News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Guru Besar dan Mahasiswa PPDS Kedokteran Unhas Soroti Menkes

Sejumlah guru besar Fakultas Kedokteran dan mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Universitas Hasanuddin Makassar kompak bersama-sama menyampaikan pernyataan sikap terhadap sistem pendidikan kedokteran Indonesia.
Selasa, 20 Mei 2025 - 20:48 WIB
guru besar Fakultas Kedokteran dan mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Universitas Hasanuddin Makassar
Sumber :
  • Wawan Setyawan

Makassar, tvOnenews.com - Sejumlah guru besar Fakultas Kedokteran dan mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Universitas Hasanuddin Makassar kompak bersama-sama menyampaikan pernyataan sikap terhadap sistem pendidikan kedokteran Indonesia.  Mereka menyebut dalam kurun waktu 6 tahun terakhir muncul ketidakharmonisan dengan sejumlah pihak menyangkut kebijakan pendidikan kedokteran dan kesehatan. 

"Tentunya kami mengamati bahwa proses pendidikan kedokteran dan kesehatan dalam kurun waktu 6 tahun ini semakin memburuk dan tidak adanya ketidakharmonisan antara pihak-pihak yang terkait," ujar Dekan Fakultas Kedokteran Unhas Prof Haerani Rasyid, Selasa (20/5/2025). 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Setidaknya ada enam poin penyataan sikap yang disampaikan guru besar FK Unhas dalam aksi tersebut. Meski demikian, ada satu poin paling krusial terhadap pendidikan kedokteran dan pelayanan kesehatan. 

"Sebenarnya semuanya krusial, sehingga kami mempoinkan sikap tersebut dalam 6 poin. Tapi yang terutama tentunya adalah 5 poin," kata dia. 

Sekadar diketahui enam poin pernyataan sikap guru besar FK Unhas yakni, pertama Institusi pendidikan kedokteran telah dan selalu siap untuk menghasilkan sumber daya manusia bagi pembangunan kesehatan bangsa. Kedua, semua pihak yang terkait wajib bersinergi dan menjaga keharmonisan untuk mencapai tujuan pendidikan dokter dan dokter spesialis untuk kesehatan dokter/dokter spesialis yang berkompetensi tinggi guna memberikan pelayanan kesehatan yang optimal.

"Semua pihak terkait saling menghargai sesuai tugas pokok dan fungsi serta tidak saling menyalahkan antara satu dan lainnya yang dapat menimbulkan polemik yang tidak produktif serta tidak menyelesaikan masalah fundamental pendidikan kedokteran dan layanan kesehatan," ujar Prof Haerani.

Poin keempat, masing-masing pihak memperbaiki hal-hal yang menjadi kekurangan dalam pelaksanaan pendidikan dokter dan dokter spesialis serta pelayanan kesehatan sesuai ruang lingkup kerja. Kelima, pihak terkait seharusnya mengedepankan komunikasi dialogis yang setara dalam setiap pengambilan kebijakan yang tidak produktif.

"Pembentukan independensi kolegium, penyelenggaraan pendidikan dokter spesialis, kompetensi tambahan bagi dokter umum yang mestinya harusnya secara ilmiah harus dianalisis dan serta pembukaan hospital base pada humas rumah sakit vertikal yang telah melakukan pendidikan university base," sebutnya. 

Poin keenam, Civitas Akademika FK Unhas telah dan selalu bertekad untuk senantiasa memperbaiki kekurangan yang ada, terbuka terhadap berbagai masukan konstruktif dalam penyelenggaraan pendidikan kedokteran, dalam semangat pembinaan sumber daya manusia Dokter dan Dokter Spesialis yang berkualitas untuk memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat di Indonesia.

Sementara itu, Dokter Residen Forensik dan Medikolegal FK Unhas, Irvan Wahyu Jatmiko menyebut Menkes Budi Gunadi Sadikin menunjukkan sikap arogansi pada dunia pendidikan kedokteran dan pelayanan kesehatan. Bahkan, Irvan menyebut keputusan Budi Gunadi Sadikin tidak mencerminkan sebagai Menkes. 

 

"Beliau hanya mengalihkan tugas dan fungsi utamanya sebagai seorang pembantu presiden. Lalu hanya fokus terhadap isu-isu bullying, isu-isu bahwa dokter itu tidak melayani masyarakat. Padahal tugas beliau adalah meningkatkan kualitas layanan masyarakat," ucapnya. 

 

Irvan juga meminta Kementerian Kesehatan tidak melakukan intervensi kegiatan akademik Fakultas Kedokteran seluruh Indonesia, khususnya Unhas. Irvan mengaku tak ingin independensi dokter residen di dunia akademik tercederai karena alasan politis. 

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Begitu banyak senior-senior kami sekarang yang dimutasi. Begitu banyak rekan-rekan sejawat kami yang diperlakukan tidak adil. Padahal tugas Menkes bagaimana bisa tugas utama beliau adalah bagaimana bisa mensejahterakan masyarakat dalam dunia kesehatan," ucapnya. (wsn/frd)

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Terpopuler: Media Vietnam Heran Bulgaria Puji Selangit Timnas Indonesia, Ucapan Jay Idzes Curi Perhatian

Terpopuler: Media Vietnam Heran Bulgaria Puji Selangit Timnas Indonesia, Ucapan Jay Idzes Curi Perhatian

Kegagalan Timnas Indonesia jadi juara di FIFA Series 2026 justru memicu sorotan luas dari berbagai media luar negeri. Berikut rangkuman 3 artikel terpopulernya.
KPK Catat 96,24 Persen Pejabat Negara Telah Setor Laporan Harta Kekayaan 2025

KPK Catat 96,24 Persen Pejabat Negara Telah Setor Laporan Harta Kekayaan 2025

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merilis data terbaru mengenai kepatuhan para penyelenggara negara dalam melaporkan harta kekayaannya. 
Pemerintah Jamin Produktivitas ASN Tetap Terjaga di Tengah Kebijakan WFH Taktis

Pemerintah Jamin Produktivitas ASN Tetap Terjaga di Tengah Kebijakan WFH Taktis

Pemerintah menegaskan bahwa kebijakan WFH bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) sebanyak satu hari dalam seminggu merupakan strategi jangka pendek yang terukur. 
Periode Pasca Peak Season Ramadan dan Lebaran Jadi Penentu Keberlanjutan Bisnis Digital

Periode Pasca Peak Season Ramadan dan Lebaran Jadi Penentu Keberlanjutan Bisnis Digital

Setelah periode Ramadan dan Idul Fitri yang menjadi puncak aktivitas e-commerce pada kuartal pertama
Komisi X DPR Kunker ke BPS Sulteng, Fokus Sensus Ekonomi 2026

Komisi X DPR Kunker ke BPS Sulteng, Fokus Sensus Ekonomi 2026

Komisi X DPR RI melaksanakan kunjungan kerja (Kunker) ke Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) pada Rabu (1/4/2026). Kegiatan yang
Dukung Transisi Energi, SPKLU Terbesar di Indonesia Ada di Bekasi, Isi Daya Hanya 20 Menit

Dukung Transisi Energi, SPKLU Terbesar di Indonesia Ada di Bekasi, Isi Daya Hanya 20 Menit

Seiring dengan pesatnya adopsi kendaraan listrik di Indonesia, kebutuhan akan infrastruktur pengisian daya yang mumpuni menjadi hal yang krusial. 

Trending

Pemerintah Jamin Produktivitas ASN Tetap Terjaga di Tengah Kebijakan WFH Taktis

Pemerintah Jamin Produktivitas ASN Tetap Terjaga di Tengah Kebijakan WFH Taktis

Pemerintah menegaskan bahwa kebijakan WFH bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) sebanyak satu hari dalam seminggu merupakan strategi jangka pendek yang terukur. 
KNVB Resmi Larang 3 Pemain Timnas Indonesia Main di Liga Belanda, Maarten Paes Terbebas

KNVB Resmi Larang 3 Pemain Timnas Indonesia Main di Liga Belanda, Maarten Paes Terbebas

Federasi Sepak Bola Belanda, KNVB, melalui seorang juru bicara, melarang para pemain Timnas Indonesia yang berkarier di Liga Belanda untuk bermain. Namun, Maarten Paes tidak termasuk dalam daftar tersebut.
Warga Bekasi dan Sekitar Siap-siap, Dedi Mulyadi Umumkan Apartemen Meikarta Akan Bisa Dicicil Mulai Rp1 Jutaan

Warga Bekasi dan Sekitar Siap-siap, Dedi Mulyadi Umumkan Apartemen Meikarta Akan Bisa Dicicil Mulai Rp1 Jutaan

​​​​​​​Dedi Mulyadi umumkan Apartemen Meikarta bisa dicicil mulai Rp1 jutaan. Warga Bekasi berpenghasilan UMK kini punya peluang miliki hunian yang layak.
Ucapan Jay Idzes Jadi Sorotan Media Bulgaria usai Timnas Indonesia Gagal Juara FIFA Series 2026

Ucapan Jay Idzes Jadi Sorotan Media Bulgaria usai Timnas Indonesia Gagal Juara FIFA Series 2026

Pernyataan kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes, menjadi sorotan besar media Bulgaria usai kekalahan tipis skuad Garuda di final FIFA Series 2026. Seperti apa?
Gara-gara Emil Audero, Timnas Indonesia Jadi Sorotan Media Italia usai Gagal Lawan Bulgaria di FIFA Series

Gara-gara Emil Audero, Timnas Indonesia Jadi Sorotan Media Italia usai Gagal Lawan Bulgaria di FIFA Series

Media Italia ikut menyoroti kekalahan tipis Timnas Indonesia dari Bulgaria di ajang FIFA Series 2026. Sebut Emil Audero jadi penyebab gagalnya skuad Garuda?
Media Vietnam Heran dengan Bulgaria, Padahal Sudah Kalahkan Timnas Indonesia tapi Tetap Puji Garuda Setinggi Langit

Media Vietnam Heran dengan Bulgaria, Padahal Sudah Kalahkan Timnas Indonesia tapi Tetap Puji Garuda Setinggi Langit

Kekalahan tipis Timnas Indonesia di final FIFA Series ternyata tidak menghapus kesan positif di mata dunia. Media Vietnam heran dengan pujian pelatih Bulgaria.
Dedi Mulyadi Ngambek Saat Sidak, Kucurkan Rp20 Juta untuk Perbaikan Atap SMA Negeri di Subang

Dedi Mulyadi Ngambek Saat Sidak, Kucurkan Rp20 Juta untuk Perbaikan Atap SMA Negeri di Subang

Dedi Mulyadi sidak SMA Negeri di Subang, temukan kondisi kotor dan atap rusak. Ia langsung kucurkan Rp20 juta dan beri nasihat tegas soal kreativitas.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT