Puluhan Siswa di Jakarta Timur Diduga Keracunan MBG, Pramono Anung Ungkap Gejala Awal Korban
- Dok. Pemprov DKI Jakarta
Jakarta, tvOnenews.com -Â Puluhan siswa dari empat sekolah yang terletak di bilangan Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur diduga alami kasus keracunan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG).
Peristiwa dugaan keracunan puluhan siswa tersebut terjadi pada Kamis (2/4/2026) sekitar pukul 11.00 WIB bertepatan dengan waktu pembagian makanan MBG di sekolah.Â
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengakui adanya peristiwa keracunan terhadap para siswa usai menyantap menu dari MBG tersebut.
"Dan saya tadi sudah melihat sebagian besar yang korban terdampak, memang diduga dari makanan spagetinya," kata Pramono kepada awak media, Jakarta, Sabtu (4/4/2026).
Kendati demikian, Pramono mengaku belum dapat menyimpulkan seutuhnya penyebab peristiwa keracunan itu.
Ia mengaku masih menunggu hasil laboratorium dalam memastikan peristiwa keracunan terhadap puluhan siswa tersebut.
"Diduga ya, tapi saya tidak mau berandai-andai, nanti biar laboratorium atau pihak yang bertanggungjawab yang akan menyampaikan secara terbuka," ungkapnya.
Di sisi lain, Pramono mengungkap sejumlah korban mengalami gejala kesehatan saat dilarikan ke rumah sakit.
"Gejalanya rata-rata demam, panas, mual, muntah, diare. Itu ya gejalanya," ungkapnya.
Wakil Ketua Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati mengakui adanya temuan dari pihaknya dari SPPG yang mendistribusikan MBG ke sejumlah sekolah tersebut.
Menurutnya temuan tersebut berupa SPPG yang belum memenuhi standar operasional prosedur yang ditetapkan BGN.
"Selain itu, SPPG Pondok Kelapa kami suspend (hentikan sementara) untuk waktu yang tidak terbatas, karena kondisi dapur, termasuk tata letak dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang masih belum memenuhi standar," kata Nanik, Jakarta, Sabtu (4/4/2026).
Nanik mengungkap BGN telah menangguhkan atau suspend operasional SPPG tersebut.Â
Tak hanya itu, BGN juga memastikan penanggungan biaya pengobatan seluruh siswa yang diduga menjadi korban RSUD Duren Sawit, Jakarta Timur.
"Kami menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini. BGN juga akan bertanggung jawab terhadap seluruh biaya pengobatan di rumah sakit," ucap Nanik.(raa)
Load more