Tidak sedikit penonton yang merangsek hingga masuk ke sirkuit demi bisa melihat motor jagoannya beradu kecepatan.
Wahyu, salah satu remaja asal Desa Dawuhan Lor mengatakan, baru kali ini ia melihat balapan tanpa perlu was-was akan dibubarkan polisi.
Biasanya, kata Wahyu, sambil melihat balapan dirinya juga harus bersiaga di atas kendaraannya untuk siap-siap melarikan diri apabila polisi tiba-tiba datang.
"Baru kali ini lihat balapan bisa tenang, gak dibubarkan polisi, semoga ada lagi besok-besok biar ngabuburitnya lebih seru," kata Wahyu di JLT Lumajang.
Yang hadir ngabuburit dengan balapan motor ini memang didominasi oleh kalangan muda. Mulai dari anak-anak yang masih berada di bangku sekolah menengah.
Sayangnya, anak-anak yang masih di bawah umur atau belum memiliki KTP tidak diperbolehkan untuk menguji kebolehan motornya.
Seperti yang dialami Armando, remaja asal Kelurahan Tompokersan. Ia yang datang membawa sepeda motor vario tidak bisa ikut balapan karena belum memiliki KTP dan BPJS ketenagakerjaan yang dipersyaratkan panitia.
Load more