Anak Tewas Diduga Dianiaya Ibu Tiri di Sukabumi, Keluarga Minta Pendampingan KPAI
Jakarta, tvOnenews.com - Lisna, ibu kandung Nizam Syafi’i (NS), korban dugaan penganiayaan yang diduga dilakukan oleh ibu tirinya, mendatangi Komisi Perlindungan Anak Indonesia ( Kpai) pada Senin siang untuk meminta pendampingan hukum dan perlindungan.
Lisna datang bersama kuasa hukumnya setelah menerima kabar bahwa anaknya mengalami sejumlah luka, termasuk dugaan bekas kekerasan benda tumpul serta indikasi retak pada bagian belakang kepala.
Selain itu, dalam proses autopsi juga akan diperiksa kemungkinan adanya zat berbahaya yang menyebabkan kematian korban.
Lisna mengaku terakhir kali bertemu dengan anaknya sekitar lima tahun lalu. Ia menyebut komunikasi dengan Nizam terputus setelah sang ayah menyampaikan kepada anak bahwa ibu kandungnya telah meninggal dunia.
Ia juga mengaku tidak sempat menemui anaknya saat dirawat di rumah sakit karena jarak tempat tinggalnya di wilayah Sukabumi cukup jauh dan informasi diterimanya terlambat.
Terkait dugaan kekerasan yang sebelumnya pernah dilaporkan dan disebut sempat berujung damai, Lisna mengaku tidak mengetahui secara rinci proses tersebut. Ia berharap hasil autopsi dapat mengungkap fakta secara terang.
Sementara itu, dokter spesialis anak dari RSUD Jampang Kulon yang menangani korban menyampaikan bahwa kondisi kegawatdaruratan NS bukan terutama disebabkan luka luar, melainkan gangguan pernapasan berat.
Menurut dokter, saat pertama kali tiba di rumah sakit bersama ayah dan keluarganya, korban mengalami sesak napas parah sehingga langsung dirujuk ke ruang ICU untuk mendapatkan alat bantu pernapasan.
Tim medis menemukan beberapa luka pada tubuh korban, termasuk luka lebam dan luka bakar. Sebagian luka dinilai tampak lama, sementara lainnya terlihat baru.
Namun, pihak rumah sakit belum dapat menyimpulkan secara pasti penyebab luka tersebut, apakah akibat benda tumpul, luka bakar, atau kondisi medis tertentu.
Hingga kini, penyebab pasti kematian NS yang berusia 14 tahun asal Surade, Kabupaten Sukabumi, masih menunggu hasil autopsi dari tim forensik.