Pemerintah Respon Gejolak Pasar Modal
Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga hartarto menegaskan pemerintah akan mempercepat reformasi pasar modal Indonesia. Pemerintah juga menegaskan tidak akan mentoleransi praktik manipulasi pasar, termasuk aktivitas Saham gorengan, dan akan menindak tegas pelanggaran yang terjadi.
Pernyataan tersebut disampaikan Airlangga di tengah gejolak pasar modal serta mundurnya jajaran pimpinan RUT BEI dan tiga pejabat Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pemerintah, kata Airlangga, berkomitmen melakukan reformasi struktural untuk memperkuat integritas dan memperdalam pasar modal nasional.
Salah satu langkah yang disorot adalah peningkatan transparansi dan penguatan integritas pasar. Presiden juga telah memerintahkan percepatan reformasi pasar modal secara struktural melalui demutualisasi bursa.
Airlangga menambahkan pemerintah memastikan operasional pasar modal tetap berjalan normal di masa transisi kepemimpinan OJK. Pemerintah juga optimistis pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV akan lebih tinggi dibandingkan kuartal III tahun 2025, seiring upaya menjaga stabilitas dan kepercayaan investor.
Sementara itu, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan ( Ihsg) pada awal pekan ini masih berada dalam tekanan. Pada perdagangan Senin (2/2/2026) pagi, IHSG dibuka melemah sekitar 23 poin ke level 8.306 dan sempat turun lebih dalam ke kisaran 8.125 pada awal sesi.
Meski demikian, sebelumnya IHSG sempat mencatat rebound pada akhir pekan lalu. Pada penutupan Jumat (30/1/2026), IHSG menguat 97,40 poin atau naik 1,18 persen ke level 8.329.
Analis juga menilai pasar masih menanti dampak dari langkah percepatan reformasi struktural yang dicanangkan pemerintah untuk memperkuat pasar modal nasional di tengah situasi transisi otoritas dan volatilitas indeks.