News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Ibu Rumah Tangga di Jombang Raup Jutaan Rupiah dari Usaha Keripik Kulit Ikan Patin

Siapa sangka kulit ikan patin yang sering diabaikan, kini justru menjadi sumber penghasilan yang menggiurkan
Rabu, 15 Januari 2025 - 15:35 WIB
Usaha Keripik Kulit Ikan Patin
Sumber :
  • tim tvone - rohmadi

Jombang, tvOnenews.com - Siapa sangka kulit ikan patin yang sering diabaikan, kini justru menjadi sumber penghasilan yang menggiurkan. Inovasi dari Devi Susanti, seorang ibu rumah tangga asal Jogoroto, Jombang, berhasil menyulap limbah kulit ikan patin menjadi camilan keripik yang gurih dan sedap. 

Dari usahanya ini, Devi mampu meraup pendapatan hingga jutaan rupiah setiap bulan. Setiap harinya, Devi memproduksi sekitar lima kilogram kulit ikan patin. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Proses produksi dimulai dari pembersihan kulit hingga perendaman dengan air jeruk nipis untuk menghilangkan bau amis. Setelah itu, kulit ikan dipotong dan dicampur dengan sejumlah rempah sebelum digoreng dua kali untuk memastikan kerenyahannya.

"Saya mulai bekerja sejak jam 8 pagi dan bisa menghasilkan sekitar 20-25 toples per hari dari 5 kilogram kulit patin. Harganya bervariasi, mulai dari Rp 12 ribu hingga Rp 25 ribu tergantung ukurannya," kata Devi.

Keripik kulit ikan patin ini ternyata sudah ia geluti sejak lima tahun lalu. Awalnya, usaha ini terinspirasi dari suaminya yang membudidayakan ikan patin. 

Ditambah dengan pengetahuan yang ia peroleh dari berbagai pelatihan usaha, Devi pun memberanikan diri untuk mengolah kulit patin menjadi produk bernilai jual tinggi. Kini, usahanya semakin berkembang dengan banyaknya pesanan dari berbagai daerah.

"Saya mulai usaha ini karena melihat potensi dari kulit patin yang selama ini hanya dianggap limbah. Awalnya coba-coba, tapi ternyata banyak yang suka. Pelanggan saya tidak hanya dari Jombang, tetapi juga dari luar daerah seperti Solo, Jogja, hingga Mojokerto," ungkapnya.

Keripik kulit ikan patin produksi Devi cocok dijadikan camilan ataupun lauk pauk. Terlebih saat musim hujan, keripik ini menjadi teman makan yang pas. Menurut salah satu pelanggan, Karimatul Maslahah, keripik ini memiliki cita rasa gurih dan tidak amis, sehingga cocok untuk dinikmati kapan saja.

"Rasanya enak dan gurih, tidak amis sama sekali. Saya sering membelinya sebagai camilan atau campuran lauk makan," ujar Karimatul.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dengan pendapatan yang mencapai Rp 6 hingga 8 juta per bulan, Devi mengaku sangat terbantu dalam memenuhi kebutuhan keluarganya. Ia berharap usahanya terus berkembang dan mampu memperluas pasar ke berbagai daerah di Indonesia.

Keripik kulit ikan patin ini membuktikan bahwa di tangan yang tepat, bahan yang dianggap limbah pun bisa menjadi camilan lezat dan mendatangkan keuntungan besar. (roi/hen)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT