News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pelaku Tak Dimunculkan, Bea Cukai Madura Hanya Musnahkan Jutaan Rokok Ilegal secara Seremonial

Kantor Bea dan Cukai Madura, musnahkan belasan juta batang rokok ilegal dan ratusan liter miras yang disita dari sejumlah tempat di Kabupaten di Madura. 
Selasa, 15 November 2022 - 14:42 WIB
Bea Cukai Madura musnahkan jutaan rokok ilegal, pelaku tak dimunculkan
Sumber :
  • tim tvone - verros

Pamekasan, Jawa Timur - Kantor Bea dan Cukai Madura, Selasa (15/11), memusnahkan belasan juta batang rokok ilegal dan ratusan liter minuman keras yang disita dari sejumlah tempat di Kabupaten di Madura. 

Pemusnahan ratusan hingga jutaan batang rokok dan barang ilegal ini hanya seremonial tahunan, yang dilakukan oleh kantor Bea dan Cukai Madura. Selain pemusnahan barang buktinya tahun 2022 kali ini dilakukan di Mojokerto, pelakunya pun belum diketahui status sebagi kurir atau pelaku intelektual dari rokok ilegal.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Mulai dari bulan November 2021 hingga November 2022, Bea dan Cukai Madura melakukan pemusnahan sebanyak 11.711.409 batang rokok ilegal dan 618,25 liter minuman beralkohol," ungkap Mohammad Syahirul Alim, Kepala Bea dan Cukai Madura.

Jutaan rokok ilegal yang dimusnahkan berbentuk seremonial tersebut, Bea Cukai Madura dalam rilisnya belum menyebutkan lokasi atau tempat barang ilegal itu diamankan.

"Kedua jenis barang kena cukai tanpa pita cukai yang diamankan petugas dari beberapa tempat di Kabupaten di Madura itu, mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp8.378.522.637," terang Syahirul Alim.

Jutaan batang rokok ilegal yang dimusnahkan itu hingga hari ini Bea Cukai Madura belum menangkap pelaku intelektualnya. Bea Cukai Madura dalam konferensi persnya di hadapan para awak media hanya menyebut, mengamankan 6 orang pelaku.

"Saya menduga 6 orang itu yang ditangkap petugas Bea Cukai Madura bukan pelaku intelektualnya, bisa jadi itu kurir yang menjadi korban," kata Basri Ketua Perkumpulan Pemuda Pengawal Keadilan (P3K).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Aktivis yang aktif di Badan Koordinasi (Badko) Himpunan Mahasiswa Islam Jawa Timur menilai, selama ini Bea Cukai Madura hanya bisa mengamankan barang ilegal itu dari warung kelontong, melainkan bukan dari gudang produksi rokok ilegal yang tersebar di beberapa wilayah di Madura, khususnya Pamekasan.

"Kalau Bea dan Cukai Madura bekerja dengan baik dan maksimal, maka jangan hanya toko-toko kecil yang dijadikan target operasi, tetapi pemain-pemain besar juga ditindak, sehingga peredaran rokok ilegal di Pamekasan bisa menurun," tandasnya. (vaf/hen)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT