Ucapan Jay Idzes Jadi Topik Panas di Bulgaria, hingga Pengamat Belanda Sebut Naturalisasi Timnas Indonesia Bodoh
- instagram Jay Idzes
tvOnenews.com - Perjalanan Timnas Indonesia di ajang FIFA Series 2026 memang berakhir pahit setelah gagal menjadi juara.
Namun di balik hasil tersebut, justru muncul gelombang sorotan dari berbagai media Eropa yang membuat nama skuad Garuda semakin diperbincangkan.
Mulai dari komentar kapten tim Jay Idzes, performa Emil Audero, hingga polemik naturalisasi pemain diaspora, semuanya menjadi perhatian luas. Berikut rangkumannya:
1. Ucapan Jay Idzes Jadi Sorotan Media Bulgaria
- instagram Jay Idzes
Kekalahan tipis 0-1 dari Bulgaria di partai final tak lantas membuat Timnas Indonesia dipandang sebelah mata.
Justru sebaliknya, media Bulgaria seperti Sportal.bg memberikan perhatian khusus terhadap sikap kapten Garuda, Jay Idzes.
Dalam laporan mereka, Idzes dinilai menunjukkan mentalitas kuat meski timnya gagal meraih gelar juara.
Pernyataan bek Sassuolo itu dianggap mencerminkan karakter baru Timnas Indonesia di era pelatih John Herdman.
“Pertama-tama, saya sangat bangga dengan tim ini. Saya pikir kami bermain bagus, tetapi sayangnya kami kalah. Kami memiliki beberapa peluang, tetapi saya tetap sangat bangga dengan tim ini,” ujar Idzes.
Media Bulgaria bahkan menyebut Indonesia tampil mengejutkan dan mampu memberikan tekanan berarti sepanjang laga.
Mereka juga menilai perkembangan permainan Indonesia terlihat jelas, terutama dalam organisasi tim dan keberanian menyerang.
2. Gara-gara Emil Audero, Timnas Indonesia yang Gagal di FIFA Series Jadi Sorotan Media Italia
- ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha
Tak hanya Bulgaria, media Italia juga ikut menyoroti laga final ini. Perhatian mereka tertuju pada kiper keturunan Indonesia, Emil Audero.
Dalam laporan Cuore Grigiorosso, Audero disebut menjadi salah satu fokus utama setelah dipercaya tampil sejak menit awal.
Namun, pertandingan kali ini dinilai tidak berjalan semulus saat Indonesia menang besar di semifinal.
“Indonesia yang diperkuat Audero, yang memulai pertandingan, menjamu Bulgaria di FIFA Series 2026: sebuah gol penalti sudah cukup bagi tim Eropa tersebut,” tulis media tersebut.
Momen krusial yang berujung gol bermula dari pelanggaran Kevin Diks di kotak penalti. Situasi itu menjadi titik balik yang sulit dikejar oleh Indonesia.
Meski begitu, Garuda tetap memberikan perlawanan sengit. Bahkan, peluang emas sempat tercipta melalui Ole Romeny, namun hanya membentur mistar gawang.
Media Italia menilai, meski kalah, Indonesia tetap menunjukkan kualitas yang membuat mereka layak diperhitungkan di level internasional.
3. Pengamat Belanda Sentil Naturalisasi: Bodoh!
- instagram Dean James
Di sisi lain, sorotan tajam justru datang dari Belanda. Pengamat sepak bola Tijmen van Wissing melontarkan kritik keras terhadap gelombang naturalisasi pemain diaspora Timnas Indonesia.
Ia secara blak-blakan menyebut keputusan beberapa pemain menerima paspor Indonesia tanpa pertimbangan matang sebagai langkah yang keliru.
“Saya pikir itu jauh lebih bodoh dari para pemain dan agen. Mereka seharusnya memikirkannya matang-matang,” tegasnya.
Pernyataan ini muncul setelah munculnya polemik di Liga Belanda terkait status pemain seperti Dean James dan Nathan Tjoe-A-On.
Kasus tersebut bahkan memicu protes dari beberapa klub, termasuk NAC Breda dan TOP Oss, yang mempertanyakan keabsahan status pemain dalam kompetisi.
Van Wissing juga menyoroti dampak finansial yang berat.
Pemain non-Uni Eropa di Eredivisie diwajibkan menerima standar gaji tinggi, yang justru membuat klub berpikir ulang untuk merekrut mereka.
Situasi ini berpotensi membuat pemain diaspora Indonesia kehilangan peluang bermain di level tertinggi Eropa. (asl)
Load more