News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Asa Mbah Tupon Cari Keadilan, Tanah Seluas 1.655 Meter Persegi di Bantul Terancam Diambil Alih Mafia Tanah

Mbah Tupon (68) yang diduga menjadi korban mafia tanah masih merasa kaget atas kejadian yang menimpanya.
Senin, 28 April 2025 - 17:50 WIB
Lurah Bangunjiwo, Parja saat menemui Mbah Tupon di rumahnya RT 4 Dusun Ngentak, Kalurahan Bangunjiwo, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul, Senin (28/4/2025).
Sumber :
  • Tim tvOne - Sri Cahyani Putri

Bantul, tvOnenews.com - Mbah Tupon (68) yang diduga menjadi korban mafia tanah masih merasa kaget atas kejadian yang menimpanya.

Lansia buta huruf itu masih tak menyangka jika tanahnya seluas 1.655 meter persegi di wilayah Ngentak, Kalurahan Bangunjiwo, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul terancam hilang. Dikarenakan sertifikat tanah miliknya telah berganti nama orang lain yang sama sekali tidak ia kenal.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Awalnya, Mbah Tupon mempunyai tanah seluas 2.100 meter persegi. Kemudian pada 2020 lalu, ia menjual sebagian tanahnya kepada Bibit Rustamta seluas 298 meter persegi.

Tanah tersebut dijual kepada Bibit yang diketahui merupakan eks anggota DPRD Kabupaten Bantul seharga Rp 1 juta per meter. Pembayaran atas tanah tersebut diangsur sesuai kesepakatan bersama antara pihak Mbah Tupon dan Bibit Rustamta. 

"Jadi memang diangsur itu sudah menjadi kesepakatan untuk membangun rumah anak Mbah Tupon (Heri Setiawan, 32)," tutur Agil Dwi Raharjo, Ketua RT 4 Dusun Ngentak, Bangunjiwo saat ditemui di rumah Mbah Tupon, Senin (28/4/2025). 

Dalam proses yang bersamaan, lanjut Agil, Mbah Tupon juga mewakafkan tanahnya seluas 54 meter persegi untuk gudang RT dan 90 meter persegi untuk akses jalan kampung yang jaraknya berdekatan. Sehingga, Mbah Tupon masih mempunyai sisa hak atas tanah seluas 1.655 meter persegi.

"Karena proses jual beli dengan pak Bibit itu masih ada kekurangan pembayaran Rp 35 juta, kemudian Mbah Tupon punya inisiatif meminta Rp 35 juta itu untuk proses pecah sertifikat anak-anaknya," terang Agil.

Dari situ, sertifikat diberikan kepada Bibit Rustamta untuk dipecah. Diketahui, Mbah Tupon sudah beberapa kali datang ke rumah Bibit Rustamta untuk menanyakan progres dari proses pemecahan sertifikat.

"Dan dijawab Pak Bibit, wis tenang Mbah, njenengan ngerti sertifikate dadi," kata Agil.

Dalam prosesnya sampai Maret 2024, ada pihak PNM datang yang intinya memberitahukan bahwa sisa tanah seluas 1.655 meter persegi sudah berpindah tangan inisial IF dan akan disita.

Kondisi itu yang kemudian membuat Mbah Tupon dan keluarganya kaget. Namun sebelum sertifikat tanah sudah berpindah tangan, Mbah Tupon dan istrinya sudah dua kali diajak tanda tangan tanpa dibacakan isinya. Kala itu, tanda tangan juga tidak didampingi anaknya.

"Jadi ketika Mbah Tupon itu tanya ke pak Bibit kok tanahnya sudah dilelang, nah pak Bibit mengaku bahwa SHM (Mbah Tupon) tak kasih ke TR (rekan dari pak Bibit). Jadi pak TR itu seolah-olah dianggap seperti makelar," ucap Agil.

Diketahui, tanda tangan pertama dilakukan di BPR wilayah Janti dan kedua kantor notaris di wilayah Krapyak. Bahkan untuk proses pemecahan sertifikat tersebut, TR juga sempat meminta uang Rp 5 juta ke Mbah Tupon.

Di lokasi yang sama, Lurah Bangunjiwo Parja menyampaikan pasca masalah ini mencuat, Pemerintah Kalurahan (Pemkal) Bangunjiwo telah melakukan mediasi antara pihak-pihak terkait.

"Sudah kita mediasi antara Mbah Tupon dengan pak Bibit dan pak TR. Dari keluarga mbah Tupon minta tanggung jawab pak Bibit dan pak TR agar sertifikat itu kembali atas namanya (Mbah Tupon). Juga dari keluarga mbah Tupon minta jaminan pertanggungjawaban (pak Bibit) berupa sertifikat tanah juga yang luasannya senilai dan sudah kita simpan di Kalurahan," kata Parja.

