Arus Peti Kemas Tembus 13.34 Juta TEUs, Tumbuh 6,87 Persen
- tim tvone - tim tvone
Surabaya, tvOnenews.com – Jumlah arus peti kemas yang melewati seluruh terminal di bawah pengelolaan PT Pelindo Terminal Petikemas periode Januari sampai dengan Desember 2025 tercatat sebanyak 13,34 Juta TEUs. Jumlah tersebut terdiri dari peti kemas dalam negeri atau domestik sebanyak 8,94 Juta TEUs dan peti kemas luar negeri atau internasional sebanyak 4,4 Juta TEUs.
Corporate Secretary PT Pelindo Terminal Petikemas Widyaswendra mengatakan arus peti kemas tahun 2025 tumbuh sebesar 6,87 persen jika dibandingkan dengan tahun 2024 sebanyak 12,48 Juta TEUs. Menurutnya, pertumbuhan tersebut didorong oleh sejumlah faktor, salah satunya adalah permintaan atau pengiriman barang menggunakan peti kemas yang semakin meningkat.
“Kami juga mencatat kunjungan kapal di beberapa terminal, hal ini berbanding lurus dengan peningkatan komoditas di masing-masing daerah, dengan kata lain permintaan atau distribusi barang juga meningkat,” kata Widyaswendra, Rabu (14/01).
Widyaswendra mencontohkan peningkatan arus peti kemas di TPK Jambi yang dipicu oleh peningkatan permintaan komoditas semen seiring dengan pembangunan properti di wilayah tersebut. TPK Ternate mencatat pertumbuhan karena adanya pengiriman barang keperluan tambang di Halmahera. Hal serupa juga terjadi di TPK Merauke yang meningkat seiring dengan pelaksanaan program strategis nasional di Provinsi Papua Selatan.
Perseroan juga mencatat adanya kenaikan jumlah arus peti kemas internasional sebesar 10,28 persen dari 3,99 Juta TEUs di tahun 2024 menjadi 4,40 Juta TEUs di tahun 2025. Peningkatan arus peti kemas internasional salah satunya terjadi di Terminal Teluk Lamong dengan pertumbuhan sekitar 25 persen dari tahun sebelumnya. Pertumbuhan di Terminal Teluk Lamong salah satunya dikarenakan adanya penambahan 5 service baru yang melalui terminal tersebut.
“Arus peti kemas internasional ini juga meningkat karena adanya peningkatan pengiriman barang ke Korea, Amerika Serikat, Jepang dan China yang melalui TPK Semarang,” lanjut Widyaswendra.
Ekonom senior INDEF (Institute for Development of Economics and Finance) Didik J. Rachbini di hadapan para pimpinan perusahaan pelayaran internasional dan domestik menyebut pertumbuhan arus peti kemas tidak akan jauh dari pertumbuhan ekonomi nasional. Pada triwulan III tahun 2025 perekonomian Indonesia tumbuh 5,04 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024. Menurut Didik, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional diperlukan peningkatan aktivitas produksi melalui industrialisasi.
Load more