News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tergerus Abrasi, Tebing di Jalinbar Sumatera Lais-Ketahun Amblas

Cuaca ekstrem dan pengaruh labilnya kondisi tanah hampir di sepanjang Jalan Lintas Barat Sumatera (Jalinbarsum) tepatnya di Kecamatan Lais Bengkulu Utara, membuat tebing setinggi 30 meter yang berada di bawah jalan tergerus air laut hingga mengakibatkan tanah runtuh.
Senin, 13 Juni 2022 - 15:37 WIB
Kondisi Jalan Lintas Barat Sumatera di Desa Lais kabupaten Bengkulu Utara.
Sumber :
  • Tim TvOne/Miko

Bengkulu Utara, Bengkulu - Cuaca ekstrem dan pengaruh labilnya kondisi tanah hampir di sepanjang Jalan Lintas Barat Sumatera (Jalinbarsum) tepatnya di Kecamatan Lais Bengkulu Utara, membuat tebing setinggi 30 meter yang berada di bawah jalan tergerus air laut hingga mengakibatkan tanah runtuh.

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kondisinya pun membahayakan pengendara jalan, mengingat kondisi jalan tanpa ada pembatas disertai dengan minimnya lampu penerangan jika malam hari.  Padahal, Jalan Lintas Barat Sumatera merupakan akses penghubung antar kabupaten dan provinsi.

 

Diungkapkan Andian, warga setempat, longsor terjadi sekitar pukul 23.00 WIB, di mana hujan deras disertai angin kencang yang terjadi di wilayah Bengkulu Utara sejak Sabtu siang (11/6/2022) hingga malam hari menyebabkan gelombang tinggi, sehingga membuat tebing longsor ikut terseret ombak pantai.

 

"Sekarang kondisi jalan terancam abrasi, waktu hujan disertai gelombang tinggi jalan ambles ke laut," ungkap Andian saat dihubungi, Senin (13/6/2022).

 

Ia juga mengatakan kondisi ini tidak hanya di satu titik saja, jalan yang terancam amblas ini juga terjadi di beberapa titik lainnya, seperti di Desa Dusun Raja dan Desa Durian Daun, Kecamatan Lais, serta Desa Air Padang, Kecamatan Air Padang, Kabupaten Bengkulu Utara.

 

"Masih ada beberapa titik lagi jalan yang juga terancam amblas ke laut, karena posisi jalan berada disepanjang pantai yang curam," kata Andian.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Warga berharap adanya perhatian pemerintah agar pemukiman dan jalan tidak lagi mengalami amblas. Karena diprediksi bila dibiarkan, kemungkinan besar jalan dan rumah warga akan tergerus ditelan lautan. (Rgo/Nof)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Suporter Inter Milan resmi dijatuhi sanksi larangan menghadiri tiga laga tandang usai insiden pelemparan suar ke arah kiper Cremonese Emil Audero dalam laga ...
PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan dukungan penuh terhadap langkah diplomasi Presiden RI Prabowo Subianto, termasuk keputusan Indonesia terlibat aktif dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.
Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Timnas futsal Indonesia akan menghadapi tantangan berat saat berjumpa Jepang pada babak semifinal Piala Asia Futsal 2026. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung
Fantastis, Segini Barang Bukti Hasil OTT KPK di Kantor Pajak Banjarmasin

Fantastis, Segini Barang Bukti Hasil OTT KPK di Kantor Pajak Banjarmasin

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang senilai Rp 1 miliar dari operasi tangkap tangan (OTT) di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.

Trending

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT