News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Ayah Bunuh Anak Kandung di Lamongan Pakai Tabung Elpiji, Terancam Hukuman Mati

Peristiwa tragis pembunuhan berdarah terjadi di Dusun Talun, Desa Sidogembul, Kecamatan Sukodadi, Kabupaten Lamongan, Jumat (23/01).
  • Reporter :
  • Editor :
Senin, 26 Januari 2026 - 14:45 WIB
Peristiwa tragis pembunuhan berdarah terjadi di Dusun Talun, Desa Sidogembul
Sumber :
  • tvOne - m mahrus

Lamongan, tvOnenews.com – Peristiwa tragis pembunuhan berdarah terjadi di Dusun Talun, Desa Sidogembul, Kecamatan Sukodadi, Kabupaten Lamongan, Jumat (23/01). Seorang pria berinisial S (53), yang berprofesi sebagai guru, ditemukan tewas mengenaskan setelah dianiaya secara brutal oleh ayah kandungnya sendiri, S bin N (76), menggunakan tabung gas elpiji 3 kilogram. Kasus ini akhirnya terungkap.

Kapolres Lamongan, AKBP Arif Fazlurrahman, mengungkapkan bahwa peristiwa memilukan tersebut terjadi di dalam rumah pelaku sekitar pukul 06.30 WIB. Motif di balik aksi nekat sang ayah diduga kuat karena akumulasi rasa sakit hati yang mendalam terhadap korban.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Berdasarkan keterangan-keterangan yang kami gali dari para saksi, baik orang tua korban (ibu kandung korban), istri korban, adik-adik, dan lingkungan keluarga, kami menyimpulkan motif dari tindak kekerasan yang terjadi adalah hubungan tidak harmonis atau cekcok dalam keluarga yang didasari atau disebabkan oleh pembagian warisan yang diterima oleh korban,” ungkap Kapolres.

Kejadian bermula saat korban tengah tertidur pulas dalam posisi miring di atas kursi kayu panjang. Pelaku yang diduga telah lama memendam amarah melihat kesempatan tersebut, lalu menuju dapur untuk mengambil tabung gas elpiji melon 3 kilogram.

“Tersangka mengambil tabung gas dari dapur yang berjarak sekitar empat meter dari posisi korban. Tanpa ampun, tersangka menghantamkan tabung tersebut ke arah kepala korban sebanyak lima kali menggunakan kedua tangannya,” ujar AKBP Arif Fazlurrahman dalam keterangan pers, Senin (26/01).

Setelah melihat putranya berlumuran darah dan tidak berdaya, tersangka sempat menutupi wajah korban dengan bantal berwarna merah muda dan kemudian melarikan diri ke wilayah Kecamatan Sukodadi.

Selain itu, pelaku juga sempat berganti pakaian agar tidak dicurigai dan berupaya naik bus. Namun, pelariannya gagal setelah warga bersama kepala dusun berhasil menangkap pelaku dan menyerahkannya ke Mapolsek Sukodadi.

Sementara itu, berdasarkan hasil pemeriksaan medis dan psikologis, pihak kepolisian menyatakan bahwa tersangka melakukan aksinya dalam kondisi sadar sepenuhnya. Sikap dingin pelaku justru menjadi perhatian penyidik.

“Kondisi tersangka normal dan tidak dalam gangguan jiwa. Ia mampu menceritakan setiap detail kejadian secara gamblang. Meski mengaku siap bertanggung jawab secara hukum, tersangka secara terang-terangan menyatakan tidak menyesali perbuatannya,” jelas Kapolres.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam kasus ini, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya satu tabung gas elpiji 3 kilogram berwarna hijau yang digunakan sebagai alat kejahatan, sebuah bantal merah muda, serta beberapa helai pakaian milik korban dan pelaku yang masih terdapat bercak darah.

Akibat perbuatannya, tersangka terancam hukuman berat. Penyidik menjeratnya dengan pasal berlapis, yakni Pasal 44 Ayat (3) Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan KDRT, Pasal 459 KUHP tentang Pembunuhan Berencana, serta Pasal 468 Ayat (2) KUHP tentang Penganiayaan Berat yang Mengakibatkan Kematian. Berdasarkan pasal-pasal tersebut, tersangka terancam hukuman mati, penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling lama 20 tahun. (mmr/gol)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Dedi Mulyadi Tegur Keras Kontraktor, Gedung Proyek Memakan Jalan Provinsi dan Belum Miliki IMB: Bapak Pelit

Dedi Mulyadi Tegur Keras Kontraktor, Gedung Proyek Memakan Jalan Provinsi dan Belum Miliki IMB: Bapak Pelit

Dedi Mulyadi tegur kontraktor yang bangun gedung memakan jalan provinsi tanpa IMB. Proyek harus dibongkar, ia sebut kontraktor ‘Bapak Pelit'. Simak beritanya!
Ramalan Keuangan Zodiak Besok, 10 April 2026: Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces

Ramalan Keuangan Zodiak Besok, 10 April 2026: Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces

​​​​​​​Ramalan keuangan zodiak besok, 10 April 2026, untuk Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces. Panduan strategi finansial harian.
Persib Bandung Tanpa Julio Cesar Vs Bali United, Bojan Hodak Santai: Pengganti Lebih Siap!

Persib Bandung Tanpa Julio Cesar Vs Bali United, Bojan Hodak Santai: Pengganti Lebih Siap!

Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, membeberkan kondisi terkini timnya jelang laga lawan Bali United pada pekan ke-27 BRI Super League 2025-2026.
Bisa-bisanya Kapten Red Sparks Susul Megawati ke Indonesia, Sinyal Kuat Megatron Comeback ke Liga Voli Korea?

Bisa-bisanya Kapten Red Sparks Susul Megawati ke Indonesia, Sinyal Kuat Megatron Comeback ke Liga Voli Korea?

Kunjungan kapten Red Sparks, Yeum Hye-seon ke Indonesia langsung memicu spekulasi besar: apakah ini menjadi langkah awal untuk reuni Megawati Hangestri di V-League
Penjelasan Dedi Mulyadi Soal Nonaktifkan Sementara Kepala Samsat Soekarno-Hatta Terkait KTP Pajak

Penjelasan Dedi Mulyadi Soal Nonaktifkan Sementara Kepala Samsat Soekarno-Hatta Terkait KTP Pajak

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menindak tegas jajarannya yang dinilai hambat pelayanan publik. Kepala Samsat Soekarno-Hatta resmi dinonaktifkan sementara.
WFH Jumat ASN Surabaya Disorot DPRD, Dinilai Rawan Hari Kejepit

WFH Jumat ASN Surabaya Disorot DPRD, Dinilai Rawan Hari Kejepit

Kebijakan work from home (WFH) bagi ASN di lingkungan Pemkot Surabaya yang diterapkan setiap Jumat menuai sorotan dari Komisi A DPRD Kota Surabaya.

Trending

Ramalan Keuangan Zodiak 10 April 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo

Ramalan Keuangan Zodiak 10 April 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo

​​​​​​​Ramalan keuangan zodiak 10 April 2026 untuk Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo. Panduan harian agar keputusan uang lebih bijak dan strategis.
Penjelasan Dedi Mulyadi Soal Nonaktifkan Sementara Kepala Samsat Soekarno-Hatta Terkait KTP Pajak

Penjelasan Dedi Mulyadi Soal Nonaktifkan Sementara Kepala Samsat Soekarno-Hatta Terkait KTP Pajak

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menindak tegas jajarannya yang dinilai hambat pelayanan publik. Kepala Samsat Soekarno-Hatta resmi dinonaktifkan sementara.
WFH Jumat ASN Surabaya Disorot DPRD, Dinilai Rawan Hari Kejepit

WFH Jumat ASN Surabaya Disorot DPRD, Dinilai Rawan Hari Kejepit

Kebijakan work from home (WFH) bagi ASN di lingkungan Pemkot Surabaya yang diterapkan setiap Jumat menuai sorotan dari Komisi A DPRD Kota Surabaya.
Bisa-bisanya Kapten Red Sparks Susul Megawati ke Indonesia, Sinyal Kuat Megatron Comeback ke Liga Voli Korea?

Bisa-bisanya Kapten Red Sparks Susul Megawati ke Indonesia, Sinyal Kuat Megatron Comeback ke Liga Voli Korea?

Kunjungan kapten Red Sparks, Yeum Hye-seon ke Indonesia langsung memicu spekulasi besar: apakah ini menjadi langkah awal untuk reuni Megawati Hangestri di V-League
Gagal Lolos ke Piala Dunia 2026, Pemain Timnas Putuskan Jadi Warga Negara Belanda Lagi usai Dilarang Main di Liga Belanda

Gagal Lolos ke Piala Dunia 2026, Pemain Timnas Putuskan Jadi Warga Negara Belanda Lagi usai Dilarang Main di Liga Belanda

Seorang pemain timnas memutuskan untuk menjadi warga negara Belanda lagi. Hal ini seiring dengan larangan bermain di Liga Belanda.
Gubernur Dedi Mulyadi Nonaktifkan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Buntut Cuek Aturan Pajak Kendaraan Tanpa KTP

Gubernur Dedi Mulyadi Nonaktifkan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Buntut Cuek Aturan Pajak Kendaraan Tanpa KTP

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) menonaktifkan sementara Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Kota Bandung imbas temuan dugaan abaikan aturan pembayaran pajak kendaraan bermotor (PKB) tanpa KTP pemilik pertama.
Pemain Timnas Putuskan Jadi Warga Negara Belanda Lagi usai Gagal ke Piala Dunia 2026, Bakal Dilarang Main di FIFA Matchday?

Pemain Timnas Putuskan Jadi Warga Negara Belanda Lagi usai Gagal ke Piala Dunia 2026, Bakal Dilarang Main di FIFA Matchday?

Seorang pemain timnas telah memutuskan untuk menjadi warga negara Belanda lagi usai kegagalan lolos ke Piala Dunia 2026. Hal ini bisa berimplikasi kepada ketersediaannya di FIFA Matchday.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT