News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kreatif! Siswa di Pati Olah Jerami dan Pelepah Pisang Jadi Paper Bag

Lima siswa SMA PGRI 2 Kayen, Pati, Jawa Tengah berhasil menciptakan kertas yang ramah lingkungan. Kertas tersebut dibuat dari jerami padi dan pelepah pisang.
Sabtu, 19 Maret 2022 - 14:00 WIB
Siswa SMA PGRI 2 Kayen Pati Menunjukkan Paper Bag Berbahan Jerami dan Pelepah Pisang.
Sumber :
  • Tim tvOne - Abdul Rohim

Pati, Jawa Tengah - Prestasi gemilang berhasil diraih oleh lima siswa SMA PGRI 2 Kayen, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, dengan menciptakan kertas yang ramah lingkungan.

Kertas tersebut dibuat dari bahan yang mudah ditemukan, yaitu jerami padi dan pelepah pisang. Penemuan siswa SMA PGRI 2 Kayen, Pati ini berhasil menyabet prestasi di ajang Indonesian Science Project Olimpiad (ISPO) 2021 dan Asean Innovative Science and Enterpreneurship Fair (AISEF) 2022.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Penemuan ini berawal dari keprihatian lima siswa SMA PGRI 2 Kayen, Via Valenta Kafita Ardian, Danu Handrian Firdaus, Mohamad Bait Syifaul Qouzin, Nadia Putri Prameswari dan Annisa Nuril Ilma yang prihatin lantaran limbah plastik membawa dampak buruk bagi lingkungan.

“Idenya berawal dari keprihatinan kami pada limbah plastik yang berdampak langsung kepada lingkungan, sehingga penggunaan kantong plastik itu disarankan untuk dibatasi penggunaannya. Produk yang telah kami buat ini diharapkan bisa mengatasi permasalahan limbah plastik di daerah kami,” ujar Danu Handrian Firdaus, salah satu siswa SMA PGRI 2 Kayen penemu kertas plastik berbahan jerami dan pelepah pisang, Sabtu (19/3/2022).

Danu Handrian Firdaus menambahkan untuk membuat kertas plastik berbahan jerami dan pelepah pisang caranya cukup mudah. Prosesnya bahan baku berupa jerami dan pelepah pisang dipotong kecil sebelum diblender agar lebih maksimal. Setelah itu dicampur dengan NaOH sebanyak 15 persen dan dimasak di autoclave selama dua jam. 

“Setelah dicuci dan dipanggang, baru kemudian diperoleh pulp kering untuk kemudian diolah menjadi kertas,” imbuhnya.

Danu mengatakan produk paper bag pengganti kantong plastik dari bahan jerami dan pelepah pisang buatannya ini memiliki banyak keunggulan. Selain lebih ramah lingkungan, harganya pun lebih murah dibandingkan kantong plastik yang ada di pasaran.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Selain mudah ditemukan, bahan baku kami juga ramah lingkungan. Untuk proses dekomposisinya di alam cukup singkat, yakni hanya dua sampai tiga bulan sudah terurai,” jelasnya.

Sementara itu, guru pembimbing Karya Ilmiah Remaja (KIR) SMA PGRI 2 Kayen, Betty Shinta, mengatakan hasil kreasi siswanya ini cukup membanggakan. Terlebih paper bag itu dinilai telah sesuai dengan kualitas Standar Nasional Indonesia (SNI) dari hasil uji lab di Kementrian Perindustrian.

Halaman Selanjutnya :
Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Anton Sukartono Suratto, mendorong penguatan regulasi agar Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memiliki kewenangan lebih tegas dalam menangani konten hoaks di ruang digital.
Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kiper Cremonese yang juga penjaga gawang Timnas Indonesia Emil Audero menyampaikan pesan mengenai kondisinya setelah menjadi korban ledakan flare atau petasan -
Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Polda Metro Jaya mengamankan sebanyak 105 pelaku tawuran di wilayah hukumnya, dalam rangka Operasi Pekat Jaya 2026, yang dimulai sejak tanggal 28 Januari sampai dengan 11 Februari Tahun 2026.
Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Suporter Inter Milan resmi dijatuhi sanksi larangan menghadiri tiga laga tandang usai insiden pelemparan suar ke arah kiper Cremonese Emil Audero dalam laga ...
PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan dukungan penuh terhadap langkah diplomasi Presiden RI Prabowo Subianto, termasuk keputusan Indonesia terlibat aktif dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.
Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Timnas futsal Indonesia akan menghadapi tantangan berat saat berjumpa Jepang pada babak semifinal Piala Asia Futsal 2026. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung

Trending

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT