Bikin Geleng-geleng Kepala, Residivis ini Curi Puluhan Rumah di 1 Kampung
- tim tvOne - Denden Ahdani
Tasikmalaya, Jawa Barat - Seorang residivis, Rahmat Saleh (27), dengan kasus pencurian dengan pemberatan berupa congkel rumah, berhasil diringkus aparat Kepolisian Polsek Mangkubumi, Polres Tasikmalaya Kota, Senin (30/05/2022) pagi. Tak tanggung-tanggung, pelaku melakukan pencurian terhadap puluhan rumah warga di Kampung Cipari, Kelurahan Cipari, Kecamatan Mangkubumi, Kota tasikmalaya.
Usai ditangkap, warga sekampung yang tak lain merupakan para korban menggeruduk Mapolsek Mangkubumi. Korban pun yang didominasi emak-emak meluapkan rasa kekesalannya, dengan menangis di hadapan pelaku.
Kapolsek Mangkubumi, Iptu Hartono mengatakan, kasus tersebut terungkap ketika seorang korban melapor ke Polsek. Kemudian, hasil penyelidikan, mengarah kepada pelaku yang merupakan residivis.
"Awalnya kami menerima laporan dari seorang korban, ternyata mengarah kepada pelaku. Pelaku merupakan residivis dengan kasus yang sama. Modusnya, pelaku mencongkel rumah warga, kemudian mengambil barang berharga, termasuk uang," kata Kapolsek Mangkubumi, Iptu Hartono, Senin (30/05/2022).
Menurut Hartono, awalnya korban berjumlah enam orang. Namun, hasil pendalaman, ternyata korbannya warga sekampung lebih dari puluhan. Diduga, masih banyak korban yang lain, yang belum lapor.
"Awalnya hanya enam korban, ternyata makin banyak. Ini banyak ibu-ibu yang datang ke kantor. Ternyata mereka para korban," ucap Hartono.
Sementara itu, salah seorang korban Ruri (43) mengaku, dirinya kehilangan uang senilai delapan juta rupiah, ketika dirinya bersama keluarga sedang tak berada di rumah. Pelaku masuk ke dalam rumah dengan mencongkel pintu melalui lantai dua.
"Iya saya kehilangan uang delapan juta. Saat itu rumah sedang kosong. Kami sempat penasaran, ternyata pelakunya masih warga sekampung. Katanya pelaku masuk lewat atas loteng," kata Ruri.
Hingga kini, polisi masih melakukan pendalaman kasus tersebut. Pasalnya, diperkirakan korban masih banyak dan barang bukti pun belum semuanya diamankan. Selama ini, pelaku menjual hasil curiannya melalui media online facebook. Uangnya digunakan pelaku untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. (dai/ito)
Load more