perselisihan dan pertengkaran sebesar 84 persen menjadi yang terbanyak. Salah satu penyebabnya dikatakan kurangnya komunikasi di antara pasangan ini, mungkin sama-sama sibuknya," ucap Novita.
Untuk itu, ketahanan keluarga sangat penting. Sebagai langkah penanganan, DP3AP2KB Sleman turun tangan dengan menggencarkan program 8 fungsi keluarga di antaranya agama, pembinaan lingkungan, ekonomi, reproduksi dan sosial budaya.
Kemudian, fungsi sosialisasi dan penyidikan, cinta kasih, serta perlindungan.
Kemudian di bidang Ketahanan dan Kesehatan Keluarga (K3) yakni adanya kelompok generasi bencana (genre) bagi kalangan remaja.
Disebutkan Novita, beberapa program genre di antaranya Bina Keluarga Remaja (BKR) dan Pusat Informasi dan Konseling Remaja.
Para remaja dibidik sebagai konselor untuk bisa memberikan konseling bagi teman-teman sebayanya.
"Karena kita tahu, remaja itu kalau diberitahu orang tuanya, biasanya malah tidak manut. Tapi kalau yang memberitahu atau menasehati teman-teman sebayanya, malah biasanya bisa diterima," tuturnya.
Melalui program Genre ini, mereka dibekali bagaimana berperilaku sehat, terhindar dari risiko Tiga Ancaman Dasar Kesehatan Reproduksi Remaja (TRIAD KRR), pendewasaan usia perkawinan sehingga anak memiliki perancangan kehidupan berkeluarga untuk mewujudkan keluarga kecil bahagia dan sejahtera, serta menjadi contoh model hidup dan sumber informasi bagi teman sebayanya.
Load more