Memilukan, Lima Bersaudara dari Keluarga Prasejahtera di Mandailing Natal Alami Gangguan Penglihatan, Tiga Diantaranya Buta
- Tim TvOne/ Romulo
Kondisi ekonomi yang sulit membuat keluarga ini jarang memeriksakan kesehatan mata anak-anaknya. Bahkan, karena keterbatasan ekonomi, keluarga ini tidak mampu memenuhi kebutuhan gizi, terutama untuk kesehatan mata.
"Suaminya bekerja sebagai tukang sadap karet, kadang membantu menimbang getah, penghasilannya cukup untuk membeli makanan," tambah Netti Herawati.
Muksin Rangkuti, sang suami, bekerja sebagai tukang sadap karet dan pekerjaan serabutan, sehingga hanya bisa memenuhi kebutuhan pangan sederhana keluarganya setiap hari.
Â
Upaya Pemerintah Mandailing Natal Menyediakan Bantuan Medis dan Ekonomi
Sementara itu, Bupati Madina, Jafar Sukhairi Nasution, merasa miris dan prihatin melihat kondisi keluarga korban ini.
Menurut Bupati, pemerintah Kabupaten Madina telah berusaha untuk menangani anak-anak yang mengalami gangguan penglihatan. Upaya seperti operasi katarak telah dilakukan sebelumnya, namun karena faktor genetika, penanganan khusus diperlukan. Pemerintah akan memfasilitasi pengobatan selanjutnya.
Ternyata, anak nomor lima juga mengalami kondisi serupa yang luput dari perhatian, dan saat ini anak nomor enam yang berusia sekitar empat tahun juga menunjukkan gejala yang sama dengan kakak-kakaknya.
Pemerintah Kabupaten Madina berencana untuk memberikan bantuan tindakan medis kepada anak-anak ini guna mencegah dan mengobati penyakit mata yang mereka alami.
Selain itu, pemerintah juga akan memberikan bantuan transportasi ke sekolah luar biasa serta modal usaha agar keluarga ini dapat berkembang secara ekonomi.
(rsr/fna)
Load more