Banjir Luapan Sungai Bengawan Njero di Lamongan Meluas,1.840 Rumah Warga Terendam
- moh mahrus
Lamongan, tvOnenews.com - Banjir akibat luapan Sungai Bengawan Njero di Kabupaten Lamongan semakin meluas. Pada Senin (12/1) siang, banjir terjadi akibat sungai yang tidak mampu menampung tingginya debit air dari intensitas hujan beberapa hari tetakhir.
Menurut data dari BPBD Kabupaten Lamongan, saat ini terdapat 1.840 rumah warga di lima kecamatan wilayah Bengawan Jero yang terendam banjir dengan ketinggian banjir mulai dari 30 hingga 80 sentimeter.
Lima kecamatan tersebut, yakni kecamatan Kalitengah, Kecamatan Turi, Kecamatan Karangbinangun, Kecamatan Glagah, serta Kecamatan Deket. Banjir terparah terjadi di Desa Bojoasri, Kecamatan Kalitengah.
"Per hari ini, Senin 12 Januari tercatat ada 1.840 rumah warga di lima kecamatan yang terdampak,” ujar Eri Rosidi, Kabid Kedaruratan dan Penanggulangan Bencana BPBD Lamongan.
Selain merendam ribuan rumah warga, banjir akibat luapan Sungai Bengawan Jero di Lamongan tersebut juga merendam puluhan fasilitas umum seperti sarana tempat ibadah, terdapat 14 masjid serta 11 gedung lembaga pendidikan sekolah diantaranya PAUD, SD, SMP dan Gedung SMA.
Sementara, untuk memastikan proses belajar mengajar tetap berjalan, BPBD Lamongan telah menyediakan bantuan berupa armada sarana transportasi air bagi para siswa di wilayah yang terdampak banjir paling parah.
"Terkait penanganan sekolah, kami terus berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan. Kami juga sudah mengirimkan bantuan perahu dari fiber yang bisa digunakan untuk antar jemput siswa jika diperlukan," tambah Eri.
Berdasarkan perkiraan BMKG, pada dasarian kedua ini, curah hujan diprediksi sedikit menurun dibandingkan dasarian pertama (1-10 Januari) kemarin.
“Semoga kondisi segera membaik," tutupnya. (mmr/far)
Load more