News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tiga dari 27 Siswa SMAN 1 Matauli Pandan yang Diduga Keracunan Makanan Masih Dirawat Intensif di Rumah Sakit

Tiga orang siswa SMAN 1 Matauli Pandan, di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara (Sumut) yang diduga mengalami keracunan usai makan siang di asram
Rabu, 30 April 2025 - 19:30 WIB
RSUD Pandan
Sumber :
  • tim tvOne/Syaren

Tapteng, tvOnenews.com - Tiga orang siswa SMAN 1 Matauli Pandan, di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara (Sumut) yang diduga mengalami keracunan usai makan siang di asrama yang disajikan pihak sekolah, masih mendapatkan perawatan intensif di RSUD Pandan, Rabu (30/4/2025).

Sementara, korban lainnya sejak mendapatkan perawatan di RSUD Pandan, sudah diperbolehkan pulang ke asrama sekolah SMAN 1 Matauli Pandan secara berangsur, sejak kejadian pada Selasa (29/4/2025).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kepala Tata Usaha (KTU) RSUD Pandan, German Sitompul yang ditemui tvOnenews.com, Rabu siang, menjelaskan, dari enam orang siswa yang mendapatkan pelayanan rawat inap, tiga diantaranya akan dirawat jalan. 

Sementara tiga lainnya, tetap mendapatkan perawatan intensif dari pihak RSUD Pandan yakni, Wika warga Rokan Hilir, Abigael Lahagu warga Gunung Sitoli, dan Aqila Sahada warga Kota Padangsidimpuan.

"Tiga orang hari ini akan kita pulangkan dan mengikuti pelayanan rawat jalan," kata German Sitompul.

Terpisah, disambangi di Ruang Mawar Lantai 3 RSUD Pandan, Aqila Sahada, salah satu korban dugaan keracunan menyebutkan, jika ia menjadi orang terakhir yang dibawa ke RSUD Pandan. 

Pada siang itu seusai makan, kata Aqila, ia sedang tiduran di kamar. Lalu merasakan badan dan bibir menggigil. Selain itu, muka Aqila juga berubah menjadi merah. Ia mengetahui perubahan wajahnya setelah diberitahu teman-temannya. 

"Dalam kondisi tersebut, saya dibangunkan dan langsung dilarikan ke rumah sakit," katanya, Rabu (30/4/2025) siang.

Sebagaimana diketahui, publik dikejutkan dengan insiden dugaan keracunan makanan di SMA Negeri 1 Matauli Pandan, Tapteng, Selasa (29/4/2025) siang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Puluhan siswa mengalami mual dan pusing, dan bahkan muntah, setelah menyantap menu makan siang yang disajikan penyedia makanan. Siswa yang menjadi korban dugaan keracunan makanan ini, selanjutnya dilarikan ke RSUD Pandan, untuk mendapatkan pertolongan medis. 

Informasi yang didapat, ada sekitar 27 siswa yang mendapatkan perawatan. 21 diantaranya telah diperbolehkan pulang, dan bentuk pelayanan rawat jalan. Sementara 6 siswa lainnya harus dirawat secara intensif. (Ssg/wna)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Anton Sukartono Suratto, mendorong penguatan regulasi agar Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memiliki kewenangan lebih tegas dalam menangani konten hoaks di ruang digital.
Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kiper Cremonese yang juga penjaga gawang Timnas Indonesia Emil Audero menyampaikan pesan mengenai kondisinya setelah menjadi korban ledakan flare atau petasan -
Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Polda Metro Jaya mengamankan sebanyak 105 pelaku tawuran di wilayah hukumnya, dalam rangka Operasi Pekat Jaya 2026, yang dimulai sejak tanggal 28 Januari sampai dengan 11 Februari Tahun 2026.
Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Suporter Inter Milan resmi dijatuhi sanksi larangan menghadiri tiga laga tandang usai insiden pelemparan suar ke arah kiper Cremonese Emil Audero dalam laga ...
PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan dukungan penuh terhadap langkah diplomasi Presiden RI Prabowo Subianto, termasuk keputusan Indonesia terlibat aktif dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.
Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Timnas futsal Indonesia akan menghadapi tantangan berat saat berjumpa Jepang pada babak semifinal Piala Asia Futsal 2026. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung

Trending

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT