News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Penolakan Pilkada Lewat DPRD Menguat, BEM Nusantara DIY Soroti Risiko Money Politic Lebih Besar

Penolakan terhadap wacana pemilihan kepala daerah (Pilkada) melalui legislatif semakin menguat. Gelombang penolakan ditandai lewat aksi demo yang dilakukan oleh BEM Nusantara DIY di Kantor DPRD DIY pada Rabu (14/1/2026).
Rabu, 14 Januari 2026 - 19:22 WIB
BEM Nusantara DIY menggelar aksi demo penolakan terhadap wacana Pilkada melalui legislatif di DPRD DIY, Rabu (14/1/2026).
Sumber :
  • Tim tvOne - Sri Cahyani Putri

Yogyakarta, tvOnenews.com - Penolakan terhadap wacana pemilihan kepala daerah (Pilkada) melalui legislatif semakin menguat. Gelombang penolakan ditandai lewat aksi demo yang dilakukan oleh BEM Nusantara DIY di Kantor DPRD DIY pada Rabu (14/1/2026).

Dalam unjuk rasa tersebut, mereka menyoroti risiko meningkatkanya praktik money politic atau politik uang jika mekanisme ini diterapkan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Koordinator Daerah BEM Nusantara DIY, Muhammad Nusthaoni menyatakan, Pilkada melalui DPRD berpotensi memicu transaksi politik di balik meja sehingga mengurangi transparansi dan akuntabilitas. Apalagi, wacana ini muncul dengan dalih efisiensi anggaran.

"Kalau pun nantinya dipilih langsung oleh DPRD, tetap terjadi money politic malah justru anggarannya lebih besar karena bukan ke rakyat tapi langsung orang-orang besar yang ada di pejabat istana sana," kata Muhammad disela aksi. 

Selain itu, pelaksanaan Pilkada melalui legislatif disebut-sebut menciderai amanat reformasi. 

"Karena dulu telah disepakati bersama bahwa pilkada harus dari rakyat oleh rakyat. Serta, dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil," ucapnya.

Di lokasi yang sama, Presiden Mahasiswa (Presma) UIN Sunan Kalijaga, Dias Habibie mengungkap hal senada.

Apabila, wacana pilkada lewat DPRD dengan alasan efisiensi anggaran, meminimalisir konflik horizontal antar masyarakat dan meminimalisir money politic yang dilakukan oleh calon kepala daerah kepada masyarakat terkait jual-beli suara justru salah besar. 

"Kita bisa lihat kalau misalnya pilkada dilaksanakan oleh DPRD, money politic tidak bisa dijamin hilang. Justru, alirannya akan lebih besar nominalnya dan tidak mengalir di rakyat, tapi pindah ke kursi perwakilan," terangnya.

Menurutnya, demokrasi ini adalah hak yang substansial. Sedangkan, soal efisiensi anggaran adalah hal teknis. Karena itu, jangan sampai mengorbankan hal-hal yang substansial yaitu hak demokrasi rakyat hanya untuk alasan efisiensi anggaran. Padahal bukan kesalahan rakyat yang memilih, melainkan manajemen penyelenggaraan pilkada yang masih harus diperbaiki. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dias pun mencurigai bila munculnya wacana ini merupakan cara pemerintah melihat respon dari masyarakat.

"Hanya cek ombak pemerintah saja. Kira-kira ketika pilkada lewat DPRD, masyarakat akan merespon tidak? Kalau misalkan masyarakat tidak merespon, jangan-jangan pemerintah punya legitimasi suatu saat di masa depan, UUD bisa diamandemen. Bahkan, kepala negara, kepala pemerintahan, presiden bisa dipilih lewat MPR lagi," kata Dias.

Halaman Selanjutnya :
Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Apakah Shalat Sudah Ada Sebelum Peristiwa Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW?

Apakah Shalat Sudah Ada Sebelum Peristiwa Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW?

Apakah Ibadah shalat sudah ada sebelum peristiwa Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW? Begini penjelasan tentang ibadah shalat sebelum dan sesudah Isra Mi'raj.
Awal Mula Syafiq Ali Hilang di Gunung Slamet, Berusaha Cari Bantuan untuk Temannya Malah Berakhir Tewas

Awal Mula Syafiq Ali Hilang di Gunung Slamet, Berusaha Cari Bantuan untuk Temannya Malah Berakhir Tewas

Tim SAR akhirnya berhasil menemukan jenazah pemuda 18 tahun, Syafiq Ali yang hilang ketika sedang mendaki Gunung Slamet bersama temannya. Begini awal mulanya.
Kronologi Aksi Teror dan Ancaman Terhadap Aktivis dan Konten Kreator Usai Kritik Soal Bencana Sumatera-Aceh

Kronologi Aksi Teror dan Ancaman Terhadap Aktivis dan Konten Kreator Usai Kritik Soal Bencana Sumatera-Aceh

Aksi teror terhadap konten kreator kembali terjadi usai mengkritik penanganan bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Sumatera-Aceh.
Wacana Pilkada Dipilih DPRD, DPD RI Akui Belum Tentukan Sikap

