Kemdiktisaintek Turun Tangan Selidiki Kasus Kematian Mahasiswi Unima, Dugaan Kekerasan Seksual Jadi Atensi Nasional
- marwan diaz aswan
Minahasa, tvOneNews.com - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Republik Indonesia menaruh perhatian serius terhadap kasus meninggalnya Evia Maria Mangolo, mahasiswi Universitas Negeri Manado (UNIMA), yang ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya pada Selasa, (30/12/2025) lalu.
Kematian almarhumah diduga kuat berkaitan dengan tekanan psikologis berat yang dialaminya, yang disebut-sebut bersumber dari dugaan pelecehan seksual oleh seorang oknum dosen.
Merespons perkembangan kasus tersebut, Inspektorat Jenderal Kemdiktisaintek secara resmi menurunkan tim ke Kampus UNIMA guna melakukan penyelidikan mendalam, khususnya terkait dugaan keterlibatan oknum dosen berinisial DM dalam kasus kekerasan seksual tersebut.
Tim Inspektorat Jenderal Kemdiktisaintek tiba di Kantor Rektorat UNIMA pada Senin pagi, (5 /1/ 2026). Setibanya di lokasi, tim langsung melakukan pemantauan awal serta menggelar pertemuan dengan jajaran pimpinan universitas dan pejabat terkait untuk mengumpulkan data serta keterangan awal yang dibutuhkan dalam proses investigasi.
Langkah ini diambil sebagai tindak lanjut atas laporan dan informasi yang menyebutkan bahwa almarhumah Evia Maria Mangolo diduga meninggal dunia akibat tekanan psikis yang berat, yang dikaitkan dengan dugaan tindakan pelecehan seksual di lingkungan kampus.
Kemdiktisaintek menegaskan bahwa seluruh proses investigasi akan dilakukan secara objektif, menyeluruh, serta menjunjung tinggi asas keadilan, transparansi, dan perlindungan terhadap korban.
Kepala Bagian Fasilitasi Tindak Lanjut Pelaporan Hasil Pengawasan Sekretariat Inspektorat Jenderal Kemdiktisaintek, Julians Andarsa, menyatakan bahwa kasus ini telah berkembang menjadi isu nasional dan mendapat atensi khusus dari kementerian.
“Kami mendapatkan informasi di Jakarta bahwa kasus ini sudah menjadi isu nasional dan menjadi perhatian kementerian. Oleh karena itu kami tiba di sini untuk mencari tahu fakta sebenarnya seperti apa. Yang pasti, kementerian akan memberikan dukungan penuh,” ujarnya saat diwawancarai di lobi Gedung Rektorat UNIMA, Senin (5/1/2026).
Lebih lanjut, Julians menegaskan bahwa segala bentuk kekerasan tidak boleh terjadi di lingkungan pendidikan tinggi.
“Kami akan memastikan bahwa tidak boleh ada kekerasan di lingkungan pendidikan tinggi kita. Namun saat ini kami baru tiba dan akan bekerja secara profesional. Biarkan kami menjalankan tugas, menggali informasi sedalam-dalamnya agar dapat memperoleh hasil terbaik bagi semua pihak,” tegasnya.
Load more