News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Berkah Ramadhan, Perajin Kolang Kaling di Tasikmalaya Kebanjiran Order tetapi Terkendala Bahan Baku

Saking meningkatnya minat masyarakat terhadap kolang kaling pada bulan Ramadhan ini, membuat bahan baku semakin berkurang khususnya di wilayah Jawa Barat.
  • Reporter :
  • Editor :
Rabu, 6 April 2022 - 08:53 WIB
Perajin kolang kaling di Tasikmalaya
Sumber :
  • Denden Ahdani

Tasikmalaya, Jawa Barat – Bulan Ramadhan, menjadi berkah tersendiri bagi perajin kolang kaling. Seperti yang dialami Nunur (47), salah seorang pengepul kolang kaling di Kampung Gunung Tanjung, Desa Gunung Tanjung, Kecamatan Gunungtanjung, Kabupaten Tasikmalaya. Memasuki bulan Ramadhan tahun ini, omzetnya naik drastis sekitar 80 persen jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. 

Menurut Nunur, saking meningkatnya minat masyarakat terhadap kolang kaling pada bulan Ramadhan ini, membuat bahan baku semakin berkurang khususnya di wilayah Jawa Barat. Dirinya pun terpaksa harus mengorder bahan baku dari luar pulau Jawa, yakni dari beberapa daerah di Pulau Sumatera.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Untuk tahun ini alhamdulillah permintaan banyak, cuman bahan baku kalau di wilayah Jawa Barat kurang. Saya ngambil dari luar Jawa, seperti dari Padang, Medan, dan Palembang Sumatera. Kalau omzet naiknya bisa 80 persenan lebih lah jika dibandingkan sama tahun kemarin,” kata Nunur, Rabu (6/4/2022).

Nunur mengaku, memperoleh bahan baku kolang kaling dari wilayah Sumatera sangat berdampak terhadap harga jual di Tasikmalaya. Pasalnya, dirinya harus menambah biaya operasional selama proses pengangkutan bahan baku.

Selain jaraknya cukup jauh, juga saat ini bahan bakar minyak (BBM) jenis solar sedang langka, menjadikan ongkos kirim semakin tinggi. Maka dari itu, otomatis harga jual kolang kaling pun ikut naik. Meski demikian, permintaan masih tinggi bahkan sampai dijual ke daerah Jawa Timur dan Jawa Tengah. 

“Dampak harga jual ada, biasanya ongkos dari Medan kan Rp 9 juta, sekarang jadi Rp 11 juta. Karena kelangkaan solar, jadi harus nambah biaya. Otomatis harga jual kolang kaling pun naik juga. Harganya macam-macam ada yang sebelas ribu sampai tiga belas ribu per kilogramnya. Ini saya jual ke daerah Jawa Timur dan Jawa Tengah,” ucap Nunur. (Denden/act)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Polda Metro Jaya mengamankan sebanyak 105 pelaku tawuran di wilayah hukumnya, dalam rangka Operasi Pekat Jaya 2026, yang dimulai sejak tanggal 28 Januari sampai dengan 11 Februari Tahun 2026.
Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Suporter Inter Milan resmi dijatuhi sanksi larangan menghadiri tiga laga tandang usai insiden pelemparan suar ke arah kiper Cremonese Emil Audero dalam laga ...
PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan dukungan penuh terhadap langkah diplomasi Presiden RI Prabowo Subianto, termasuk keputusan Indonesia terlibat aktif dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.
Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Timnas futsal Indonesia akan menghadapi tantangan berat saat berjumpa Jepang pada babak semifinal Piala Asia Futsal 2026. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung
Fantastis, Segini Barang Bukti Hasil OTT KPK di Kantor Pajak Banjarmasin

Fantastis, Segini Barang Bukti Hasil OTT KPK di Kantor Pajak Banjarmasin

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang senilai Rp 1 miliar dari operasi tangkap tangan (OTT) di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.

Trending

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT