Eks Rekan Layvin Kurzawa di PSG Jadi Kandidat Pemain Naturalisasi Anyar Timnas Indonesia?
- Instagram/mittchelb
tvOnenews.com - Nama Mitchel Bakker, bek kiri berusia 25 tahun yang pernah memperkuat Paris Saint-Germain (PSG) dan Lille, kini menjadi sorotan Timnas Indonesia.
Pemain jebolan akademi Ajax Amsterdam ini memiliki garis keturunan Indonesia dari sang kakek yang lahir di Maluku, sehingga berpotensi menjadi tambahan kekuatan anyar bagi skuad Garuda.
Menurut media Belanda, Voetbalprimeur, PSSI pernah menunjukkan minat untuk menaturalisasi Bakker.

- Instagram @mittchelb
“Asosiasi Sepak Bola Indonesia (FIFA) sedang berupaya membujuk Mitchel Bakker untuk pindah ke klub internasional,” tulis laporan tersebut pada (4/1/2025) lalu.
Bakker sendiri tampaknya menyadari ketertarikan Indonesia, meski belum ada keputusan resmi.
Kesempatan ini muncul bersamaan dengan ambisi PSSI memperkuat skuad menghadapi Piala Dunia 2026, setelah beberapa pemain keturunan seperti Mees Hilgers, Thom Haye, Ragnar Oratmangoen, Jay Idzes, dan Rafael Struick sudah lebih dulu bergabung.
Karier Bakker cukup impresif di Eropa.

- LOSC
Setelah debut senior bersama Ajax pada 2018, ia pindah ke PSG setahun kemudian dan mencatat 45 penampilan di semua kompetisi, termasuk 10 di Liga Champions, serta membantu klub menjadi juara Ligue 1 2020 dan finalis Liga Champions.
Pada 2021, ia hijrah ke Bayer Leverkusen, mencetak 5 gol dan 7 assist dari 70 laga.
Langkah berikutnya membawanya ke Atalanta, di mana ia turut mengantarkan klub meraih gelar Liga Europa 2024, sebelum dipinjamkan ke Lille pada Agustus 2024.
Di klub Prancis ini, ia sudah menyumbang 3 gol dari 16 pertandingan.
Di level internasional, Bakker telah membela semua tim junior Belanda mulai U-15 hingga U-21, namun belum pernah mencatatkan caps senior.

- https://www.losc.fr/
Akan tetapi, proses naturalisasi Bakker tampaknya menghadapi kendala.
Ketua Umum Erick Thohir pernah menyebut bahwa peluang Bakker bergabung dengan Timnas Indonesia terganjal aturan FIFA terkait garis keturunan yang terlalu jauh.
Darah keturunan Indonesia yang dimiliki pemain LOSC Lille tersebut berasal dari kakek buyut (generasi ketiga), sementara syarat FIFA maksimal adalah kakek atau nenek (generasi kedua).
Load more