News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

2 Wanita Ini Mengaku Kasatreskrim dan Pengacara untuk Menipu dan Mengambil Uang Para Korbannya

Dua orang wanita melakukan aksi penipuan dengan modus mengaku sebagai kasatreskrim atau kanitreskrim dan pengacara berhasil ditangkap Tim Satuan Reserse dan Kri
Rabu, 30 Agustus 2023 - 11:51 WIB
2 pelaku penipuan yang mengaku Kasatreskrim Tanjungbalai dan pengacara
Sumber :
  • Tim tvOne/Jasa Manurung

Tanjungbalai, tvOnenews.com - Dua orang wanita melakukan aksi penipuan dengan modus mengaku sebagai kasatreskrim atau kanitreskrim dan pengacara berhasil ditangkap Tim Satuan Reserse dan Kriminal Polres Tanjungbalai, Sumatera Utara, Senin (14/8/2023) lalu.

Kedua wanita yang sudah ditetapkan sebagai tersangka itu adalah AT (37) warga Jalan Mangunsakoro, Kisaran Barat, dan MS (29) warga Selawan, Kisaran Timur Kabupaten Asahan, Sumatera Utara. Keduanya ditangkap di tempat persembunyiannya masing-masing di Kota Kisaran dan Tanjungbalai, Sumatera Utara.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Modus operandi yang dilakukan keduanya untuk melakukan tindak pidana penipuan, adalah dengan mengaku-ngaku sebagai petugas kepolisian yakni sebagai Kasatreskrim Tanjungbalai dan Kanitreskrim, juga sebagai pengacara yang dapat membantu mengurus perkara yang dialami oleh para korbannya," kata Kasatreskrim Polres Tanjungbalai, AKP Eri Prasetyo kepada tvOnenews.com, Rabu (30/8/2023).

Ditambahkan Kasatreskrim, korban adalah A (33) warga Datuk Bandar, Tanjungbalai, yang dibujuk rayu oleh salah satu pelaku hingga korban mengalami kerugian sebesar Rp98 juta. Kedua pelaku melakukan perannya masing-masing dalam menipu korbannya dengan memalsukan dokumen-dukumen surat berharga.

"Tidak hanya itu saja, dua tersangka ini juga terjerat dengan dua laporan polisi lainnya di Polres Tanjungbalai dengan kerugian ratusan juta rupiah karena melakukan modus yang sama dan penggelapan sejak tahun 2022 hingga Juli 2023," jelasnya.

Dari penangkapan kedua penipu ini, polisi juga mengamankan sejumlah telepon genggam dan kartu kredit.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Salah satu penipu ini, yakni AT sering memakai nama saya sebagai Kasatreskrim Tanjungbalai untuk meminta-minta uang dengan alasan untuk uang duka dan hari raya kepada para korbannya," tutup AKP Eri Prasetyo, dan meminta jika ada korban lain segera melapor kepada polisi dan berhati-hati jika ada modus penipuan seperti ini. (jmg/wna)

 

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Anton Sukartono Suratto, mendorong penguatan regulasi agar Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memiliki kewenangan lebih tegas dalam menangani konten hoaks di ruang digital.
Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kiper Cremonese yang juga penjaga gawang Timnas Indonesia Emil Audero menyampaikan pesan mengenai kondisinya setelah menjadi korban ledakan flare atau petasan -
Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Polda Metro Jaya mengamankan sebanyak 105 pelaku tawuran di wilayah hukumnya, dalam rangka Operasi Pekat Jaya 2026, yang dimulai sejak tanggal 28 Januari sampai dengan 11 Februari Tahun 2026.
Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Suporter Inter Milan resmi dijatuhi sanksi larangan menghadiri tiga laga tandang usai insiden pelemparan suar ke arah kiper Cremonese Emil Audero dalam laga ...
PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan dukungan penuh terhadap langkah diplomasi Presiden RI Prabowo Subianto, termasuk keputusan Indonesia terlibat aktif dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.
Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Timnas futsal Indonesia akan menghadapi tantangan berat saat berjumpa Jepang pada babak semifinal Piala Asia Futsal 2026. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung

Trending

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT