News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tabungan Rp800 Juta Milik Siswa SD di Tasikmalaya Masih Gaib, Orang Tua Terpaksa Pinjam Uang untuk Daftar Sekolah

Oknum Kepala Sekolah yang diduga membawa lari tabungan siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 dan 3 Pakemitan, belum mengembalikan uang tabungan sebesar Rp800 juta.
Senin, 24 Juli 2023 - 14:40 WIB
Seorang ibu berharap tabungan milik anaknya bisa dikembalikan
Sumber :
  • timtvOnenews.com - Denden Ahdani

Tasikmalaya, tvOnenews.com - Kasus hilangnya uang tabungan siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 dan 3 Pakemitan, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, belum juga menemukan titik terang. Oknum Kepala Sekolah (Kepsek) yang diduga membawa lari tabungan siswa, belum mengembalikan uang tabungan sebesar Rp800 juta.

Aksi orang tua siswa yang menggelar unjuk rasa di Gor Desa Pakemitan pada, Sabtu (22/07/2023) lalu dengan pihak sekolah, komite, Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya, masih belum membuahkan hasil.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dampaknya, sejumlah orang tua terpaksa harus meminjam uang kepada orang lain untuk proses pendaftaran ke sekolah. Hal itu seperti yang dialami oleh Dodi Kurniadi, ia terpaksa harus meminjam uang kepada kerabat dan tetangganya untuk mendaftarkan anaknye ke pondok pesantren (Ponpes).

"Sampai saat ini belum ada kejelasan, belum ada titik temu. Belum ada itikad baik yang serius lah. Cuma hanya sebatas obrolan - obrolan saja, buktinya tidak ada," kata Dodi Kurniadi, Senin (24/07/2023).

"Uang saya cukup lah buat biaya pendidikan selanjutnya. Kelas enam kan baru keluar. Sekarang masuk ke SMP dan Pondok Pesantren, memang uang itu kami merencanakan nitip uang di sekolah itu dialokasikan untuk biaya melanjutkan sekolah," sambungnya.

Menurut Dodi, hal serupa tak hanya menimpa dirinya saja, tetapi hampir seluruh orang tua yang anaknya baru lulus kelas enam. Mereka mengeluhkan uang tabungan itu akan digunakan untuk bekal dan biaya pendidikan anaknya ke jenjang yang lebih tinggi.

"Untuk biayanya, yang tadinya akan menggunakan uang tabungan, terpaksa kami mencari dana talang ke sodara pinjam sana sini. Berharap satu - satunya dari tabungan. Ini bukan menimpa saya aja, pasti orang tua yang anaknya kelas enam juga sama untuk biaya ke jenjang selanjutnya," ucap Dodi.

Dodi berharap, uang tabungan anaknya yang dibawa kabur mantan kepala sekolah itu bisa segera dicairkan. Jika tidak, Dodi pun berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dalam hal ini Dinas Pendidikan turun langsung menyelesaikan kasus ini.

"Harapannya tidak ada kata lain, kecuali tabungan kami segera dikembalikan ke kami. Kalaupun tidak bisa dikembalikan tolong pemerintah, dalam hal ini Dinas Pendidikan yang menangani sekolah dasar hadir dalam menyelesaikan masalah ini," ujar Dodi.

Dodi menyebut, hasil aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh tatusan orang tua siswa kemarin diputuskan uang tabungan itu akan dicairkan pada tanggal 30 Juli 2023. Namun, jika tak kunjung dibagikan, orang tua siswa akan kembali menyelenggarakan aksi.

"Hasil kemarin aksi unjuk rasa, janjinya tanggal 30 Juli. Jika tidak ada realisasi, kami akan aksi lagi. Kemarin alhamdulillah dari pemda Kabid Disdik datang ke sini musyawarah, tapi ketika ditanya masalah susi, mereka masih bingung. Kalau dari Disdik tidak bisa menyelesaikan masalah ini, kami akan audiensi Bapak Bupati sebagai kepala pemerintahan Kabupaten Tasikmalaya," pungkas Dodi.

tvonenews

Sebelumnya, ratusan orangtua siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pakemitan 3, di Kecamatan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, menggeruduk pihak sekolah untuk mengembalikan uang tabungan anaknya, Sabtu (22/07/2023). Para orangtua ini tak bisa mencairkan uang tabungan mereka yang raib dibawa oleh oknum Plt Kepala Sekolah (Kepsek). 

Kisruh tabungan siswa ini telah terjadi sejak bulan Juni 2023 lalu, biasanya para orangtua siswa bisa mencairkan uang tabungannya sebelum proses kenaikan kelas. Namun, dijelaskan pihak sekolah uang tabungan tersebut dikuasai oleh mantan Plt Kepsek SDN 3 Pakemitan berinisial IS yang juga merangkap jabatan sebagai Kepsek definitif di SDN 1 Pakemitan. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ratusan orangtua siswa yang geram ini berkumpul di Gor Desa Pakemitan Kidul, untuk bermusyawarah dengan pihak sekolah kemudian Komite hingga perwakilan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya untuk meminta kejelasan terkait tabungan siswa yang bernilai total hampir Rp800 juta. 

(dai/ fis)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Media Belanda Kaget Lihat El Clasico Indonesia Berakhir Mencekam, Nasib Thom Haye di Persib Jadi Perhatian

Media Belanda Kaget Lihat El Clasico Indonesia Berakhir Mencekam, Nasib Thom Haye di Persib Jadi Perhatian

Kemenangan Persib atas Persija dalam laga panas bertajuk El Clasico Indonesia justru meninggalkan luka mendalam bagi Thom Haye. Media Belanda sorot tajam.
SBY: Demokrat dan Prabowo Harus Menjadi Bagian dari Solusi

SBY: Demokrat dan Prabowo Harus Menjadi Bagian dari Solusi

Presiden ke-6 RI sekaligus Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegaskan bahwa partainya bersama Presiden Prabowo harus menjadi solusi mengentaskan masalah bangsa.
AHY Tak Hadiri Acara Demokrat karena Dampingi Prabowo, SBY: Negara yang Utama, Baru Partai

AHY Tak Hadiri Acara Demokrat karena Dampingi Prabowo, SBY: Negara yang Utama, Baru Partai

Presiden ke-6 sekaligus Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membeberkan alasan Ketua Umum (Ketum) tak hadiri puncak perayaan Natal Nasional Partai Demokrat, Senin (12/1/2026).
Van Basty Sousa Acungkan Jari Tengah ke Bobotoh, Gelandang Persija Itu Kini Dibayang-bayangi Sanksi Berat PSSI

Van Basty Sousa Acungkan Jari Tengah ke Bobotoh, Gelandang Persija Itu Kini Dibayang-bayangi Sanksi Berat PSSI

Kali ini, sorotan tajam tertuju pada gelandang asing Persija, Van Basty Sousa. Ia terekam kamera sempat mengacungkan jari tengah ke arah tribun penonton berisikan para Bobotoh.
Pro-Kontra Pilkada Tak Langsung Lewat DPRD, Pengamat Ingatkan Risiko Politik Elitis

Pro-Kontra Pilkada Tak Langsung Lewat DPRD, Pengamat Ingatkan Risiko Politik Elitis

Pengamat Citra Institute menilai sistem Pilkada tak langsung akan menjauhkan rakyat dari proses demokrasi yang seharusnya menjadi hak fundamental warga negara.
Harga Gabah Anjlok di Bawah HPP, DPR Desak Pemerintah dan Bulog Bergerak Cepat

Harga Gabah Anjlok di Bawah HPP, DPR Desak Pemerintah dan Bulog Bergerak Cepat

DPR RI menyoroti anjloknya harga gabah di tingkat petani saat musim panen.

Trending

AHY Tak Hadiri Acara Demokrat karena Dampingi Prabowo, SBY: Negara yang Utama, Baru Partai

AHY Tak Hadiri Acara Demokrat karena Dampingi Prabowo, SBY: Negara yang Utama, Baru Partai

Presiden ke-6 sekaligus Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membeberkan alasan Ketua Umum (Ketum) tak hadiri puncak perayaan Natal Nasional Partai Demokrat, Senin (12/1/2026).
Gebrakan Gubernur Jabar KDM: Siapkan Sanksi Berat Bagi Proyek Berkualitas Buruk di Jawa Barat

Gebrakan Gubernur Jabar KDM: Siapkan Sanksi Berat Bagi Proyek Berkualitas Buruk di Jawa Barat

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), mengambil langkah tegas terkait pengerjaan proyek infrastruktur di wilayahnya. 
Thom Haye Diancam Dibunuh, Kini Giliran Allano Lima Kena Rasis setelah Laga Persib Vs Persija Skor 1-0

Thom Haye Diancam Dibunuh, Kini Giliran Allano Lima Kena Rasis setelah Laga Persib Vs Persija Skor 1-0

Di balik pertandingan Persib Bandung Vs Persija Jakarta skor 1-0, gelandang Timnas Indonesia, Thom Haye dapat ancaman pembunuhan hingga Allano Lima kena rasis.
Update Ranking BWF Usai Malaysia Open 2026: Fajar/Fikri Tembus Peringkat 4 Dunia!

Update Ranking BWF Usai Malaysia Open 2026: Fajar/Fikri Tembus Peringkat 4 Dunia!

Berikut update ranking BWF usai gelaran Malaysia Open 2026.
Profil Dino Rossano Hansa, Sosok Adik Kandung Ibu Denada yang Mengasuh Ressa Rizky Rossano Selama 24 Tahun

Profil Dino Rossano Hansa, Sosok Adik Kandung Ibu Denada yang Mengasuh Ressa Rizky Rossano Selama 24 Tahun

Berikut profil sosok Dino Rossano Hansa, adik kandung almarhumah Emilia Contessa sekaligus paman Denada Tambunan, yang mengasuh Al Ressa Rizky Rossano (24).
Hujan Lebat dan Angin Kencang Landa Jakarta, BMKG Wanti-wanti Cuaca Ekstrem hingga 13 Januari 2026

Hujan Lebat dan Angin Kencang Landa Jakarta, BMKG Wanti-wanti Cuaca Ekstrem hingga 13 Januari 2026

Hujan lebat dan angin kencang melanda Jakarta sejak Senin 12 Januari 2026. BMKG peringatkan cuaca ekstrem hingga 13 Januari, warga diminta waspada.
Curhat Pilu Denada, Sosok yang Harusnya Jadi Ayah Malah Ikut Gugat Bersama Ressa Rizky

Curhat Pilu Denada, Sosok yang Harusnya Jadi Ayah Malah Ikut Gugat Bersama Ressa Rizky

​​​​​​​Denada curhat pilu usai digugat Ressa Rizky. Lebih kecewa karena pamannya ikut menggugat. Kuasa hukum ungkap fakta di balik konflik keluarga ini.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT