News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Terekam CCTV, Lima Pesilat di Jember Keroyok dan Aniaya Tiga Warga hingga Luka Parah

Pengeroyokan dan penganiayaan menyebabkan dua orang pemuda warga Desa Purwoasri, Kecamatan Gumukmas, Jember mengalami luka serius.
  • Reporter :
  • Editor :
Minggu, 19 Januari 2025 - 16:01 WIB
Terekam CCTV, Lima Pesilat di Jember Keroyok dan Aniaya Tiga Warga
Sumber :
  • @aslijembermat

Jember, tvOnenews.com - Pengeroyokan dan penganiayaan menyebabkan dua orang pemuda warga Desa Purwoasri, Kecamatan Gumukmas, Jember mengalami luka serius. Ada lima pesilat yang menganiaya dua korban. 

Tidak hanya itu, pemilik rumah bernama Ahmad Basori (43) mengalami patah kaki akibat ditabrak para pelaku yang brutal tersebut. Pengeroyokan dan penganiayaan tersebut viral di media sosial karena terekam CCTV

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kejadian tersebut berawal dua orang pemuda berisinial A-F (15) dan M-L (19) baru pulang makan di sekitar jalan raya Mayangan.

Namun pada saat pulang tersebut, keduanya dibuntuti oleh sekelompok pesilat. Tanpa sebab yang jelas, dua pemuda tersebut dikejar dan tanpa ampun dipukuli dan diinjak secara brutal.

Aksi para pelaku tersebut terekam CCTV milik korban Ahmad Basori. Video berdurasi 1 menit beredar luas di media sosial dan grup WhatsApp. Dari rekaman CCTV itulah dan korban juga melaporkan kejadian tersebut ke polisi. 

Mendapat laporan tersebut, tim gabungan Polsek Gumukmas dan buser Sat Reskrim Polres Jember menangkap pelaku. 

Empat pelaku berhasil ditangkap pada Sabtu (18/1) malam. Sementara satu pelaku lainnya berhasil kabur. 

Mereka adalah Arya Dwi Candra (21), Aris Yulianto (20), Ahmad Rosadi (23) serta Wiji Santoso (23). Keempatnya warga Dusun Pulorejo, Desa Menampu kecamatan Gumukmas Jember. Keempat pelaku ditangkap di rumahnya masing-masing.

"Kami amankan sementara 4 pelaku, dan untuk kejadian ini kami juga mempelajari berdasarkan rekaman CCTV, dan memang ada DPO yang masih kami kejar, dan kami sudah dapat identitasnya," kata KBO Satreskrim Polres Jember, Iptu Bagus Setiawan.

Tidak hanya itu saja, Bagus menjelaskan jika para pelaku ini diduga oknum pesilat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kami masih melihat dan mencari tahu, dan kami duga ini adalah oknum pesilat," jelasnya.

Atas kejadian ini, pihak Polres Jember masih melakukan pengembangan dan membenarkan jika video yang beredar di platform sosial media tersebut memang kejadian yang menimpa para korban, dan beberapa pelaku sudah tertangkap. (sss/gol)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Suporter Inter Milan resmi dijatuhi sanksi larangan menghadiri tiga laga tandang usai insiden pelemparan suar ke arah kiper Cremonese Emil Audero dalam laga ...
PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan dukungan penuh terhadap langkah diplomasi Presiden RI Prabowo Subianto, termasuk keputusan Indonesia terlibat aktif dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.
Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Timnas futsal Indonesia akan menghadapi tantangan berat saat berjumpa Jepang pada babak semifinal Piala Asia Futsal 2026. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung
Fantastis, Segini Barang Bukti Hasil OTT KPK di Kantor Pajak Banjarmasin

Fantastis, Segini Barang Bukti Hasil OTT KPK di Kantor Pajak Banjarmasin

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang senilai Rp 1 miliar dari operasi tangkap tangan (OTT) di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.

Trending

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT