Presiden Prabowo Kritik Penanganan Sampah yang Ada di Pantai Bali
Denpasar, tvOnenews.com - Presiden prabowo Subianto mengkritik penanganan Sampah di kawasan Pantai Kuta, Bali, yang dinilai mengganggu citra pariwisata Indonesia.
Kritik tersebut disampaikan setelah Prabowo mendapat masukan dari sejumlah tokoh luar negeri yang menyebut kondisi Bali saat ini terlihat kotor.
Menanggapi hal itu, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Bali bergerak cepat dengan menggelar gotong royong membersihkan sampah di sepanjang Pantai Kuta.
Kegiatan bersih-bersih tersebut melibatkan unsur TNI-Polri, Dinas Lingkungan Hidup, serta para siswa sekolah.
Sebanyak delapan alat berat diterjunkan untuk mengangkut tumpukan sampah kiriman yang terbawa arus laut. Sampah yang memenuhi Pantai Kuta sebagian besar terdiri dari kayu, plastik, dedaunan, dan material organik lainnya.
Pemerintah Bali berencana memilah sampah tersebut sebelum dibuang. Sampah kayu akan diproses menjadi pupuk kompos, sementara sampah anorganik seperti plastik akan dibawa ke tempat pembuangan akhir (TPA).
Fenomena sampah kiriman di Pantai Kuta diketahui kerap terjadi setiap tahun, terutama pada periode Desember hingga Februari.
Dalam kondisi puncak, petugas dapat mengumpulkan hingga sekitar delapan ton sampah setiap harinya.
Gubernur Bali I Wayan Koster juga dikabarkan akan membentuk satuan tugas khusus penanganan sampah untuk memperkuat pengelolaan kebersihan di kawasan wisata dan wilayah perkotaan di Pulau Dewata.