News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Cerita Pengunjung dan Pegawai RSUD Sumberejo saat Gempa Susulan Tuban Terasa di Bojonegoro

Masyarakat di Kabupaten Bojonegoro dikejutkan kembali dengan guncangan gempa lebih keras dan lama yang terjadi beberapa detik pada Jumat (22/3) sore.
Sabtu, 23 Maret 2024 - 10:34 WIB
Kondisi di RSUD Sumberejo saat gempa terjadi
Sumber :
  • dewi rina

Bojonegoro, tvOnenews.com - Masyarakat di Kabupaten Bojonegoro dikejutkan kembali dengan guncangan gempa lebih keras dan lama yang terjadi beberapa detik, sekitar pukul 15:52:58 WIB, Jumat (22/3/2024), dibanding pada siang tadi pukul 12:22:45 WIB.

BMKG menyebutkan gempa susulan terjadi dengan magnitudo 6,5, pada Jumat (22/3) pukul 15:52:58 WIB, lokaksi 5.76 LS,112.33 BT (130 kilometer timur laut Tuban), dengan kedalaman 10 kilometer.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sedangkan sebelumnya, gempa berkekuatan magnitudo 6,0, pada (22/3) pukul 11:22:45 WIB, dengan lokasi 5.74 LS,112.32 BT (132 kilometer timur laut Tuban, dengan kedalamn10 kilometer dan dirasakan di Tuban IV-V MMI, Bawean III - IV MMI, Jepara, Lamongan, Bojonegoro, Surabaya, Kudus, Blora, Pekalongan, Nganjuk, Pacitan , Trenggalek, Tulungagung, Sidoarjo, Madiun, Pasuruan, Malang, Semarang, Yogyakarta II - III MMI.

Gempa tersebut tidak berpotensi tsunami,namun masyarakat diimbau untuk tetap berhati-hati. 

Guncangan gempa yang terasa cukup keras mengakibatkan kepanikan hingga sebagian warga berhamburan keluar dari rumah dan gedung perkantoran.

Seperti yang dirasakan para anggota dan pegawai di Kantor Polres Bojonegoro di Jalan MH. Tamrin, Kelurahan Kauman, Kecamatan Kota Bojonegoro dan pengunjung beserta sejumlah pasien RSUD Sumberejo semburat keluar ruangan.

Nampak dalam video amatir dan cctv memperlihatkan detik-detik gempa pada Jumat siang, warga keluar dari ruangan menuju ke halaman atau tempat aman.

Salah satu pengunjung RS, Fatimatuz Zahroh (26) mengatakan, saat itu dirinya sedang mengantre obat dengan beberapa orang. Namun saat mengantre tiba-tiba ada yang bergerak sehingga mengakibatkan pusing.

Menurutnya, saat itu kira-kira getaran tersebut ada 30 detik lebih dan puluhan orang berlari menuju depan rumah sakit.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Terpisah, pegawai RS Andika Oktariana yang ruangannya berada di lantai 2 di bagian Humas Polres Bojonegoro bercerita, saat gempa terjadi dia awalnya tidak mengira kalau itu gempa.

"Kepalaku pusing apakah migrain sakit kepala ya.. Eee.ternyata banyak yang merasakan sama, baru sadar kalau gempa, aku ajak lainnya, ‘ayo keluar gempa’," tuturnya. (dra/far)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT