News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Rektor UII Yogyakarta Tolak Usulan Perguruan Tinggi Boleh Kelola Pertambangan

Perguruan tinggi diusulkan dapat izin untuk mengelola tambang. Usulan tersebut mencuat dalam bahasan Badan Legislasi (Baleg) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)
Selasa, 21 Januari 2025 - 16:30 WIB
Rektor UII, Fathul Wahid saat ditemui awak media, Selasa (21/1/2025).
Sumber :
  • Tim tvOne - Sri Cahyani Putri

Sleman, tvOnenews.com - Perguruan tinggi diusulkan dapat izin untuk mengelola tambang. Usulan tersebut mencuat dalam bahasan Badan Legislasi (Baleg) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) ketika rapat pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang perubahan ketiga atas UU Nomor 4 Tahun 2009 tentang Mineral dan Batu Bara (Minerba). Rapat tersebut digelar di Gedung Nusantara I DPR RI, Senin (20/1/2025). 

Ditanya terkait hal tersebut, Rektor UII, Fathul Wahid menegaskan UII termasuk perguruan tinggi yang tidak setuju mengenai wacana tersebut. Menurutnya, institusi kampus kapasitasnya tidak mengelola pertambangan meski mendidik orang-orang yang ahli dibidang tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kalau ditanya soal itu, UII termasuk yang tidak setuju. Karena kampus wilayahnya tidak disitu meski memang ada kampus yang mendidik ahli dibidang itu (pertambangan)," katanya kepada awak media, Selasa (21/1/2025).

Ia menyampaikan, kampus lebih baik fokus dengan misi utamanya yakni pendidikan, penelitian dan pengabdian pada masyarakat. Mengenai hilirisasi, biar ditangani oleh pihak terkait lainnya. Adapun, keterlibatan kampus dibidang izin pertambangan, tampaknya bagaimana mendidik tenaga ahli dengan kesadaran etika yang tinggi sehingga keberlangsungan lingkungan tetap terjaga. 

"Jangan sampai justru dengan mendapatkan keuntungan setinggi-tingginya, lingkungan termasuk warga yang tinggal disana (lokasi pertambangan) menjadi terabaikan. Dan saya khawatir ketika kampus masuk disana juga kejadian serupa (kerusakan lingkungan) juga akan terulang," ucap Wahid. 

Sebagaimana diketahui, banyak usaha pertambangan yang mengabaikan isu-isu keberlangsungan lingkungan. Serta, berdasarkan kajian yang dilakukan oleh lembaga-lembaga independen, hasilnya selalu saja bahwa bisnis pertambangan punya andil luar biasa dalam kerusakan lingkungan.

"Saya khawatir juga kalau kmpus masuk disana itu menjadi tidak sensitif karena logika bisnisnya menjadi dominan. Karena uang biasanya agak menghipnotis. Kalau itu sampai terjadi akan berbahaya. Kampus sebagai kekuatan moral bisa akan tergerus," pungkasnya. (scp/buz)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Anton Sukartono Suratto, mendorong penguatan regulasi agar Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memiliki kewenangan lebih tegas dalam menangani konten hoaks di ruang digital.
Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kiper Cremonese yang juga penjaga gawang Timnas Indonesia Emil Audero menyampaikan pesan mengenai kondisinya setelah menjadi korban ledakan flare atau petasan -
Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Polda Metro Jaya mengamankan sebanyak 105 pelaku tawuran di wilayah hukumnya, dalam rangka Operasi Pekat Jaya 2026, yang dimulai sejak tanggal 28 Januari sampai dengan 11 Februari Tahun 2026.
Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Suporter Inter Milan resmi dijatuhi sanksi larangan menghadiri tiga laga tandang usai insiden pelemparan suar ke arah kiper Cremonese Emil Audero dalam laga ...
PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan dukungan penuh terhadap langkah diplomasi Presiden RI Prabowo Subianto, termasuk keputusan Indonesia terlibat aktif dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.
Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Timnas futsal Indonesia akan menghadapi tantangan berat saat berjumpa Jepang pada babak semifinal Piala Asia Futsal 2026. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung

Trending

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT