News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kawanan Gajah Rusak Kebun SAD, BKSDA Tebo; Ada Baiknyo Langasung ke Kantor Jambi

Kerusakan lahan kelapa sawit milik warga Suku Anak Dalam (SAD) di Desa Muara Killis, Kecamatan Tengah Ilir, Kabupaten Tebo, Jambi akibat kawanan gajah liar
Selasa, 25 Oktober 2022 - 23:13 WIB
Kawanan Gajah Rusak Kebun Suku Anak Dalam
Sumber :
  • Tim TvOne/Tarmizi

Tebo, Jambi - Kerusakan lahan kelapa sawit milik warga Suku Anak Dalam (SAD) di Desa Muara Killis, Kecamatan Tengah Ilir, Kabupaten Tebo, Jambi akibat kawanan gajah liar sejak beberapa minggu ini membuat sejumlah warga sekitar semakin panik.

Pasalnya, kawanan gajah liar yang diperkirakan mencapai 30 ekor tersebut saat ini sudah merembet ke perkebunan sawit dan pemukiman warga di Desa Lubuk Mandarsyah, Kecamatan Tengah Ilir tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Terkait kawanan gajah ini, kepala BKSDA Resort Tebo hingga saat ini belum bisa memberikan keterangan, dirinya hanya menyarankan untuk konfirmasi dengan pihak BKSDA Jambi.

"Terkait gajah ada baik nyo langasung  ke kantor jambi, Maaf sayo blm biso ketemu utk saat ini. Maaf ke kantor Jambi saja, biar semua jelas," kata Hefa Edison, melalui pesan Whatsappnya, pada Selasa (25/10/2022).

Sementara, Direktur WALHI Jambi, mengatakan bahwa akibat ulah gerombolan gajah yang merusak kebun dan pondok tersebut semakin menambah beban petani.

Saat tanaman sawit petani sudah mulai menghasilkan (buah pasir), petani harus disibukkan lagi dengan urusan menghalau gajah, bahkan pondok pun dihajar gajah.

"Akibat ulah gajah ini, saya bersama anggota kelompok tani Sakato Jaya telah menyampaikan masalah kepada pihak BKSDA Provinsi Jambi dan PIKG Muaro Sekalo," terang Abdullah.

Dari penjelasan BKSDA Provinsi Jambi dan PIKG Muaro Sekalo, wilayah yang dikelola masyarakat adalah perlintasan gajah.

"Masyarakat juga bertanya sejak kapan wilayah yang mereka kelola dijadikan perlintasan atau koridor gajah," sebut Abdulah.

Abdullah juga menerangkan bahwa jauh sebelum petani menanam sawit tidak pernah bertemu dengan gerombolan gajah seperti sekarang ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kalau sekarang ini gerombolan gajah bisa sampai 17 ekor di kebun petani. Sekali berulah bisa menghabiskan 1 sampai 2 hektare sawit petani," ungkapnya.

"Tidak lagi di malam hari, bahkan pagi ke siang pun bisa dijumpai gerombolan gajah tersebut," pungkas Abdullah. (TAR/LNO)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Siap-Siap Kebanjiran Rezeki! 5 Zodiak Paling Berlimpah Cuan pada 4 Februari 2026: Sagitarius Dapat Uang Kaget

Siap-Siap Kebanjiran Rezeki! 5 Zodiak Paling Berlimpah Cuan pada 4 Februari 2026: Sagitarius Dapat Uang Kaget

Tanggal 4 Februari 2026 diprediksi menjadi hari spesial bagi beberapa zodiak yang secara finansial sedang berada di jalur emas. Apakah zodiakmu salah satunya?
MK Tolak Gugatan Nikah Beda Agama, Ini Alasannya

MK Tolak Gugatan Nikah Beda Agama, Ini Alasannya

Mahkamah Konstitusi (MK) secara resmi menolak permohonan pengujian Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, yang bertujuan agar pernikahan beda agama memiliki kepastian hukum.
Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Akhirnya Denada mengakui Ressa sebagai anak kandungnya. Meskipun sudah diakui gugatan sang anak tetap bergulir
Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada sudah akui Ressa Rizky Rossano sebagai anak kandungnya, kuasa hukum Ressa, Ronald Armada, sebut pengakuan belum cukup secara hukum.
Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Dinamika politik yang sangat cepat dan tantangan global yang kian kompleks menuntut ritme kerja pemerintahan yang cepat dan efektif.
Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Presiden Prabowo juga menyoroti masalah lingkungan hidup. Pemerintah berkomitmen penuh dalam mengelola masalah sampah secara masif dan terpadu.

Trending

Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Dinamika politik yang sangat cepat dan tantangan global yang kian kompleks menuntut ritme kerja pemerintahan yang cepat dan efektif.
Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Presiden Prabowo juga menyoroti masalah lingkungan hidup. Pemerintah berkomitmen penuh dalam mengelola masalah sampah secara masif dan terpadu.
Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada sudah akui Ressa Rizky Rossano sebagai anak kandungnya, kuasa hukum Ressa, Ronald Armada, sebut pengakuan belum cukup secara hukum.
Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Akhirnya Denada mengakui Ressa sebagai anak kandungnya. Meskipun sudah diakui gugatan sang anak tetap bergulir
Mulai Hari Ini 2 Februari 2026 Pemilik Sertifikat Tanah Girik, Petok hingga Letter C Tahun 1967-1997 Tidak Berlaku Lagi, Masyarakat Diimbau Segera Perbarui ke Sistem Terbaru

Mulai Hari Ini 2 Februari 2026 Pemilik Sertifikat Tanah Girik, Petok hingga Letter C Tahun 1967-1997 Tidak Berlaku Lagi, Masyarakat Diimbau Segera Perbarui ke Sistem Terbaru

Mulai hari ini 2 Februari 2026 pemilik sertifikat tanah girik, petok hingga letter C tahun 1967-1997 sudah tidak berlaku lagi.
Soal Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi, Kejaksaan Kembalikan Berkas Perkara Roy Suryo Cs

Soal Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi, Kejaksaan Kembalikan Berkas Perkara Roy Suryo Cs

Kejaksaan mengembalikan berkas perkara Roy Suryo cs terkait kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 Joko Widodo atau Jokowi.
Jangan Salah Amalan di Malam Nisfu Sya'ban, Ini Penjelasan Lengkap Ustaz Adi Hidayat

Jangan Salah Amalan di Malam Nisfu Sya'ban, Ini Penjelasan Lengkap Ustaz Adi Hidayat

Ustaz Adi Hidayat jelaskan tentang amalan di malam Nisfu Sya'ban, kenali hadis yang shahih, dhaif, dan waspadai hadis palsu.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT