GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Agar Jogja Tetap Istimewa

Di pertengahan tahun 2023 kemarin, bau tak sedap muncul dari Yogyakarta. Masalah sampah jadi persoalan besar di Kota Pelajar itu. Rupanya penutupan TPA Piyungan
Kamis, 4 Januari 2024 - 17:03 WIB
Kolase foto kegiatan bersih-bersih Jalan Malioboro, Yogyakarta
Sumber :
  • Pemkot Yogyakarta

tvOnenews.com  - Jogja Jogja tetap Istimewa, Istimewa negerinya istimewa orangnya. Jogja Jogja tetap Istimewa, Jogja istimewa untuk Indonesia.

Kalimat di atas diucapkan oleh Presiden Soekarno untuk memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada keraton dan rakyat Yogyakarta dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kalimat tersebut kemudian dikutip Marzuki Mohamad alias Kill The DJ sebagai pembuka lagu Jogja Istimewa (2009) yang populer sampai hari ini.

Jogja sebagai destinasi wisata kebanggaan Indonesia, selalu berhasil menghadirkan suasana syahdu nan damai bagi siapa saja yang menginjakkan kaki di sana.

Perasaan tenang yang menyeruak ke relung jiwa itu digambarkan dengan indah oleh Kill The DJ di penggalan lirik selanjutnya:

Negeri paling penak rasane koyo swargo

(Negeri paling nyaman seperti surga)

Ora peduli dunyo dadi neroko

(Tidak peduli dunia sudah jadi neraka)

Ning kene tansah edi peni lan mardiko

(Di sini kami selalu nyaman dan merdeka)

Tak heran jika Yogyakarta tak pernah sepi. Yogyakarta sempat puasa tamu di masa pandemi COVID-19. Setelah itu, Yogyakarta kembali dibanjiri wisatawan.

Sayang, di pertengahan tahun 2023 kemarin bau tak sedap sempat muncul dari Yogyakarta. Masalah sampah jadi persoalan besar di Kota Pelajar itu.

(Foto: Suasana sampah menumpuk di tepi jalan Kota Yogyakarta)

Berdasarkan laporan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta volume sampah dari Kota Yogyakarta bisa mencapai sekitar 100-130 ton per hari.

Rupanya penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan, Bantul sejak 23 Juli 2023 menjadi penyebab menumpuknya sampah di Yogyakarta.

Penutupan tersebut dilakukan karena kapasitas penampungan sampah di lahan TPA Piyungan sudah melebihi batas. Menanggapi isu tersebut, Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada (UGM) kemudian mengeluarkan rilis.

“Pertanyaannya, kenapa setelah penuh, setelah ditutup baru gaduh. Memangnya selama ini kita tidak punya masalah sampah? Sekarang kita bisa melihat ya, yang selama ini kita kira sudah dikelola, ternyata belum,” kata Dosen FISIPOL UGM Nur Azizah dikutip dari laman UGM, Kamis (4/1/2024).

Menurut Azizah penutupan TPA Piyungan ini bukan yang pertama kalinya. Namun terus berulang dan belum melahirkan solusi yang tepat.

Padahal peraturan mengenai pengelolaan sampah telah lama diatur dalam Undang-Undang (UU) Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah.

“(Di UU itu) Sudah disebutkan tentang 3R (Reduce, Reuse, Recycle), bahkan muncul juga EPR atau Extended Producer Responsibility,” jelas Azizah.

Bahkan frasa TPA yang sebelumnya berkepanjangan Tempat Pembuangan Akhir sudah diubah menjadi Tempat Pemrosesan Akhir. Maka idealnya, apa yang masuk ke TPA hanya residu saja.

Tabungan Hijau jadi solusi

Dinik Fitri pegiat Eco Finance Literacy sekaligus dosen UIN Sunan Kalijaga mendirikan bank sampah Gatra Sejahtera di komplek perumahan Griya Gatra Sejahtera, Purwomartani, Kalasan, Sleman, Yogyakarta.

Pendirian bank sampah sederhana yang berawal dari kegiatan pengabdian masyarakat ini berubah menjadi serius setelah mendapat respons positif dari masyarakat.

(Foto: Aplikasi Tabungan Hijau)

Setelah berhasil mengonversi sampah menjadi tabungan uang, Dinik dan tim membuat aplikasi Tabungan Hijau dan menggandeng Pegadaian Syariah.

Aplikasi Tabungan Hijau membantu bank sampah melakukan pencatatan transaksi nasabahnya.

“Jadi sekarang nggak hanya tabungan uang, kalau nasabah ingin dikonversi emas, sekarang bisa,” kata Dinik.

Tabungan Hijau pun semakin diminati. Dinik dan tim mengaku kian tertarik menseriusi program ekonomi hijau bersama Pegadaian Syariah ini.

“Akhirnya kami kembangkan ke TPST 3R Piyungan. Tahun 2023 coba juga ke pasar tradisional, dan pesantren. Kami gandeng 7 pesantren sejauh ini,” ujar Dinik.

“Kalau pasar tradisional, Pasar Desa Nirmala di Kalurahan Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul jadi percontohannya,” imbuhnya.

Di pasar dan pesantren Dinik mengusung konsep zero waste plus peternakan dan pertanian organik.

(Foto: Rak maggot bank sampah yang dikelola Tabungan Hijau)

Sampah organik yang dihasilkan sehari-hari di pasar dan pesantren bisa dijadikan pakan maggot, yang maggotnya nanti bisa dimanfaatkan untuk pakan ayam dan ikan.

“Sehingga sampahnya selesai di pasar. Tidak perlu diangkut ke TPA segala,” kata Dinik.

“Kami ingin buatkan juga nanti pertanian hidroponiknya. Jadi semakin terlihat ekonomi sirkularnya,” tambahnya.

Sedangkan untuk sampah non organik diolah menjadi raw material yang bisa dimanfaatkan ulang oleh industri, seperti plastik cacah dan styrofoam leleh.

“Kalau ada minyak jelantah bisa diolah jadi sabun dan biodiesel,” terang Dinik.

“Lingkungan pesantren sama seperti ibu-ibu PKK di perumahan dan pedagang pasar, sangat potensial menabung emas” imbuhnya.

Selain menggandeng Pegadaian Syariah, Tabungan Hijau juga melibatkan mahasiswa, tokoh masyarakat setempat, hingga Deputi Keuangan Inklusif Keuangan Syariah (KIKS) Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

“Rencana kami juga mau buat sistem jemput sampah kayak ojek online gitu. Jadi ibu-ibu rumah tangga bisa pesan untuk diambil sampahnya lewat Tabungan Hijau retail. Jadi nggak melalui bank sampah,” jelas Dinik.

Semangat Tabungan Hijau sejalan dengan program Pemda

Apa yang dilakukan Dinik dan tim Tabungan Hijau senada dengan program pemerintah daerah (Pemda) Yogyakarta dalam mengatasi persoalan sampah.

Mulai tahun 2024 TPA Regional Piyungan sudah tidak lagi menampung sampah dari kota maupun kabupaten di wilayah provinsi DIY.

(Foto: Pengelolaan sampah oleh Pemkot Yogyakarta)

Nantinya setiap wilayah akan mengelola sampahnya secara mandiri. Kota Yogyakarta sendiri akan memanfaatkan Tempat Pengolahan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS 3R) Nitikan dan Karangmiri.

Ada juga di Nitikan 2, TPST Piyungan, serta TPST yang dikelola oleh BUMD Pemkot Yogyakarta bersama pihak swasta.

Nantinya proses pemusnahan sampah akan menggunakan teknologi ramah lingkungan.

“Targetnya sudah bisa berjalan secara sistematis di bulan Mei tahun 2024,” kata Sekretaris Daerah Kota Yogyakarta Aman Yuriadijaya dikutip dari laman Pemkot, Kamis (4/1/2023).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kota Yogyakarta juga akan menguatkan Gerakan Zero Sampah Anorganik (GZSA) dan Gerakan Mengolah Limbah dan Sampah dengan Biopori Ala Jogja (Mbah Dirjo).

(amr)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Sadar Tak Ada Megawati Hangestri, Media Korea Soroti Kehebatan “Megatron” di Draft Pemain Asing V-League

Sadar Tak Ada Megawati Hangestri, Media Korea Soroti Kehebatan “Megatron” di Draft Pemain Asing V-League

Media Korea menyoroti draft pemain asing V-League terbaru setelah Megawati Hangestri dipastikan absen, meninggalkan kekosongan di posisi penyerang utama tim.
Takut Maling Beraksi saat Lebaran, Ketua RT di Jakarta Utara Ini Rela Tak Mudik Demi Keamanan Lingkungannya

Takut Maling Beraksi saat Lebaran, Ketua RT di Jakarta Utara Ini Rela Tak Mudik Demi Keamanan Lingkungannya

Sebuah dedikasi luar biasa ditunjukkan oleh Sya Bani, Ketua RT 004/RW 001, Pademangan Timur, Jakarta Utara.
Dedi Mulyadi Tegas Larang Warga Minta Uang di Jalur Longsor Sumedang, Siapkan Bantuan Rp10 Juta

Dedi Mulyadi Tegas Larang Warga Minta Uang di Jalur Longsor Sumedang, Siapkan Bantuan Rp10 Juta

​​​​​​​Dedi Mulyadi larang warga minta uang di jalur longsor Sumedang dan siapkan bantuan Rp10 juta. Ia ingin warga tetap bekerja tanpa meminta sumbangan.
Viral Jalur Pantura Banjir, Kendaraan Motor dan Mobil Tidak Bisa Melintas

Viral Jalur Pantura Banjir, Kendaraan Motor dan Mobil Tidak Bisa Melintas

Viral jalur pantura banjir. Videonya bikin heboh karena ketinggian air buat motor dan mobil sulit melintas
Siapa Pengganti Dean James usai Dicoret John Herdman dari Skuad Final Timnas Indonesia di FIFA Series 2026? Ini Kata PSSI

Siapa Pengganti Dean James usai Dicoret John Herdman dari Skuad Final Timnas Indonesia di FIFA Series 2026? Ini Kata PSSI

PSSI angkat bicara soal potensi pemain pengganti Dean James yang dicoret dari skuad final Timnas Indonesia pilihan John Herdman untuk ajang FIFA Series 2026
Aksi Berkelas Kapten Timnas Indonesia Jay Idzes Hadapi Blunder di Laga Sassuolo

Aksi Berkelas Kapten Timnas Indonesia Jay Idzes Hadapi Blunder di Laga Sassuolo

Jay Idzes menunjukkan sikap profesional saat menghadapi blunder dalam laga Sassuolo vs Juventus, dengan berani membuka diri untuk dikritik usai kekalahan tim.

Trending

Media Belanda Bongkar Alasan Sebenarnya Dean James Tak Jadi Gabung Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026

Media Belanda Bongkar Alasan Sebenarnya Dean James Tak Jadi Gabung Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026

Dean James dikonfirmasi batal memperkuat Timnas Indonesia untuk melawan Saint Kitts and Nevis di FIFA Series 2026. Media Belanda ini pun bongkar alasannya.
Siapa Pengganti Dean James usai Dicoret John Herdman dari Skuad Final Timnas Indonesia di FIFA Series 2026? Ini Kata PSSI

Siapa Pengganti Dean James usai Dicoret John Herdman dari Skuad Final Timnas Indonesia di FIFA Series 2026? Ini Kata PSSI

PSSI angkat bicara soal potensi pemain pengganti Dean James yang dicoret dari skuad final Timnas Indonesia pilihan John Herdman untuk ajang FIFA Series 2026
Aksi Berkelas Kapten Timnas Indonesia Jay Idzes Hadapi Blunder di Laga Sassuolo

Aksi Berkelas Kapten Timnas Indonesia Jay Idzes Hadapi Blunder di Laga Sassuolo

Jay Idzes menunjukkan sikap profesional saat menghadapi blunder dalam laga Sassuolo vs Juventus, dengan berani membuka diri untuk dikritik usai kekalahan tim.
Takut Maling Beraksi saat Lebaran, Ketua RT di Jakarta Utara Ini Rela Tak Mudik Demi Keamanan Lingkungannya

Takut Maling Beraksi saat Lebaran, Ketua RT di Jakarta Utara Ini Rela Tak Mudik Demi Keamanan Lingkungannya

Sebuah dedikasi luar biasa ditunjukkan oleh Sya Bani, Ketua RT 004/RW 001, Pademangan Timur, Jakarta Utara.
Viral Jalur Pantura Banjir, Kendaraan Motor dan Mobil Tidak Bisa Melintas

Viral Jalur Pantura Banjir, Kendaraan Motor dan Mobil Tidak Bisa Melintas

Viral jalur pantura banjir. Videonya bikin heboh karena ketinggian air buat motor dan mobil sulit melintas
Dedi Mulyadi Tegas Larang Warga Minta Uang di Jalur Longsor Sumedang, Siapkan Bantuan Rp10 Juta

Dedi Mulyadi Tegas Larang Warga Minta Uang di Jalur Longsor Sumedang, Siapkan Bantuan Rp10 Juta

​​​​​​​Dedi Mulyadi larang warga minta uang di jalur longsor Sumedang dan siapkan bantuan Rp10 juta. Ia ingin warga tetap bekerja tanpa meminta sumbangan.
Ipswich Town Beri Sorotan Penuh untuk Elkan Baggott yang Kembali Dipanggil Timnas Indonesia

Ipswich Town Beri Sorotan Penuh untuk Elkan Baggott yang Kembali Dipanggil Timnas Indonesia

Bek jangkung Elkan Baggott dipastikan kembali memperkuat Timnas Indonesia setelah sempat absen, dan akan tampil di ajang FIFA Series. Ipswich Town akui kaget.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT