GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Mentan Tegaskan Deregulasi Sektor Gula Demi Swasembada dalam Tiga Tahun

Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman menegaskan pentingnya deregulasi kebijakan sektor pertanian, khususnya pada komoditas gula, guna mempercepat terwujudnya swasembada dalam waktu maksimal tiga tahun. 
  • Reporter :
  • Editor :
Rabu, 11 Juni 2025 - 15:12 WIB
Menteri Pertanian RI, Andi Amran
Sumber :
  • tvOne - zainal azkhari

Surabaya, tvOnenews.com -  Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman menegaskan pentingnya deregulasi kebijakan sektor pertanian, khususnya pada komoditas gula, guna mempercepat terwujudnya swasembada dalam waktu maksimal tiga tahun. 

Menurutnya, banyak aturan lama yang tidak relevan dan justru menghambat produktivitas petani serta perusahaan negara seperti PTPN

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kalau kita ingin swasembada gula dipercepat, deregulasi harus dilakukan sekarang. Banyak regulasi lama yang menghambat langkah cepat di lapangan. Ini harus dibongkar dan disederhanakan demi kepentingan negara dan petani," ujar Amran dalam Rapat Kerja Menteri Pertanian RI dengan PTPN Grup di PT SGN Surabaya, Selasa (11/6).

Perbaikan Lahan dan Strategi Swasembada

Salah satu kendala utama dalam mewujudkan swasembada gula adalah kerusakan lahan. Amran mengungkapkan bahwa 86% lahan tebu nasional sudah dalam kondisi tidak optimal, sehingga perbaikan harus dilakukan secara menyeluruh dalam waktu maksimal tiga tahun. 

Untuk itu, Kementan menerapkan dua strategi utama: 

1. Intensifikasi, meliputi penyediaan benih unggul, perbaikan irigasi, dan pengolahan tanah. 
2. Ekstensifikasi, yaitu perluasan areal tanam hingga 200.000 hektare. 

"Presiden sudah menyetujui. Tahun ini mulai jalan," ujar Amran. 

Dukungan Anggaran dan Kredit untuk Petani

Presiden Prabowo Subianto telah menyetujui anggaran sebesar Rp30–Rp40 triliun untuk mendukung proyek perluasan dan perbaikan lahan tebu. Dana ini akan digunakan untukpupuk bersubsidi, bibit unggul, dan sarana produksi. 

Amran juga menyoroti sistem kredit pertanian yang dinilai menghambat petani. Salah satu kendalanya adalah sistem akumulasi plafon pinjaman, yang membatasi akses kredit meskipun petani membayar tepat waktu. 

"Seharusnya kalau lancar bayar, bisa pinjam lagi. Ini justru memperkuat produksi," tegasnya. 

Tahun ini, produksi gula nasional ditargetkan mencapai 2,9 juta ton, angka tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. 

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), Mahmudi, menyampaikan komitmen SGN dalam mendukung target swasembada. 

"Pesan Pak Mentan jelas: kita harus bangkit dan bekerja eksponensial, bukan sekadar naik 10–20%. Beliau ingin kita bergerak cepat," ujarnya. 

Mahmudi menegaskan bahwa SGN telah berhasil meningkatkan produksi dari 751 ribu ton menjadi satu juta ton, naik 30% dalam dua tahun terakhir. SGN juga telah memperluas lahan tebu baru hingga 10.300 hektare, melampaui target awal 5.000 hektare. 

Ke depan, SGN menargetkan produksi sebesar 4 juta ton tahun depan, kemudian 5 juta ton di tahun berikutnya. Untuk mencapai target ini, SGN mengusulkan: 

1. Perbaikan produktivitas lahan tebu, dengan minimal 86% lahan produktif dan peningkatan varietas unggul. 

2. Peningkatan rendemen, dengan optimalisasi varietas dan pematangan tebu.

3. Perbaikan infrastruktur karyawan, termasuk alokasi Rp25 miliar untuk renovasi 799 unit rumah karyawan. 

4. Ketersediaan bibit, yang saat ini mencapai kebutuhan 1,25–1,5 juta bibit. 

5. Relaksasi bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari 6% menjadi 3%, dengan tambahan dana sekitar Rp250 miliar. 

Selain itu, SGN telah mengidentifikasi 35.000 hektare lahan potensial, meskipun 8.500 hektare belum bisa dieksekusi karena kendala regulasi dan biaya. 

Mahmudi menegaskan bahwa kolaborasi semua pihak sangat penting dalam mewujudkan swasembada gula nasional. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Perusahaan ini milik kita semua. Ini amanah yang harus kita jalankan dengan kerja keras, kerja cerdas, dan penuh integritas," pungkasnya. 

Upaya deregulasi dan dukungan anggaran dari pemerintah diharapkan dapat mempercepat terwujudnya swasembada gula dan memastikan ketahanan pangan nasional ke depan. (zaz/gol)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Buntut 3 Dokter Magang Tewas, Kemenkes: Bukan Kelebihan Beban Kerja, Ini Kronologi Lengkapnya

Buntut 3 Dokter Magang Tewas, Kemenkes: Bukan Kelebihan Beban Kerja, Ini Kronologi Lengkapnya

Buntut tiga dokter internship atau magang yang meninggal dunia dalam waktu berdekatan di lokasi berbeda. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) angkat bicara terkait
Meski Gagal Comeback, Media Korea Puji Kehebatan Megawati Hangestri di Draft Pemain Asing V-League

Meski Gagal Comeback, Media Korea Puji Kehebatan Megawati Hangestri di Draft Pemain Asing V-League

Meski Megawati Hangestri dipastikan tak kembali ke V-League musim depan, media Korea tetap menyoroti kehebatan “Megatron” saat membahas draft pemain asing.
Seskab Bocorkan Keberhasilan Indonesia Raih Investasi Lebih Rp380 T di Jepang

Seskab Bocorkan Keberhasilan Indonesia Raih Investasi Lebih Rp380 T di Jepang

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyatakan keberhasilan Indonesia meraih komitmen investasi lebih dari Rp380 triliun di Jepang. Keberhasilan ini
Demi Ketahanan Energi Nasional, Bahlil Pastikan Pemerintah Percepatan Blok Masela

Demi Ketahanan Energi Nasional, Bahlil Pastikan Pemerintah Percepatan Blok Masela

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia memastikan pemerintah mendorong percepatan pengembangan Proyek Strategis Nasional Blok Masela, Maluku. Bahkan Bahlil jelaskan,
Di Luar Dugaan Usai Kalah Tipis dari Bulgaria, John Herdman Blak-blakan soal Performa Menakjubkan Timnas Indonesia

Di Luar Dugaan Usai Kalah Tipis dari Bulgaria, John Herdman Blak-blakan soal Performa Menakjubkan Timnas Indonesia

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, mengungkapkan kekecewaannya usai kekalahan tipis 0-1 dari Bulgaria dalam laga FIFA Series 2026. Dia bilang timnas Indonesia
Media Vietnam Tak Habis Pikir Kesalahan Fatal saat Timnas Indonesia Takluk dari Bulgaria

Media Vietnam Tak Habis Pikir Kesalahan Fatal saat Timnas Indonesia Takluk dari Bulgaria

Media Vietnam soroti kekalahan Timnas Indonesia 0-1 dari Bulgaria di final FIFA Series 2026, beberkan kesalahan penalti menjadi faktor fatal bagi skuad Garuda.

Trending

Kalah karena Penalti, John Herdman Bilang Begini soal Permainan Timnas Indonesia vs Bulgaria

Kalah karena Penalti, John Herdman Bilang Begini soal Permainan Timnas Indonesia vs Bulgaria

Kekalahan perdana yang dialami John Herdman bersama Timnas Indonesia tidak serta-merta membuatnya pesimistis. Meski takluk 0-1 dari Timnas Bulgaria di Stadion -
Pengangkatan Hendarsam Marantoko sebagai Dirjen Imigrasi Momentum Tepat untuk Pembenahan

Pengangkatan Hendarsam Marantoko sebagai Dirjen Imigrasi Momentum Tepat untuk Pembenahan

Momentum pengangkatan Hendarsam Marantoko sebagai Direktur Jenderal Imigrasi dinilai sebagai langkah penting dalam upaya pembenahan sektor keimigrasian nasional.
Ihwal Pencalonan Ketua Umum KONI Papua Barat, Gubernur: Tidak Ada Titipan

Ihwal Pencalonan Ketua Umum KONI Papua Barat, Gubernur: Tidak Ada Titipan

Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan jelaskan, tidak ada titipan atau intervensi dari pihak manapun dalam bursa pencalonan Ketua Umum KONI Papua Barat
Di Luar Dugaan Usai Kalah Tipis dari Bulgaria, John Herdman Blak-blakan soal Performa Menakjubkan Timnas Indonesia

Di Luar Dugaan Usai Kalah Tipis dari Bulgaria, John Herdman Blak-blakan soal Performa Menakjubkan Timnas Indonesia

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, mengungkapkan kekecewaannya usai kekalahan tipis 0-1 dari Bulgaria dalam laga FIFA Series 2026. Dia bilang timnas Indonesia
VAR Buat Timnas Indonesia Kebobolan Lawan Bulgaria, Ini Penyebab Skuad Garuda Dapat Hukuman Penalti di Final FIFA Series 2026

VAR Buat Timnas Indonesia Kebobolan Lawan Bulgaria, Ini Penyebab Skuad Garuda Dapat Hukuman Penalti di Final FIFA Series 2026

Timnas Indonesia harus mengubur mimpi meraih gelar FIFA Series 2026 setelah kalah tipis dari Bulgaria. Kekalahan itu ditentukan lewat penalti kontroversial.
Reaksi Francis Ngannou Usai Israel Adesanya Tersungkur di UFC Seattle: Olahraga Ini Tak Selalu Adil

Reaksi Francis Ngannou Usai Israel Adesanya Tersungkur di UFC Seattle: Olahraga Ini Tak Selalu Adil

Mantan juara kelas berat UFC, Francis Ngannou, mengaku patah hati menyaksikan sahabatnya, Israel Adesanya, kalah TKO dari Joe Pyfer dalam UFC Fight Night 271.
Media Vietnam Tak Habis Pikir Kesalahan Fatal saat Timnas Indonesia Takluk dari Bulgaria

Media Vietnam Tak Habis Pikir Kesalahan Fatal saat Timnas Indonesia Takluk dari Bulgaria

Media Vietnam soroti kekalahan Timnas Indonesia 0-1 dari Bulgaria di final FIFA Series 2026, beberkan kesalahan penalti menjadi faktor fatal bagi skuad Garuda.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT