News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Cegah Terjadinya Tindak Pidana Korupsi, Kejari Gresik Turun ke Desa Tingkatkan SDM Pemdes Jogodalu

Upaya pencegahan terjadinya tindak pidana korupsi dalam pemerintahan desa yang digelar oleh Kejari Gresik, mendapatkan apresiasi dari Pemdes Jogodalu, Gresik.
Sabtu, 5 Agustus 2023 - 11:06 WIB
Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintahan Desa dan Pendampingan Hukum
Sumber :
  • m habib

Gresik, tvOnenews.com - Upaya pencegahan terjadinya tindak pidana korupsi dalam pemerintahan desa yang digelar oleh Kejaksaan Negeri Gresik, mendapatkan apresiasi dari Pemdes Jogodalu, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik. Kades Jogodalu, Juwaiminingsih mewakili pemerintah desa mengaku, sangat terbantu karena bisa menjadi wadah pembelajaran untuk para Kepala Desa dan perangkat desa.

"Kalau kita sering diingatkan kan kita selalu hati-hati setiap akan bertindak dalam melaksanakan penggunaan dana desa (DD) tersebut," tutur Kades Jogodalu, Juwaiminingsih, kepada tvOnenews.com, Sabtu (5/8).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kades Juwaiminingsih menambahkan, dalam kegiatan yang dipimpin langsung Kajari Gresik Nana Riana itu, dirinya mengaku banyak yang sebenarnya akan ditanyakan, salah satunya terkait sanksi apa yang sepatutnya diberikan jika ada perangkat desa yang melakukan pelanggaran, agar dapat memberikan efek jera pada perangkat tersebut.

"Harapan saya kegiatan peningkatan kapasitas aparatur pemerintah desa bisa diadakan setiap tahun, karena lebih bisa menjadikan pembelajaran untuk aparat dan kepala desa dalam mengelola keuangan dalam perencanaan pembangunan desa, yang nantinya membawa manfaat pada masyarakat," lanjutnya.

Dikatakan Kades Juwaiminingsih, dirinya tidak pernah merasa takut dalam penggunaan keuangan desa, karena selalu transparan dan apa adanya.

"Kalau seperti PAD itu saya bentuk PAD di tiap Dusun, ada ketua, sekretaris dan bendahara. Jadi di desa saya itu, Dusun Wonosari ada bendaharanya sendiri, Dusun Gempol juga ada bendahara sendiri untuk PAD, di Jogodalu juga ada," tegasnya.

Tidak hanya transparan dalam pengelolaan dan penggunaan keuangan desa, Pemdes Jogodalu juga memiliki satu unit mobil siaga yang siap melayani warga masyarakat yang membutuhkan secara gratis.

"Jadi alhamdulilah dengan adanya itu saya bisa membeli mobil siaga, mobil siaga itu gratis, BBMnya satu bulan itu habis Rp2,5 juta yang anggarannya dialokasikan dari PAD. Ongkosnya sopir pun dari PAD. Masyarakat yang membutuhkan, gratis tak dipungut biaya sepeserpun," tegas Juwaiminingsih.

Kades yang dikenal ramah itu juga menyatakan, jika tidak jarang ada warga yang memanfaatkan layanan mobil siaga desa untuk berobat ke rumah sakit seperti cuci darah. Sebelum adanya mobil siaga desa, sering ada warga yang mengeluh karena tidak cukup uang untuk sewa mobil saat berobat ke rumah sakit.

"Kalau sewa itu dari sini ke Gresik itu Rp300 ribu. Kalau pakai mobil siaga kan gratis. Kadang yang cuci darah itu seminggu bisa dua kali. Nah berapa itu habisnya kalau warga harus sewa selama dalam sebulan. Sangat membantu sekali mas," sambung Juwaiminingsih.

Sementara itu, dalam pemaparannya, Kajari Gresik, Nana Riana mengatakan, untuk mendukung peningkatan pembangunan fisik di daerah, Presiden Jokowi melalui program 9 Nawa Cita, meningkatan anggaran transfer ke daerah dan dana desa dari tahun ke tahun. Peningkatan alokasi dana desa secara bertahap itu, sekaligus untuk memenuhi amanat UU Nomor 6 Tahun 2017 tentang Desa.

"Satu rupiah pun dana yang digunakan harus bisa dipertanggung jawabkan. Beban negara akan lebih besar jika ada mark up anggaran dalam penggunaanya. Selisihnya itu yang dinamakan kerugian negara," tegas Nana dihadapan para Kades dan perangkat desa.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tidak hanya menekankan pentingnya penggunaan dana desa dengan baik dan benar, Kajari Nana juga menyinggung perihal penggunaan anggaran dari pendapatan desa yang bisa mengarah pada tindak pidana korupsi.

"Contoh pendapatan dari pajak yang harus nya 10, tapi yang dimasukkan ke negara hanya 5. Ada dobel anggaran, satu kegiatan pembangunan yang dibiayai dari dua sumber," pungkas Nana. (mhb/far)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Pelatih Sassuolo Angkat Topi untuk Jay Idzes, Sebut Kapten Timnas Indonesia itu Layak Dapat Penghormatan Besar

Pelatih Sassuolo Angkat Topi untuk Jay Idzes, Sebut Kapten Timnas Indonesia itu Layak Dapat Penghormatan Besar

Nama Jay Idzes kembali mencuri perhatian, kali ini datang langsung dari Italia. Pelatih Sassuolo akui kapten Timnas Indonesia itu layak dapat penghormatan besar.
Final Four Proliga 2026: Dio Zulkifli Ungkap Faktor Kemenangan Telak Jakarta LavAni Menang Telak Atas Garuda Jaya

Final Four Proliga 2026: Dio Zulkifli Ungkap Faktor Kemenangan Telak Jakarta LavAni Menang Telak Atas Garuda Jaya

Jakarta LavAni meraih kemenangan meyakinkan pada laga pembuka Final Four Proliga 2026 atas Jakarta Garuda Jaya dengan skor 3-0 (25-17, 25-20, 25-17).
Masih Punya Pertandingan Sisa, Seberapa Besar Peluang Persib Juara Lagi?

Masih Punya Pertandingan Sisa, Seberapa Besar Peluang Persib Juara Lagi?

Persib Bandung terus menunjukkan ambisinya dalam perburuan gelar BRI Super League 2025/2026. Dengan komposisi skuad yang dinilai mewah, Maung Bandung diprediksi
Belum Lama Beri Diskon, Dedi Mulyadi Kini Mudahkan Warga Jabar Bayar Pajak Kendaraan: Jika Sulit Bisa Curhat Online

Belum Lama Beri Diskon, Dedi Mulyadi Kini Mudahkan Warga Jabar Bayar Pajak Kendaraan: Jika Sulit Bisa Curhat Online

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) menyediakan aplikasi Curhat Samsat Jabar untuk menyelesaikan keluhan warga Jabar yang sulit bayar pajak kendaraan (PKB).
Terungkap, Atlet Indonesia Tolak Tawaran Naturalisasi dari Turki, FPTI: Mungkin Bisa Sampai 3

Terungkap, Atlet Indonesia Tolak Tawaran Naturalisasi dari Turki, FPTI: Mungkin Bisa Sampai 3

Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Yenny Wahid menyebut atlet panjat tebing Indonesia menolak tawaran naturalisasi dari Turki.
Akhirnya PSSI Jawab Persoalan Status WNI 4 Pemain Timnas Indonesia di Eredivisie

Akhirnya PSSI Jawab Persoalan Status WNI 4 Pemain Timnas Indonesia di Eredivisie

PSSI menegaskan polemik yang menimpa sejumlah pemain naturalisasi Timnas Indonesia di Belanda tidak berkaitan dengan status mereka sebagai Warga Negara Indonesi

Trending

Akhirnya PSSI Jawab Persoalan Status WNI 4 Pemain Timnas Indonesia di Eredivisie

Akhirnya PSSI Jawab Persoalan Status WNI 4 Pemain Timnas Indonesia di Eredivisie

PSSI menegaskan polemik yang menimpa sejumlah pemain naturalisasi Timnas Indonesia di Belanda tidak berkaitan dengan status mereka sebagai Warga Negara Indonesi
Pembonceng Motor Tewas di Kalideres Jakbar Diduga Ditabrak Truk TNI, Polisi Selidiki Bersama POM TNI

Pembonceng Motor Tewas di Kalideres Jakbar Diduga Ditabrak Truk TNI, Polisi Selidiki Bersama POM TNI

Polisi mengungkap fakta baru dibalik insiden tewasnya pembonceng sepeda motor berinisial AM (50), usai motornya ditabrak oleh truk, Jalan Utan Jati Arah Timur
Terungkap, Atlet Indonesia Tolak Tawaran Naturalisasi dari Turki, FPTI: Mungkin Bisa Sampai 3

Terungkap, Atlet Indonesia Tolak Tawaran Naturalisasi dari Turki, FPTI: Mungkin Bisa Sampai 3

Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Yenny Wahid menyebut atlet panjat tebing Indonesia menolak tawaran naturalisasi dari Turki.
Pembonceng Motor Tewas di Kalideres Jakbar Diduga Ditabrak Truk TNI, Polisi Selidiki Bersama POM TNI

Pembonceng Motor Tewas di Kalideres Jakbar Diduga Ditabrak Truk TNI, Polisi Selidiki Bersama POM TNI

Polisi mengungkap fakta baru dibalik insiden tewasnya pembonceng sepeda motor berinisial AM (50), usai motornya ditabrak oleh truk, Jalan Utan Jati Arah Timur
Penerimaan Bea Cukai Tertekan, IAW Desak Audit Total untuk Tutup Kebocoran Negara

Penerimaan Bea Cukai Tertekan, IAW Desak Audit Total untuk Tutup Kebocoran Negara

IAW soroti penerimaan Bea Cukai yang terkontraksi, desak audit forensik dan reformasi sistemik untuk cegah kebocoran puluhan triliun.
Langkah Tegas Dedi Mulyadi Berantas Nepotisme di Proyek Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni, Lebih Transparan!

Langkah Tegas Dedi Mulyadi Berantas Nepotisme di Proyek Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni, Lebih Transparan!

Dedi Mulyadi siapkan sistem transparan untuk program rutilahu di Jawa Barat. Nepotisme diputus, masyarakat kini bisa ajukan bantuan rumah secara transparan.
Belum Lama Beri Diskon, Dedi Mulyadi Kini Mudahkan Warga Jabar Bayar Pajak Kendaraan: Jika Sulit Bisa Curhat Online

Belum Lama Beri Diskon, Dedi Mulyadi Kini Mudahkan Warga Jabar Bayar Pajak Kendaraan: Jika Sulit Bisa Curhat Online

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) menyediakan aplikasi Curhat Samsat Jabar untuk menyelesaikan keluhan warga Jabar yang sulit bayar pajak kendaraan (PKB).
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT