Jakarta, tvOnenews.com - Setelah guncangan badai pemutusan hubungan kerja (PHK) di awal tahun 2025, kini angka Pengangguran ikut terseret.
Lapangan kerja tiba-tiba hilang layaknya barang langka. Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di berbagai sektor industri tidak bisa dipungkiri berimbas meningkatkan angka kriminalitas.
Menjadi pengangguran kerap mendesak seseorang berbuat kejahatan karena berbagai faktor, mulai dari frustasi karena tidak memiliki pekerjaan hingga tekanan sosial.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik BPS, jumlah pengangguran di Indonesia tembus 7,28 juta orang per Februari 2025.
Secara spesifik, BPS mencatat ada tambahan pengangguran sebanyak 83.450 orang dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Ironisnya, kelompok muda usia 15 hingga 24 tahun tetap mendominasi pengangguran.
Tingginya jumlah pengangguran usia muda ditengarai karena keterampilan yang tidak sesuai dengan kebutuhan industri.
Lantas, apa strategi jitu mengatasi pengangguran? Simak video berikut, untuk mengetahui selengkapnya. (ayu)