News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pengacara Yosep : Alur Cerita Pra Rekonstruksi Pembunuhan Ibu Anak Subang Ngarang

Dari puluhan adegan pra rekonstruksi yang menggambarkan situasi kejadian, ada beberapa adegan yang diduga menjadi pemicu pembunuhan yang dilakukan tersangka.
Selasa, 14 November 2023 - 17:14 WIB
M Ramdanu saat pra rekonstruksi di TKP.
Sumber :
  • Agung Prasetio

Subang, tvOnenews.com - Kuasa Hukum tersangka Yosep Hidayah pada kasus pembunuhan Tuti dan Amalia Mustika Ratu atau Amel di Jalan Cagak, Subang, bantah alur adegan pada pra rekonstruksi yang digelar polisi pada (02/11/2023) lalu.

Kuasa hukum dari Yosep menganggap bahwa pra rekonstruksi yang berbekal dari keterangan tersangka M Ramdanu atau Danu itu mengarang cerita.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Itukan versi Danu, apa yang ada di dalam keterangan Danu saat pra rekonstruksi itu hanya satu pihak Danu saja, klien kami khususnya Pak Yosep itu nggak bener, ngarang itu," ucap tim kuasa hukum Yosep Fajar Sidik.

Jika tersangka Danu dalam keterangan menyatakan bahwa Yosep merupakan otak dalam peristiwa pembunuhan keji yang terjadi pada 18 Agustus 2021 lalu, Fajar mengatakan bahwa hal tersebut tidaklah benar.

Sebab kata Fajar, saat malam sebelum kejadian, kliennya tersebut sedang berada di rumah istri mudanya yakni Mimin Mintarsih.

"Malam sebelum kejadian dalam posisi, klien kami itu posisinya ada di rumah Bu Mimin di Cijengkol. Ketika pada saat itu, Pak Yosep pulang ke rumah Bu Mimin itu jam 10 malam, terus balik lagi ke TKP itu sekitar jam 7 lewat 15 pagi. Itu Pak Yosep menginap di Bu Mimin waktu 17 Agustus 2021 malam. Saksinya banyak juga kayak tukang surabi yang di Cijengkol," ujarnya.

Tidak hanya itu, Fajar juga membantah adanya satu adegan saat pra rekonstruksi, di mana Yosep mengeluh kepada Danu terkait dengan kondisi keuangan yang dijatah oleh kedua korban.

Ia kembali menegaskan bahwa kliennya saat malam kejadian tidak bersama dengan Danu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Pertemuan itu kan versi Danu yah. Intinya kalau dari kami Pak Yosep tidak pernah ketemu dengan Danu di malam sebelum kejadian. Penyataan Danu, katanya Pak Yosep mengeluh tak punya uang di pecel lele, itu silahkan tanyakan kepada Danu langsung. Yang pasti kami menyakini bahwa klien kami tidak ada di sana bareng Danu," ungkapnya.

Seperti diketahui, adegan pra rekonstruksi sendiri diperankan oleh salah satu tersangka, yakni M Ramdanu atau Danu. Namun, untuk keempat tersangka lainnya yaitu Yosep Hidayah, Mimin Mintarsih, Arighi dan Abi diperagakan oleh peran pengganti.

Halaman Selanjutnya :
Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Anton Sukartono Suratto, mendorong penguatan regulasi agar Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memiliki kewenangan lebih tegas dalam menangani konten hoaks di ruang digital.
Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kiper Cremonese yang juga penjaga gawang Timnas Indonesia Emil Audero menyampaikan pesan mengenai kondisinya setelah menjadi korban ledakan flare atau petasan -
Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Polda Metro Jaya mengamankan sebanyak 105 pelaku tawuran di wilayah hukumnya, dalam rangka Operasi Pekat Jaya 2026, yang dimulai sejak tanggal 28 Januari sampai dengan 11 Februari Tahun 2026.
Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Suporter Inter Milan resmi dijatuhi sanksi larangan menghadiri tiga laga tandang usai insiden pelemparan suar ke arah kiper Cremonese Emil Audero dalam laga ...
PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan dukungan penuh terhadap langkah diplomasi Presiden RI Prabowo Subianto, termasuk keputusan Indonesia terlibat aktif dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.
Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Timnas futsal Indonesia akan menghadapi tantangan berat saat berjumpa Jepang pada babak semifinal Piala Asia Futsal 2026. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung

Trending

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT