News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pemuda di Jatiwaringin Tewas Terikat dan Mulut Dilakban, Terungkap Setelah Saksi Jujur pada Keluarga Korban

Seorang pemuda berinisial AY tewas di sebuah rumah Jalan Swadaya 3, Jatiwaringin, Pondok Gede, Kota Bekasi. Korban ditemukan dalam kondisi terikat dibagian tangan dan kaki serta mulut tertutup lakban.
Senin, 24 Januari 2022 - 23:52 WIB
Dugaan pembunuhan pemuda di Jatiwaringin Bekasi terungkap tetelah saksi jujur kepada keluarga korban
Sumber :
  • tvOne

Bekasi, Jawa Barat tvOne

Seorang pemuda berinisial AY tewas di sebuah rumah Jalan Swadaya 3, Jatiwaringin, Pondok Gede, Kota Bekasi. Korban ditemukan dalam kondisi terikat dibagian tangan dan kaki serta mulut tertutup lakban.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

MG, saksi mata di lokasi kejadian mengatakan, kejadian tersebut terjadi di rumahnya pada Selasa (18/1/2022) sekitar pukul 10.30 WIB. Saat itu, ia sedang bersama terduga pelaku berinisial T di rumahnya, kemudian datang korban AY yang merupakan teman dari T.

"Posisi rumah saat itu ibu lagi dagang dan bapak grab. Jadi pertama cuma ada saya, Tegar, agak lamaan dikit teman saya datang satu orang cuma bayar uang kas, abis itu saya main hp rebahan. Nah abis itu temannya Tegar yang jadi korban itu datang" ungkap MG.

Tidak lama kemudian, salah seorang teman MG yang saat itu sedang bermain, disuruh terduga pelaku untuk membeli tali rafiah. Kemudian setelah membeli tali, terduga pelaku dan korban langsung pergi ke belakang.

"Korban disuruh langsung ke balakang pas baru dateng sama Tegar. Nah Tegar terus keluar lagi ambil tali yang tadi disuruh beli," ungkap MG.

MG baru mengetahui korban tidak berdaya saat ia hendak ke kamar mandi.

"Pas beberapa lama saya mau ke kamar mandi tuh, keadaannya udah diikat kaki sama tangan ke belakang posisinya sujud korbannya. Abis itu saya suruh tegar lepasin, 'Gar lepas kasian' terus pas saya lihat lagi mulutnya udah ketutup pakai isolasi warna item," bebernya.

Setelah saksi melihat kejadian tersebut, terduga pelaku langsung membuka ikatan tali dan menyenderkan korban ke tembok. Terduga pelaku bahkan sempat bingung dengan kondisi korban.

"Saya balik lagi ke depan terus kayanya tegar buru-buru bukain tali abis itu. Enggak lama abis dari situ Tegar ke depan, dia bilang 'ini gimana ya?' Panggil warga aja kali ya.  Ya udah abis itu rame, warga sempat lihat saya disuruh telpon bapak terus bapak panggil mamah. Abis itu baru deh Tegar bilang ke kakaknya yusuf buat dijemput ," tambah MG.

Orang tua MG, Agus Supriadi (54), yang merupakan pemilik rumah Tempat Kejadian Perkara (TKP) menjelaskan, saat kejadian ia mengetahui dari terduga pelaku bahwa korban terjatuh. Bahkan ia tidak menaruh curiga pada terduga pelaku.

"Biasa aja dia (T) kaya enggak panik, dia bilangnya si yusuf jatuh, kita enggak ada yang curiga waktu itu karena posisi dapur saya juga agak ke bawah mungkin beneran jatuh kena tangga gak kepikiran seperi itu (dugaan dibunuh)," jelasnya.

Lebih lanjut Agus menjelaskan, bahwa kasus tersebut terungkap setelah anaknya yaitu MG bercerita kepadanya. MG menurutnya baru berani bercerita lantaran diancam oleh terduga pelaku. "Waktu itu takut mau ngomong, tapi perasaan dia  mungkin ganjil kali ya, akhirnya dia cerita ke saya lalu langsung ke pihak korban juga itu setelah kejadian jadinya ketahuan diikat. Pada saat jenazah dievakuasi ia diancam jangan bilang siapa-siapa, kalau ada yang nanya kenapa bilang aja jatuh," jelasnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Setelah mendengar pengakuan dari saksi, keluarga korban langsung melaporkan kasus dugaan pembunuhan tersebut ke pihak kepolisian Polres Metro Bekasi Kota pada Sabtu, (22/1/2022) lalu.(Kurnia/Jeg)

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Dedi Mulyadi Tegur Keras Kontraktor, Gedung Proyek Memakan Jalan Provinsi dan Belum Miliki IMB: Bapak Pelit

Dedi Mulyadi Tegur Keras Kontraktor, Gedung Proyek Memakan Jalan Provinsi dan Belum Miliki IMB: Bapak Pelit

Dedi Mulyadi tegur kontraktor yang bangun gedung memakan jalan provinsi tanpa IMB. Proyek harus dibongkar, ia sebut kontraktor ‘Bapak Pelit'. Simak beritanya!
Ramalan Keuangan Zodiak Besok, 10 April 2026: Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces

Ramalan Keuangan Zodiak Besok, 10 April 2026: Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces

​​​​​​​Ramalan keuangan zodiak besok, 10 April 2026, untuk Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces. Panduan strategi finansial harian.
Persib Bandung Tanpa Julio Cesar Vs Bali United, Bojan Hodak Santai: Pengganti Lebih Siap!

Persib Bandung Tanpa Julio Cesar Vs Bali United, Bojan Hodak Santai: Pengganti Lebih Siap!

Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, membeberkan kondisi terkini timnya jelang laga lawan Bali United pada pekan ke-27 BRI Super League 2025-2026.
Bisa-bisanya Kapten Red Sparks Susul Megawati ke Indonesia, Sinyal Kuat Megatron Comeback ke Liga Voli Korea?

Bisa-bisanya Kapten Red Sparks Susul Megawati ke Indonesia, Sinyal Kuat Megatron Comeback ke Liga Voli Korea?

Kunjungan kapten Red Sparks, Yeum Hye-seon ke Indonesia langsung memicu spekulasi besar: apakah ini menjadi langkah awal untuk reuni Megawati Hangestri di V-League
Penjelasan Dedi Mulyadi Soal Nonaktifkan Sementara Kepala Samsat Soekarno-Hatta Terkait KTP Pajak

Penjelasan Dedi Mulyadi Soal Nonaktifkan Sementara Kepala Samsat Soekarno-Hatta Terkait KTP Pajak

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menindak tegas jajarannya yang dinilai hambat pelayanan publik. Kepala Samsat Soekarno-Hatta resmi dinonaktifkan sementara.
WFH Jumat ASN Surabaya Disorot DPRD, Dinilai Rawan Hari Kejepit

WFH Jumat ASN Surabaya Disorot DPRD, Dinilai Rawan Hari Kejepit

Kebijakan work from home (WFH) bagi ASN di lingkungan Pemkot Surabaya yang diterapkan setiap Jumat menuai sorotan dari Komisi A DPRD Kota Surabaya.

Trending

Ramalan Keuangan Zodiak 10 April 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo

Ramalan Keuangan Zodiak 10 April 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo

​​​​​​​Ramalan keuangan zodiak 10 April 2026 untuk Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo. Panduan harian agar keputusan uang lebih bijak dan strategis.
Penjelasan Dedi Mulyadi Soal Nonaktifkan Sementara Kepala Samsat Soekarno-Hatta Terkait KTP Pajak

Penjelasan Dedi Mulyadi Soal Nonaktifkan Sementara Kepala Samsat Soekarno-Hatta Terkait KTP Pajak

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menindak tegas jajarannya yang dinilai hambat pelayanan publik. Kepala Samsat Soekarno-Hatta resmi dinonaktifkan sementara.
WFH Jumat ASN Surabaya Disorot DPRD, Dinilai Rawan Hari Kejepit

WFH Jumat ASN Surabaya Disorot DPRD, Dinilai Rawan Hari Kejepit

Kebijakan work from home (WFH) bagi ASN di lingkungan Pemkot Surabaya yang diterapkan setiap Jumat menuai sorotan dari Komisi A DPRD Kota Surabaya.
Bisa-bisanya Kapten Red Sparks Susul Megawati ke Indonesia, Sinyal Kuat Megatron Comeback ke Liga Voli Korea?

Bisa-bisanya Kapten Red Sparks Susul Megawati ke Indonesia, Sinyal Kuat Megatron Comeback ke Liga Voli Korea?

Kunjungan kapten Red Sparks, Yeum Hye-seon ke Indonesia langsung memicu spekulasi besar: apakah ini menjadi langkah awal untuk reuni Megawati Hangestri di V-League
Gagal Lolos ke Piala Dunia 2026, Pemain Timnas Putuskan Jadi Warga Negara Belanda Lagi usai Dilarang Main di Liga Belanda

Gagal Lolos ke Piala Dunia 2026, Pemain Timnas Putuskan Jadi Warga Negara Belanda Lagi usai Dilarang Main di Liga Belanda

Seorang pemain timnas memutuskan untuk menjadi warga negara Belanda lagi. Hal ini seiring dengan larangan bermain di Liga Belanda.
Gubernur Dedi Mulyadi Nonaktifkan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Buntut Cuek Aturan Pajak Kendaraan Tanpa KTP

Gubernur Dedi Mulyadi Nonaktifkan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Buntut Cuek Aturan Pajak Kendaraan Tanpa KTP

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) menonaktifkan sementara Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Kota Bandung imbas temuan dugaan abaikan aturan pembayaran pajak kendaraan bermotor (PKB) tanpa KTP pemilik pertama.
Pemain Timnas Putuskan Jadi Warga Negara Belanda Lagi usai Gagal ke Piala Dunia 2026, Bakal Dilarang Main di FIFA Matchday?

Pemain Timnas Putuskan Jadi Warga Negara Belanda Lagi usai Gagal ke Piala Dunia 2026, Bakal Dilarang Main di FIFA Matchday?

Seorang pemain timnas telah memutuskan untuk menjadi warga negara Belanda lagi usai kegagalan lolos ke Piala Dunia 2026. Hal ini bisa berimplikasi kepada ketersediaannya di FIFA Matchday.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT