Lumajang, tvOnenews.com - Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS) menyebut, penutupan jalur pendakian Gunung Semeru murni demi keselamatan pendaki.
Hal ini diumumkan Kepala BBTNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha dalam keterangan tertulis yang diterima tvOnenews.com, Selasa (18/3).
Rudi mengungkapkan, penutupan sementara jalur pendakian Gunung Semeru yang saat ini dilakukan, sama sekali sekali tidak ada hubungan dengan ditemukannya ladang ganja.
Menurutnya, hal ini murni untuk menjaga kesematan pendaki lantaran cuaca ekstrim yang menerpa kawasan Gunung Semeru.
Rudi juga menyebut, penutupan pendakian tidak hanya dilakukan TNBTS, melainkan beberapa taman nasional yang memiliki jalur pendakian.
"Penutupan pendakian Gunung Semeru pada awal tahun sudah rutin dilakukan," ungkap Rudi melalui keterangan tertulis, Selasa (18/3).
Rudi menjelaskan, lokasi ditemukannya puluhan ladang ganja di lereng Gunung Semeru berada di Blok Pusung Duwur, Resort Pengelolaan taman nasional wilayah Senduro dan Gucialit.
Secara administratif, lokasi ini berada di Dusun Pusung Duwur, Desa Argosari, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
Sedangkan, jalur wisata Gunung Bromo berada di sisi utara Gunung Semeru yang jaraknya dari lokasi penemuan ladang ganja sejauh 11 kilometer.
Begitupun dengan jalur pendakian Gunung Semeru yang berjarak 13 kilometer dari lokasi ladang ganja ditemukan.
"Lokasi penemuan tanaman ganja tidak berada di jalur wisata, baik wisata Gunung Bromo maupun Semeru," jelasnya.
Sebelumnya, kasus ladang ganja di lereng Gunung Semeru ini pertama kali terungkap pada September 2024 di Dusun Pusung Duwur, Desa Argosari, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang.
Polisi menangkap 6 orang dan sedang menjalani proses persidangan. Semuanya adalah warga setempat dan berperan sebagai penanam. 6 terdakwa ini yakni Ngatoyo, Bambang, Tomo, Tono, Suari, dan Jumaat.
Ngatoyo meninggal dunia saat ditahan di Lapas Kelas IIB akibat penyakit diabetes yang dideritanya.
Sedangkan, Suari dan Jumaat baru menjalani sidang pembacaan dakwaan, Selasa (18/3) siang. (wso/gol)
Load more