STY Ungkap Perbedaan Mencolok Pemain Timnas Indonesia Era 2020 dan 2024
- Instagram @shintaeyong7777
tvOnenenews.com - Setelah berpisah dengan Timnas Indonesia pada awal 2025, Shin Tae-yong masih menjadi sorotan berkat kontribusi besar yang ia tinggalkan untuk skuad Garuda.
Salah satu kebijakan paling kontroversial namun berdampak signifikan adalah “potong generasi”, yang kemudian menjadi awal munculnya banyak pemain muda berbakat di Timnas Indonesia.
Kebijakan tersebut dianggap sebagai titik balik lahirnya generasi baru yang kini tampil di berbagai ajang internasional, seperti Kualifikasi Piala Dunia 2026 dan Piala Asia.
- Antara
Beberapa nama seperti Marselino Ferdinan, Asnawi Mangkualam, dan Pratama Arhan menjadi bagian dari hasil proses regenerasi tersebut.
Melalui penjelasan penerjemahnya, Jeje, terungkap alasan di balik keputusan tegas Shin Tae-yong tersebut.
Saat pertama kali menangani Timnas Indonesia, ia melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi para pemain.
“Begitu Coach Shin datang di awal generasi itu memang, banyak pemain yang tidak mengikuti peraturan, tidak patuh dengan peraturan, dan juga malas-malasan di lapangan, banyak berbohong juga,” ungkap Jeje, dikutip dari kanal YouTube Mansion Sports FC.
Menurut Jeje, kondisi tersebut menjadi hambatan besar dalam membangun tim yang disiplin.
“Jadi, kalau begini tidak akan bisa menjadi tim yang disiplin. Jadi akhirnya Coach Shin ambil keputusan seperti itu,” lanjutnya.
Masalah kedisiplinan ini juga terlihat sejak awal pemusatan latihan, mulai dari kebiasaan sehari-hari hingga pola makan para pemain.
Intensitas latihan yang tinggi membuat sebagian pemain kesulitan beradaptasi dan tidak sepenuhnya jujur dalam menjalani program yang diberikan.
“Mereka juga sering berbohong juga karena porsi latihannya banyak, dan banyak juga yang tidak disiplin. Kalau begini tidak akan bisa berkembang menurut Coach Shin Tae-yong, akhirnya Coach Shin ambil keputusan untuk potong generasi, mau nggak mau,” jelas Jeje.
Selain itu, Host juga menanyakan perbedaan mencolok dari sisi fisik pemain Timnas Indonesia antara tahun 2020 dan 2024, terutama setelah Shin Tae-yong resmi tidak lagi melatih.
“(Perbedaan) fisiknya mungkin jauh, satu mungkin di langit, satu di tanah. Di awal-awal memang banyak pemain yang tidak weight training, dan juga nggak tahu core training,” ungkap Jeje menerjemahkan pernyataan STY.
- PSSI
Menurut Shin Tae-yong, latihan core sangat penting bagi pemain karena berpengaruh pada daya tahan di lapangan.
“Memang 25 menit masih bisa ngikutin di lapangan, tapi selepas itu lewat 20-25 menit, mereka udah nggak bisa ikutin, karena nggak kuat. Jadi segitunya, corenya belum ada,” tuturnya.
“Otot kecil, bagian perut, ya semua masuk,” tambah Jeje.
Jeje juga menegaskan bahwa setiap training camp yang dipimpin Shin Tae-yong selalu menyertakan latihan core training untuk pemain Timnas Indonesia. (ind)
Load more