Mauro Zijlstra Absen di FIFA Series? 5 Wajah Baru yang Tak Perlu Dinaturalisasi Ini Bisa Dipanggil Timnas Indonesia
- Instagram/@maurozijlstra
tvOnenews.com - Mauro Zijlstra terancam absen bagi Timnas Indonesia asuhan pelatih John Herdman jelang FIFA Series pertengahan bulan Maret ini.
Pasalnya, Mauro Zijlstra mengalami cedera paha ketika sedang berlatih bersama Persija Jakarta. Hal ini dikonfirmasi oleh pelatih Macan Kemayoran, Mauricio Souza.
“Mauro, sayangnya di hari Minggu kita latihan, waktu latihan sudah selesai, sudah mau selesai, dia ada shooting ke gawang,“ kata Mauricio Souza.
“Dia shooting terus dia cedera di paha depan. Dan dia tidak bisa tampil di pertandingan ini lawan Borneo — Mauro cedera tidak tahu dia bisa tampil tidak ke depan,” paparnya.
Kondisi itu jelas menimbulkan kekhawatiran bagi Timnas Indonesia khususnya sang pelatih John Herdman. Apalagi, gelaran FIFA Series makin dekat.
Apalagi, Ole Romeny juga masih dalam pemulihan sehingga Timnas Indonesia berpeluang kehilangan dua striker di FIFA Series nanti.
Berkaca dengan situasi ini, maka sejumlah nama pengganti mungkin bakal disiapkan oleh John Herdman meski pelatih asal Inggris tersebut belum mengumumkan secara resmi.
Dengan kehadiran John Herdman di beberapa pertandingan Super League, maka sang pelatih tampaknya akan mencari pengganti striker yang absen tanpa naturalisasi terbaru.
Lantas, siapa saja striker tanpa naturalisasi yang bisa dipilih John Herdman andai Mauro Zijlstra absen bagi skuad Garuda di FIFA Series?
1. Eksel Runtukahu (Persija Jakarta)
Posisi Eksel Runtukahu sempat tergeser sebagai striker utama Persija Jakarta setelah kedatangan Mauro Zijlstra, namun ketajamannya sama sekali tak berkurang.
Di putaran pertama Super League lalu, Eksel Runtukahu bermain luar biasa sebagai striker lokal dengan rincian empat gol dan dua assist dari 15 pertandingan.
Punya kemampuan positioning dan sundulan yang tajam, maka Eksel Runtukahu bisa menjadi kartu truf skuad Merah-putih di FIFA Series mendatang.
2. Ezra Walian (Persik Kediri)
Ezra Walian sempat menjadi andalan Timnas Indonesia era Luis Milla dan Shin Tae-yong sejak menjadi WNI pada 2017. Namun beberapa tahun terakhir, ia kehilangan tempatnya.
Padahal, penampilannya tidak begitu buruk dengan total caps tiga gol dari sembilan laga sehingga posisi striker di timnas Indonesia masih mungkin dia ambil lagi.
Performa terbaik Ezra Walian mulai kembali setelah didapuk sebagai kapten Persik Kediri. Di Super League musim ini, ia catatkan 6 gol dan 9 assist dari 22 laga.
3. Ramadhan Sananta (Brunei DPMM)
Ramadhan Sananta memutuskan untuk merantau ke Liga Malaysia dengan bergabung ke Brunei DPMM. Di sana, ia jadi andalan utama.
Dari 22 pertandingan di semua kompetisi Malaysia, Ramadhan Sananta sudah menciptakan empat gol dan dua assist, sebuah catatan yang tak begitu buruk.
Kendati demikian, rekor impresif Ramadhan Sananta di timnas Indonesia dengan enam gol dari 16 laga membuat John Herdman layak mempertimbangkan sang striker.
4. Adrian Wibowo (LOS Angeles FC)
Adrian Wibowo memilih kewarganegaraan Indonesia tanpa naturalisasi pada 7 September 2025. Di era Patrick Kluivert, ia debut dan hingga kini baru catat 1 laga.
Kedatangan John Herdman tampaknya bakal membuat Adrian Wibowo mendapat kesempatan lebih banyak di Timnas Indonesia, termasuk di FIFA Series.
Ditambah lagi dengan penampilannya bersama Los Angeles FC, di mana dia telah membukukan 15 gol dan 11 assist dari 52 kali pertandingan.
5. Hokky Caraka (Persita Tangerang)
Hokky Caraka sempat diisukan sebagai anak kesayangan Shin Tae-yong. Bagaimana tidak, ia telah bermain sebanyak 10 laga dengan dua gol bagi Timnas Indonesia senior.
Performanya sempat meredup di level klub lantaran PSS Sleman terdegradasi. Namun, kegemilangannya kembali saat dia hjirah ke Persita Tangerang.
Total empat gol dan satu assist dia catatkan dari 21 laga bersama Persita Tangerang. Bahkan pada pekan ke-25 Super League, Minggu (21/12) lalu, Hokky Caraka cetak gol salto ke gawang Persik Kediri.
(han)
Load more