Wacana Pilkada Dipilih DPRD, DPD RI Akui Belum Tentukan Sikap

Wacana pemerintah Indonesia terkait Pilkada yang ditetapkan oleh tingkat DPRD terus menuai polemik di publik.
Kurun Waktu Satu Tahun Indonesia Berhasil Teken 7 Kerja Sama Pertahanan

Kurun Waktu Satu Tahun Indonesia Berhasil Teken 7 Kerja Sama Pertahanan

Indonesia memperkuat posisi strategisnya dalam percaturan global melalui serangkaian kerja sama pertahanan, penegakan hukum, dan kemitraan strategis dengan sejumlah negara dalam satu tahun terakhir.
Polsek Jatiuwung Tangkap Tiga Pelaku Curanmor dan Penadah di Tangerang, Beraksi Puluhan Kali

Polsek Jatiuwung Tangkap Tiga Pelaku Curanmor dan Penadah di Tangerang, Beraksi Puluhan Kali

Jajaran Polsek Jatiuwung, Polres Metro Tangerang Kota mengungkap kasus tindak pidana pencurian dengan pemberatan (curanmor) yang beraksi di wilayah Curug, Kabupaten Tangerang.

Trending

FPI Kecam 'Mens Rea' Soal Penistaan Agama, Pandji Pragiwaksono Terancam Masuk Bui?

FPI Kecam 'Mens Rea' Soal Penistaan Agama, Pandji Pragiwaksono Terancam Masuk Bui?

Materi Stand Up Comedy bertajuk 'Mens Rea' besutan komika Pandji Pragiwaksono turut disorot tajam oleh Dewan Pimpinan Pusat Front Persaudaraan Islam (DPP FPI).
Saat Belajar Bacalah Doa ini, Agar Ilmu yang Dipelajari dapat Bermanfaat, Begini Doanya

Saat Belajar Bacalah Doa ini, Agar Ilmu yang Dipelajari dapat Bermanfaat, Begini Doanya

agar ilmu menjadi berkah, mudah diamalkan, dan memberi manfaat luas, dianjurkan membaca doa memohon ilmu yang bermanfaat sebagaimana diajarkan dalam Islam.
Kronologi Syafiq Ali Mendaki Gunung Slamet, Hilang 19 Hari hingga Ditemukan Meninggal Dunia

Kronologi Syafiq Ali Mendaki Gunung Slamet, Hilang 19 Hari hingga Ditemukan Meninggal Dunia

Syafiq dilaporkan hilang sejak Minggu (28/12/2025). Pada hari itu, ia seharusnya sudah turun dari pendakian Gunung Slamet.
Kabar Terbaru Pramugari Gadungan Khairun Nisa, Usai Viral Nyamar Jadi Kru Batik Air, Kini Ditawari Sekolah Pramugari Gratis

Kabar Terbaru Pramugari Gadungan Khairun Nisa, Usai Viral Nyamar Jadi Kru Batik Air, Kini Ditawari Sekolah Pramugari Gratis

Kisah pilu pramugari gadungan Batik Air, Khairun Nisa nekat nyamar jadi kru kabin karena malu ditipu di hadapan orang tuanya. Kini ditawari pendidikan gratis.
Di Hadapan Publik Argentina, Gaston Avila Tegaskan Arah Kariernya, Sinyal ke Persib Bandung Mulai Terbaca

Di Hadapan Publik Argentina, Gaston Avila Tegaskan Arah Kariernya, Sinyal ke Persib Bandung Mulai Terbaca

Nama Gaston Avila mendadak jadi sorotan Bobotoh Persib seiring rumor hengkangnya Federico Barba. Kepada publik Argentina, Avila tegas bilang ini soal kariernya.
Syafiq Ali Pendaki Gunung Slamet Ditemukan Meninggal Dunia, Izin ke Keluarga Pergi ke Gunung Sumbing Bukan Gunung Slamet

Syafiq Ali Pendaki Gunung Slamet Ditemukan Meninggal Dunia, Izin ke Keluarga Pergi ke Gunung Sumbing Bukan Gunung Slamet

Syafiq Ali pendaki Gunung Slamet ditemukan meninggal dunia pada Rabu (14/1/2026). Pencarian Syafiq pada akhirnya membuahkan hasil. 
Selangkah Lagi Jadi Pramugari Sungguhan, Aeronef Indonesia Beri Khairun Nisa Pendidikan Pramugari 100 Persen Gratis: Kami Ingin Bantu Wujudkan Mimpinya

Selangkah Lagi Jadi Pramugari Sungguhan, Aeronef Indonesia Beri Khairun Nisa Pendidikan Pramugari 100 Persen Gratis: Kami Ingin Bantu Wujudkan Mimpinya

Selangkah lagi Khairun Nisa (23) bisa menjadi pramugari sungguhan.  Aeronef Indonesia memberi Nisa pendidikan pramugari 100 persen gratis kepadanya. 
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT