Mobil Travel Rombongan Guru Tabrak Truk Beton di Tol Semarang-Solo, Satu Meninggal Dunia
- Tim tvOne - Aditya Bayu
Semarang, tvOnenews.com - Kecelakaan lalu lintas terjadi di ruas jalan Tol Semarang - Solo. Minibus yang membawa 14 penumpang itu mengalami kecelakaan di Tol Ungaran, tepatnya di KM 426.400 jalur A, Selasa (6/1/2026) sekitar pukul 05.20 WIB.
Minibus Toyota Hiace yang mereka tumpangi menabrak bagian belakang sebuah truk pengangkut tiang beton yang melaju searah.
Benturan keras membuat bagian depan kendaraan ringsek parah. Dugaan sementara, kecelakaan dipicu oleh sopir yang kelelahan hingga kehilangan konsentrasi saat mengemudi.
Dalam peristiwa tersebut, satu penumpang bernama Terodius Heru Sucahya (57 tahun), seorang guru asal Tugu Selatan, Koja, Jakarta Utara, meninggal dunia di lokasi akibat cedera berat yang dialaminya.
Kabar ini menambah pilu rombongan yang sejatinya tengah dalam perjalanan menuju Bawen untuk melayat atau bertakziah.
Kasat Lantas Polres Semarang, AKP Lingga Ramadhani, menjelaskan kendaraan tersebut dikemudikan Totot Andriyanto (56 tahun), warga Kota Batam.
Saat melintas di lokasi kejadian, kendaraan diduga hilang kendali lalu menghantam bagian tengah belakang truk crane bernomor polisi B 9241 VB yang dikemudikan Andi Slamet Suwandi (55 tahun), warga Lampung Tengah.
“Rombongan dari Marsudirini Jakarta Tanjung Priok ini hendak taziyah ke Bawen. Dari hasil analisa awal, sopir diduga kelelahan dan mengantuk sehingga tidak fokus dan akhirnya menabrak truk di depannya,” ujar AKP Lingga.
Hasil olah tempat kejadian perkara menunjukkan titik tabrakan berada tepat di tengah belakang truk, memperkuat dugaan kurangnya konsentrasi pengemudi.
Selain satu korban meninggal, enam penumpang lainnya mengalami luka ringan dan langsung mendapatkan penanganan medis.
Sementara itu, sopir minibus belum dapat dimintai keterangan lebih lanjut karena masih dalam kondisi shock. Polisi memastikan pemeriksaan akan dilakukan setelah kondisi sopir membaik.
AKP Lingga juga mengingatkan pentingnya keselamatan di jalan, terutama bagi pengemudi jarak jauh. Ia menegaskan bahwa rasa lelah dan mengantuk tidak boleh diabaikan.
“Kalau mengantuk, sebaiknya segera beristirahat. Keselamatan jauh lebih penting. Pastikan kondisi fisik pengemudi dan kendaraan benar-benar siap sebelum melanjutkan perjalanan,” tegasnya.
Saat ini semua korban kecelakaan diriujuk ke rumah sakit Elisabeth, kota Semarang untuk mendapat perawatan lebih lanjut. (abc/buz)
Load more