Malam Tahun Baru 2026, Ini Skenario Rekayasa Lalu Lintas di Tugu, Malioboro, Titik Nol Hingga Alun-alun Yogyakarta
- Tim tvOne - Sri Cahyani Putri
Yogyakarta, tvOnenews.com - Menjelang perayaan Tahun Baru 2026, beberapa ruas jalan di Kota Yogyakarta akan diberlakukan rekayasa lalu lintas. Pengaturan ini dilakukan untuk mengantisipasi peningkatan volume kendaraan serta kepadatan pengunjung di kawasan pusat kota.
Rekayasa lalu lintas difokuskan di beberapa titik strategis antara lain Tugu Pal Putih, kawasan Malioboro, Titik Nol Yogyakarta dan Alun-alun.
Berdasarkan data people counting smart province DIY pada Rabu (31/12/2025) hingga pukul 12.00 WIB, pergerakan pengunjung di Malioboro tercatat sebanyak 68.649 orang.
Sementara, data traffic counting batas kota Yogyakarta tercatat 38.215 kendaraan yang masuk melalui Simpang Pasar Telo dan Kyai Mojo. Serta, 28.613 kendaraan keluar melewati Simpang Demangan dan Sugeng Jeroni. Jumlahnya dimungkinkan terus bertambah hingga malam pergantian tahun nanti.
"Ini menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan, tetapi bisa kami pastikan bahwa Polda DIY beserta stakeholder terkait telah siap melakukan mitigasi apabila terjadi kepadatan," kata Kombes Pol Yuswanto Ardi, Dirlantas Polda DIY, Rabu (31/12/2025).
Mantan Kapolresta Sleman menuturkan, penerapan rekayasa lalu lintas direncanakan mulai Rabu (31/12/2025) malam hingga Kamis (1/1/2026) dini hari.
Adapun, rekayasa lalu lintas di Tugu Pal Putih Yogyakarta diberlakukan mulai pukul 21.00 sampai dengan selesai.
Pengalihan dilakukan di sejumlah simpang meliputi jalan Jenderal Sudirman atau Simpang Gondolayu, jalan Pangeran Diponegoro atau Simpang Pingit dan jalan A.M Sangaji atau Simpang Jetis.
Satlantas juga menyiapkan jalur evakuasi ambulans menuju rumah sakit (RS) rujukan. Ambulans dari Tugu akan diarahkan ke Puskesmas Jetis, RSUP Dr Sardjito dan RS Ludirohusodo. Serta, ambulans dari kawasan Wongsodirjan diarahkan ke RS Bethesda dan RS Panti Rapih.
Selanjutnya, rekayasa lalu lintas di Kawasan Malioboro dimulai pukul 18.00 WIB. Jalan Malioboro akan diberlakukan penutupan untuk kendaraan umum. Sementara, sirip-sirip Malioboro bagian luar akan ditutup untuk kendaraan umum.
Selain itu, petugas juga akan memasang sekat besi yang akan digunakan untuk evakuasi jalur emergency menggunakan brankar di sepanjang jalan Malioboro.
Untuk jalur evakuasi ambulans dari teteg akan diarahkan ke RS Ludirohusodo. Ambulans dari jalan Perwakilan diarahkan ke RS Bethesda dan RS Panti Rapih.
Ambulans dari jalan Suryatmajan diarahkan ke RS Bethesda dan RS Panti Rapih. Serta dari jalan Reksobayan diarahkan ke RS PKU Muhammadiyah.
Kemudian, rekayasa lalu lintas Titik Nol Yogyakarta diberlakukan mulai pukul 22.00 WIB sampai dengan selesai. Pengaturan arus dari titik nol Yogyakarta yang menuju ke jalan Senopati diarahkan ke jalan Brigjen Katamso atau jalan Sultan Agung.
Arus lalu lintas dari titik nol Yogyakarta yang menuju jalan KH. Ahmad Dahlan diarahkan menuju Simpang Ngabean. Kendaraan yang berada di jalan KH. Ahmad Dahlan menuju ke timur akan diarahkan ke jalan Bhayangkara. Serta, kendaraan yang berada di jalan Pangurakan diarahkan ke Alun-alun Utara.
Lebih lanjut, jalur evakuasi ambulans dari titik nol akan diarahkan ke RS rujukan yakni RS PKU Muhammadiyah.
Setelah itu, rekayasa lalu lintas di Alun-alun Utara dan Selatan juga diberlakukan mulai pukul 22.00 WIB sampai dengan selesai. Arus lalu lintas dari jalan Wahid Hasyim yang mengarah ke Alun-alun Utara dilaksanakan pengalihan arus ke utara dan selatan.
Arus lalu lintas dari jalan Wijilan yang mengarah ke Alun-alun Utara dialihkan ke jalan Ibu Ruswo. Serta, Simpang tiga Ibu Ruswo yang mengarah ke Alun-alun Utara dialihkan ke jalan Brigjen Katamso ke utara dan selatan.
Jalur masuk ke Alun-alun Selatan bisa melalui jalan Langenastran Lor dan Ngadisuryan. Sementara, jalur keluar Alun-alun selatan melalui jalan Langenastran Kidul, Patehan Lor dan Patehan Kidul.
Jalur evakuasi ambulans menuju dari Alun-alun Selatan akan diarahkan ke RS Pratama dan RSUD Yogyakarta.
Kapolda DIY, Irjen Pol Anggoro Sukartono memastikan situasi Yogyakarta dalam keadaan aman dan kondusif.
Polda DIY telah mendirikan 22 pos di titik-titik yang diprediksi menimbulkan kerawanan baik kemacetan, kriminal dan bencana. Secara pelibatan personil sudah berimbang pada titik-titik yang dianggap rawan.
"Ini sudah dipersiapkan selama 1 bulan. Kemudian juga sudah kita latih kesiapan dari semuanya," ucapnya. (scp/buz)
Load more