Selain itu, Pemkal Bangunjiwo mendapat dukungan dari Pemkab Bantul untuk proses penyelesaian kasus ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kita juga nunggu proses hukum yang berjalan karena (kasus ini) sudah ditangani oleh pihak yang berwajib," ucapnya. (scp/buz)

 

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Media Belanda Kaget Lihat El Clasico Indonesia Berakhir Mencekam, Nasib Thom Haye di Persib Jadi Perhatian

Media Belanda Kaget Lihat El Clasico Indonesia Berakhir Mencekam, Nasib Thom Haye di Persib Jadi Perhatian

Kemenangan Persib atas Persija dalam laga panas bertajuk El Clasico Indonesia justru meninggalkan luka mendalam bagi Thom Haye. Media Belanda sorot tajam.
SBY: Demokrat dan Prabowo Harus Menjadi Bagian dari Solusi

SBY: Demokrat dan Prabowo Harus Menjadi Bagian dari Solusi

Presiden ke-6 RI sekaligus Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegaskan bahwa partainya bersama Presiden Prabowo harus menjadi solusi mengentaskan masalah bangsa.
AHY Tak Hadiri Acara Demokrat karena Dampingi Prabowo, SBY: Negara yang Utama, Baru Partai

AHY Tak Hadiri Acara Demokrat karena Dampingi Prabowo, SBY: Negara yang Utama, Baru Partai

Presiden ke-6 sekaligus Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membeberkan alasan Ketua Umum (Ketum) tak hadiri puncak perayaan Natal Nasional Partai Demokrat, Senin (12/1/2026).
Van Basty Sousa Acungkan Jari Tengah ke Bobotoh, Gelandang Persija Itu Kini Dibayang-bayangi Sanksi Berat PSSI

Van Basty Sousa Acungkan Jari Tengah ke Bobotoh, Gelandang Persija Itu Kini Dibayang-bayangi Sanksi Berat PSSI

Kali ini, sorotan tajam tertuju pada gelandang asing Persija, Van Basty Sousa. Ia terekam kamera sempat mengacungkan jari tengah ke arah tribun penonton berisikan para Bobotoh.
Pro-Kontra Pilkada Tak Langsung Lewat DPRD, Pengamat Ingatkan Risiko Politik Elitis

Pro-Kontra Pilkada Tak Langsung Lewat DPRD, Pengamat Ingatkan Risiko Politik Elitis

Pengamat Citra Institute menilai sistem Pilkada tak langsung akan menjauhkan rakyat dari proses demokrasi yang seharusnya menjadi hak fundamental warga negara.
Harga Gabah Anjlok di Bawah HPP, DPR Desak Pemerintah dan Bulog Bergerak Cepat

Harga Gabah Anjlok di Bawah HPP, DPR Desak Pemerintah dan Bulog Bergerak Cepat

DPR RI menyoroti anjloknya harga gabah di tingkat petani saat musim panen.

Trending

AHY Tak Hadiri Acara Demokrat karena Dampingi Prabowo, SBY: Negara yang Utama, Baru Partai

AHY Tak Hadiri Acara Demokrat karena Dampingi Prabowo, SBY: Negara yang Utama, Baru Partai

Presiden ke-6 sekaligus Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membeberkan alasan Ketua Umum (Ketum) tak hadiri puncak perayaan Natal Nasional Partai Demokrat, Senin (12/1/2026).
Gebrakan Gubernur Jabar KDM: Siapkan Sanksi Berat Bagi Proyek Berkualitas Buruk di Jawa Barat

Gebrakan Gubernur Jabar KDM: Siapkan Sanksi Berat Bagi Proyek Berkualitas Buruk di Jawa Barat

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), mengambil langkah tegas terkait pengerjaan proyek infrastruktur di wilayahnya. 
Thom Haye Diancam Dibunuh, Kini Giliran Allano Lima Kena Rasis setelah Laga Persib Vs Persija Skor 1-0

Thom Haye Diancam Dibunuh, Kini Giliran Allano Lima Kena Rasis setelah Laga Persib Vs Persija Skor 1-0

Di balik pertandingan Persib Bandung Vs Persija Jakarta skor 1-0, gelandang Timnas Indonesia, Thom Haye dapat ancaman pembunuhan hingga Allano Lima kena rasis.
Update Ranking BWF Usai Malaysia Open 2026: Fajar/Fikri Tembus Peringkat 4 Dunia!

Update Ranking BWF Usai Malaysia Open 2026: Fajar/Fikri Tembus Peringkat 4 Dunia!

Berikut update ranking BWF usai gelaran Malaysia Open 2026.
Profil Dino Rossano Hansa, Sosok Adik Kandung Ibu Denada yang Mengasuh Ressa Rizky Rossano Selama 24 Tahun

Profil Dino Rossano Hansa, Sosok Adik Kandung Ibu Denada yang Mengasuh Ressa Rizky Rossano Selama 24 Tahun

Berikut profil sosok Dino Rossano Hansa, adik kandung almarhumah Emilia Contessa sekaligus paman Denada Tambunan, yang mengasuh Al Ressa Rizky Rossano (24).
Hujan Lebat dan Angin Kencang Landa Jakarta, BMKG Wanti-wanti Cuaca Ekstrem hingga 13 Januari 2026

Hujan Lebat dan Angin Kencang Landa Jakarta, BMKG Wanti-wanti Cuaca Ekstrem hingga 13 Januari 2026

Hujan lebat dan angin kencang melanda Jakarta sejak Senin 12 Januari 2026. BMKG peringatkan cuaca ekstrem hingga 13 Januari, warga diminta waspada.
Curhat Pilu Denada, Sosok yang Harusnya Jadi Ayah Malah Ikut Gugat Bersama Ressa Rizky

Curhat Pilu Denada, Sosok yang Harusnya Jadi Ayah Malah Ikut Gugat Bersama Ressa Rizky

​​​​​​​Denada curhat pilu usai digugat Ressa Rizky. Lebih kecewa karena pamannya ikut menggugat. Kuasa hukum ungkap fakta di balik konflik keluarga ini.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT