John Herdman Blak-blakan Soal Fakta Sepak Bola Indonesia: Tanpa Pembinaan Dini, Timnas Indonesia Sulit Bersaing
- instagram timnas indonesia
tvOnenews.com - Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, mulai menyoroti satu aspek krusial yang dinilai masih perlu perhatian serius: pembinaan pemain usia muda.
Dalam berbagai kesempatan, Herdman menegaskan bahwa masa depan sepak bola Indonesia tidak hanya ditentukan oleh tim senior, tetapi justru berakar dari sistem pengembangan usia dini yang kuat dan berkelanjutan.
Menurutnya, tanpa fondasi yang solid di level akar rumput, sulit bagi sebuah negara untuk menjaga konsistensi prestasi di level internasional.
Herdman bahkan mendorong agar federasi, dalam hal ini PSSI, lebih berani menempatkan pelatih terbaik di kelompok usia muda demi menciptakan generasi emas yang siap bersaing di masa depan.
Pertemuan Strategis Herdman dan Erick Thohir
Usai memimpin skuad Garuda di ajang FIFA Series 2026 menghadapi Saint Kitts dan Nevis serta Belgia, John Herdman menggelar pertemuan penting dengan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir.
Agenda ini tak hanya membahas hasil pertandingan, tetapi juga arah pengembangan tim nasional ke depan.
Dalam diskusi tersebut, Herdman memberikan masukan tegas agar pembinaan usia muda menjadi prioritas utama.
Ia menilai timnas kelompok umur merupakan aset vital yang harus dikelola secara serius dengan pendekatan profesional.
- Instagram Erick Thohir
"Pelatih terbaik seharusnya ditempatkan di kelompok usia muda."
"Khususnya di level U-17 dan U-15," kata John Herdman dilansir dari Instagram Erick Thohir.
Ia juga menambahkan bahwa tantangan melatih pemain muda jauh lebih kompleks karena pelatih harus mampu mengidentifikasi potensi yang belum sepenuhnya terlihat.
"Pelatih terbaik sering kali bekerja dengan pemain yang levelnya paling dasar."
"Dengan potensi yang belum terlihat jelas, di situ tantangan sebenarnya," terangnya.
Kondisi Nyata Sepak Bola Usia Muda Indonesia
Masukan dari Herdman sejalan dengan realitas di lapangan. Pembinaan pemain muda di Indonesia memang menunjukkan potensi besar, tetapi belum sepenuhnya didukung sistem yang ideal.
Hal ini juga ditegaskan oleh Kepala Pemandu Bakat PSSI, Simon Tahamata.
Ia menilai bahwa fondasi sepak bola nasional harus dimulai sejak usia sangat dini, bahkan sebelum remaja.
Load more