News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tradisi Grebeg Syawal Keraton Yogyakarta, Ribuan Warga Rebutan Gunungan 'Ngalap' Berkah Lebaran

Perayaan 1 Syawal di Keraton Yogyakarta kembali diramaikan dengan tradisi Grebeg Syawal yang menjadi magnet bagi ribuan warga. 
Jumat, 20 Maret 2026 - 20:39 WIB
Abdi dalem Keraton Yogyakarta membagikan gunungan kepada masyarakat yang hadir di tradisi Grebeg Syawal di Masjid Gedhe Kauman, Jumat (20/3/2026).
Sumber :
  • Tim tvOne - Sri Cahyani Putri

Yogyakarta, tvOnenews.com - Perayaan 1 Syawal di Keraton Yogyakarta kembali diramaikan dengan tradisi Grebeg Syawal yang menjadi magnet bagi ribuan warga. 

Sejak pagi, masyarakat dari berbagai daerah telah memadati kawasan Keraton Yogyakarta hingga Masjid Gedhe Kauman untuk menyaksikan prosesi kirab gunungan. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tradisi ini diawali dengan iring-iringan bregada prajurit dan gunungan yang disusun dari hasil bumi seperti sayuran dan wajik.

Gunungan tersebut kemudian diarak oleh para abdi dalem dari dalam keraton menuju pelataran masjid. Selesai didoakan oleh sesepuh, gunungan langsung jadi bahan rebutan masyarakat.

Mulai Grebeg Syawal Dal 1959, peragaan gajah tidak akan berpartisipasi dalam iring-iringan kirab gunungan. Hal ini selaras dengan Surat Edaran Nomor 6 Tahun 2025 tentang Penghentian Peragaan Gajah Tunggang di Lembaga Konservasi dari Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Kehutanan.

Penghageng II Kawedanan Widya Busana, KRT Rinta Iswara menyampaikan bahwa Grebeg Syawal merupakan salah satu upacara yang hingga saat ini rutin dilaksanakan oleh Keraton Yogyakarta.

"Grebeg yang dilakukan oleh keraton adalah hajad dalem, sebuah upacara budaya yang diselenggarakan oleh keraton dalam rangka memperingati hari besar Agama Islam yakni Idulfitri, Iduladha dan Maulid Nabi Muhammad," tuturnya, Jumat (20/3/2026).

Lebih lanjut, tradisi gunungan ini sebagai perwujudan kemakmuran keraton atau pemberian dari raja kepada rakyatnya.

Dengan demikian, makna Grebeg Syawal adalah perwujudan rasa syukur akan datangnya Idulfitri yang diwujudkan dengan memberikan rezeki pada masyarakat melalui uborampe gunungan yang berupa hasil bumi dari tanah Mataram. 

Pada Grebeg Syawal Dal 1959 ini, Keraton Yogyakarta juga mencoba melakukan revitalisasi pada ageman atau busana Kanca Kaji saat menghadiri upacara besar seperti Grebeg ini.

Jika busana padintenan atau sehari-harinya menggunakan atela warna putih, busana kebesarannya akan berbeda.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Untuk pangkat Wedana menggunakan sikepan warna hitam. Sedangkan untuk pangkat Bekel dan Wedana menggunakan jubah warna kehijauan.

"Kami berkomitmen selalu menghadirkan hal yang baru disetiap prosesi Grebeg, baik inovasi maupun yang sifatnya revitalisasi. Hal ini sejalan dengan semangat pelestarian kebudayaa di Keraton Yogyakarta," ucap Nyi RP. Lukitaningrumsumekto yang menjadi penanggungjawab busana prajurit dan abdi dalem Keraton Yogyakarta. 

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT