GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Polisi Kini Buru 7 Korban Teror Pembakaran Jember yang Menghilang, Mereka Ternyata Preman yang Kerap Memeras Warga

Setelah menetapkan 9 tersangka pembakaran dan perusakan rumah dan kendaraan, polisi kini justru memburu para korban pembakaran dan perusakan di Jember, Jatim
  • Reporter :
  • Editor :
Kamis, 11 Agustus 2022 - 08:11 WIB
Polisi buru korban pembakaran di Jember yang ternyata kerap memeras penduduk dan petani
Sumber :
  • Sinto Sofiadin

Jember, Jawa Timur - Babak baru kasus pembakaran dan perusakan di desa Mulyorejo, Silo, Jember, Jawa Timur terus bergulir. Setelah menetapkan 9 tersangka pembakaran dan perusakan rumah dan kendaraan, polisi kini justru memburu para korban pembakaran dan perusakan.

Pasalnya, sejak rumah dan kendaraan dibakar massa, korban menghilang alias kabur. Menurut warga, para korban pembakaran ini kabur ke luar Jawa. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Mereka kabur ke luar Jawa," kata Anwari, warga Kalibaru, Banyuwangi.

Perburuan polisi pada para korban pembakaran dan perusakan ini berdasarkan laporan warga dan tersangka yang mengaku penyebab pembakaran dan perusakan justru perilaku para korban. 

"Mereka mengaku sering dipalak atau diperas oleh para korban. Pemerasan itu sering kali terjadi. Ini yang membuat para tersangka pembakaran sakit hati dan balas dendam," terang AKBP Hery Purnomo, Kapolres Jember.

Menurut Hery, ada 7 korban pembakaran yang kini diburu tim Reskrim polres Jember. 

"Mereka semua adalah yang rumahnya dibakar dan dirusak massa. Kecuali rumah  Ustaz Khozin," kata Hery.

Warga mengaku sering kehilangan kopi dan pisang siap panen. Bahkan, para korban pembakaran itu sering semena-mena memintai sejumlah uang pada petani kopi. Jika tidak dituruti, mereka tega melukai. 

Polres Jember saat ini mengirim sejumlah tim untuk memburu pelaku pemerasan yang juga menjadi korban pembakaran dan perusakan.

Sementara itu, Ustaz Khozin mengaku dirinya bukanlah salah satu yang menjadi buruan polisi. Meski dirinya adalah salah satu korban pembakaran. 

"Justru yang membakar mobil dan motor saya adalah kelompok S, yang rumahnya dibakar massa," kata Ustaz Khozin.

Khozin mengaku sebelum kendaraannya dibakar, seseorang bernama Wahyudi, mendatangi rumahnya dan mengancam dirinya. 

"Saya dikira lapor polisi atau Pak Camat. Padahal, polisi kemari untuk mendata dan bertanya tentang pembakaran beberapa hari sebelumnya. Jadi, kelompok S beranggapan kedatangan polisi ke rumah saya itu karena saya lapor polisi," kata Khozin.  

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Khozin pun berharap polisi segera menangkap orang-orang yang meresahkan di desanya. 

"Saya takut dan tak ingin istri saya jadi janda. Tolong, tangkap mereka pak," kata Khozin. (sss/act)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ironis, Pemudik Dipalak 3 Pria di Tanah Abang Jakarta, Polisi Beberkan Kronologinya

Ironis, Pemudik Dipalak 3 Pria di Tanah Abang Jakarta, Polisi Beberkan Kronologinya

Ironis, seorang pemudik asal Pandeglang, Arif, dipalak tiga pria di kawasan Kebon Kacang, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Palak tersebut dengan dalih meminta
Mahfud MD Kritik Keras KPK soal Mantan Menag Yaqut: Ini Hukum Loh!

Mahfud MD Kritik Keras KPK soal Mantan Menag Yaqut: Ini Hukum Loh!

Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) RI Mahfud MD lontarkan kritikan keras terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi KPK
PP AMPG Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Aceh Tamiang, Imbau Tinggalkan Tenda

PP AMPG Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Aceh Tamiang, Imbau Tinggalkan Tenda

Ketua Umum PP AMPG Said Aldi Al Idrus mengimbau kepada seluruh korban bencana banjir di Aceh Tamiang yang telah menerima bantuan rumah sewa, Huntara, uang lauk,
DPR Kritik Praktik Monopoli Penerbangan Domestik, Usul Buka Akses untuk Maskapai Luar Negeri

DPR Kritik Praktik Monopoli Penerbangan Domestik, Usul Buka Akses untuk Maskapai Luar Negeri

Anggota Komisi X DPR Robert Joppy Kardinal mengkritik praktik monopoli dan duopoli rute penerbangan, khususnya di wilayah Indonesia Timur seperti Maluku dan
Pengamat Nilai Praktik Non Kader Jadi Ketum Bisa Rusak Demokrasi Partai

Pengamat Nilai Praktik Non Kader Jadi Ketum Bisa Rusak Demokrasi Partai

Dosen Hukum Tata Negara Universitas Indonesia, Titi Anggraini, menyoroti soal praktik terpilihnya ketua umum partai politik dari kalangan bukan kader partai.
Polri Dinilai Berhasil Amakan Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026

Polri Dinilai Berhasil Amakan Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026

Serangkaian kebijakan momen arus mudik dan balik Hari Raya Idulfitri atau Lebaran 2026 oleh Polri menuai respons positif.

Trending

Polri Dinilai Berhasil Amakan Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026

Polri Dinilai Berhasil Amakan Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026

Serangkaian kebijakan momen arus mudik dan balik Hari Raya Idulfitri atau Lebaran 2026 oleh Polri menuai respons positif.
DPR Wanti-Wanti Kenaikan Harga Pupuk Imbas Perang Iran vs Israel-AS, Pemerintah Diminta Produksi Sendiri

DPR Wanti-Wanti Kenaikan Harga Pupuk Imbas Perang Iran vs Israel-AS, Pemerintah Diminta Produksi Sendiri

Anggota Komisi IV DPR RI Hindun Anisah mengingatkan pemerintah terkait ancaman kenaikan harga pupuk akibat perang Iran dengan Israel dan Amerika Serikat (AS).
Timnas Indonesia Pesta Gol, Tapi Erick Thohir Justru Kirim Sinyal Bahaya Jelang Final Lawan Bulgaria

Timnas Indonesia Pesta Gol, Tapi Erick Thohir Justru Kirim Sinyal Bahaya Jelang Final Lawan Bulgaria

Ketum PSSI, Erick Thohir, meminta Timnas Indonesia segera mengalihkan fokus ke laga lawan Bulgaria usai meraih kemenangan meyakinkan pada ajang FIFA Series 2026
Sengaja Menepuk Nyamuk karena Diganggu, Bagaimana Hukumnya dalam Agama Islam? Buya Yahya Beri Penjelasan

Sengaja Menepuk Nyamuk karena Diganggu, Bagaimana Hukumnya dalam Agama Islam? Buya Yahya Beri Penjelasan

KH Yahya Zainul Ma'arif alias Buya Yahya menjelaskan hukum membunuh atau menepuk nyamuk secara sengaja akibat diganggu maupun digigit dalam syariat agama Islam.
Pelatih Bulgaria Sindir Level Timnas Indonesia, Starting XI John Herdman Disorot, hingga Media Prancis Heran dengan Calvin Verdonk

Pelatih Bulgaria Sindir Level Timnas Indonesia, Starting XI John Herdman Disorot, hingga Media Prancis Heran dengan Calvin Verdonk

3 berita Timnas Indonesia terpopuler: sindiran pelatih Bulgaria, starting XI John Herdman bikin netizen heboh, hingga Calvin Verdonk disorot media Prancis.
Reaksi Para Pemain Persib Bandung Usai Beckham Putra Cetak Brace untuk Timnas Indonesia, Thom Haye Paling Bangga

Reaksi Para Pemain Persib Bandung Usai Beckham Putra Cetak Brace untuk Timnas Indonesia, Thom Haye Paling Bangga

Para pemain Persib Bandung kompak memberikan reaksi tak lama setelah Beckham Putra mencetak dua gol kemenangan Timnas Indonesia atas Saint Kitts and Nevis.
Bakal Hadapi Timnas Indonesia di Final FIFA Series 2026, Media Bulgaria Lempar Pujian Berkelas untuk Beckham Putra

Bakal Hadapi Timnas Indonesia di Final FIFA Series 2026, Media Bulgaria Lempar Pujian Berkelas untuk Beckham Putra

Aksi berkelas Beckham Putra yang sukses bikin dua gol untuk Timnas Indonesia ke gawang Saint Kitts and Nevis di FIFA Series mendapat pujian dari media Bulgaria.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT