Profil Kajari Sleman Bambang Yunianto: Jejak Karier, Harta Kekayaan, dan Deretan Kasus Besar yang Ditangani Termasuk Suami Bela Istri Dijambret
- Tim TvOne - Sri Cahyani Putri
Sleman, tvOnenews.com - Komisi III DPR RI meminta agar kasus suami bela istri dijambret yang kini berkasnya telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Sleman untuk dihentikan.
Â
Sebelumnya, kasus ini menjadi sorotan publik disebabkan penetapan Hogi Minaya (44) sebagai tersangka. Hogi membela istrinya Arsita Minaya (39) yang menjadi korban jambret di jalan Laksda Adisutjipto, Sleman. Hogi mengejar penjambret namun nahas, dua orang penjambret tewas di lokasi kejadian setelah mengalami kecelakaan.
Â
Penetapan tersangka Hogi kemudian berujung pada pemanggilan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sleman, Bambang Yunianto Eko Putro oleh Komisi III DPR RI. Selain dirinya, juga terdapat Kapolresta Sleman, Kombes Pol Edy Setyanto Erning Wibowo dan Hogi beserta kuasa hukumnya yang turut dipanggil.
Â
Lalu siapakah Bambang Yunianto Eko Putro yang kini menjabat sebagai Kajari Sleman ?
Â
Pria yang lebih dikenal dengan nama Bambang Yunianto lahir di Banjarmasin, Kalimantan Selatan pada 25 Juni 1978.
Â
Meski lahir di Kalimantan, Bambang menghabiskan masa kecilnya di Boyolali, Jawa Tengah.Â
Â
Diketahui, Bambang mempelajari ilmu hukum di Universitas Sebelas Maret (UNS), Surakarta. Dirinya masuk sebagai peserta didik baru jenjang sarjana pada 6 Mei 2000.
Â
Selanjutnya, pada 1 September 2021, ia tercatat sebagai mahasiswa Magister Ilmu Hukum di Universitas Pasundan dan dinyatakan lulus tahun 2024/2025 semester ganjil.
Â
Di laman PPDikti, Bambang juga tercatat sebagai mahasiswa Doktor Ilmu Hukum di Universitas Pasundan. Ia terdaftar sebagai peserta didik baru pada 23 September 2024 namun kini statusnya non aktif.
Â
Sementara, Bambang Yunianto diangkat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada 2001. Ia merupakan seorang jaksa karier dengan rekam jejak panjang di berbagai jabatan penegakan hukum.
Â
Jenjang Karier Bambang Yunianto:
Â
- Kasi Intelijen di Kejari Jakarta Utara.
- Kasubsi Ekonomi dan Moneter Seksi Intelijen di Kejari Pandeglang.
- Kasubsi Sosial dan Politik di Kejari Pandeglang.
- Kasi Ekonomi dan Moneter di Kejari Tangerang.
- Kasi Perdata dan Tata Usaha Negara di Kejati Cirebon.
- Kabag Protokol dan Pengamanan Pimpinan di Kejaksaan Agung RI (2018)
- Kajari Kabupaten Sukabumi.
- Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat (2022-2024).
- Kajari Sleman (Juni 2024).
Â
Kasus besar dan viral yang ditangani:
Â
- Kecelakaan lalu lintas yang menewaskan Argo Ericko Achfandi, mahasiswa Fakultas Hukum UGM di Jalan Palagan Tentara Pelajar pada Mei 2025 lalu.
Â
Argo tewas setelah ditabrak mobil BMW yang dikemudikan oleh Christiano Pengarapenta Pengidahen Tarigan. Saat itu, Christiano diketahui menggunakan pelat mobil palsu.
Â
- Kasus suami bela istri dijambret yang dialami oleh pasutri Hogi Minaya dan Arsita Minaya yang akhirnya membuat geram Komisi III DPR dalam forum rapat dengar pendapat yang berlangsung pada Rabu (28/1/2026).
Â
- Kasus Dana Hibah Pariwisata tahun 2020 yang menyeret Sri Purnomo, mantan Bupati Sleman periode 2010-2015 dan 2016-2021 dengan kerugian mencapai hampir Rp10 Miliar. Dana bantuan hibah dari Kemenparekraf sebesar Rp68.518.100.000Â yang seyogyanya untuk membantu pelaku wisata yang terdampak covid-19 malah digunakan untuk melanggengkan istrinya Kustini maju Pilkada 2020.
Â
Kini, perkara telah masuk di meja persidangan dengan tahapan pemeriksaan saksi. Dalam waktu dekat, Kejari Sleman akan menetapkan tersangka baru dalam kasus ini.
Â
Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN):
Â
Berikut LHKPN Kajari Sleman, Bambang Yunianto dengan tanggal penyampaian / jenis laporan - Tahun: 19 Februari 2025 / Periodik - 2024.
Â
1. Tanah dan Bangunan
Tanah dan bangunan seluas 453 m2/250 m2 di Kab/Kota Tangerang, hasil sendiri Rp1.750.000.000
Â
2. Alat transportasi dan mesin
Mobil Toyota Kijang Innova E tahun 2004, hasil sendiri Rp70.000.000
Â
3. Harta Bergerak lainnya: Rp38.500.000
4. Surat Berharga: -
5. Kas dan Setara Kas: Rp575.000.000
6. Harta Lainnya: -
Sub total: Rp2.433.500.000
Â
Hutang: -
Total Harta Kekayaan (II-III): Rp2.433.500.000
(scp/dan)
Load more