Sejalan dengan Pascal Struijk, Jayden Oosterwolde Tunda Peluang Bela Timnas Indonesia demi Tunggu Panggilan Belanda
- Fenerbahce Official
"Mari berharap hal itu (bermain di Timnas Belanda) akan terjadi suatu saat nanti," tegasnya.
Sikap serupa juga ditunjukkan Jayden Oosterwolde.
Ia mengungkapkan bahwa orang tuanya bahkan rutin menanyakan soal kemungkinan membela Indonesia atau Suriname. Namun hingga kini, jawabannya masih sama: menunggu panggilan dari Belanda.

- Fenerbahce Official
“Hampir setiap bulan mereka bertanya apakah saya ingin bermain untuk Indonesia atau Suriname. Tapi saya masih ingin bermain untuk tim nasional Belanda,” ungkap Oosterwolde.
Baik Oosterwolde maupun Struijk sadar bahwa jalan menuju Timnas Belanda tidak mudah. Persaingan di lini belakang Oranje diisi oleh nama-nama kelas dunia seperti Nathan Aké, Jurrien Timber, Micky van de Ven, Ian Maatsen, hingga Jorrel Hato.
Meski begitu, keduanya tetap yakin dengan peluang masing-masing. Struijk menilai performa konsisten di level tertinggi seharusnya membuka kesempatan.
“Membela tim nasional Belanda masih jadi impian bagi saya. Akan tetapi Itu tergantung pada bagaimana performa saya di lapangan....Sejauh ini saya bermain dengan baik, jadi saya berharap bisa terus seperti ini,” tutur Struijk.
Ia pun menegaskan bahwa keputusan akhir tetap berada di tangan pelatih tim nasional, bukan pemain.
“Jika Anda tampil di level tertinggi, menurut saya Anda layak mendapatkan kesempatan. Tapi saya bukan pelatih nasional,” tandasnya.
Kesamaan sikap Jayden Oosterwolde dan Pascal Struijk ini memperlihatkan realitas yang harus dipahami publik Indonesia.
Meski memiliki darah Indonesia dan dukungan besar dari suporter Tanah Air, keduanya masih memilih untuk mengejar mimpi tertinggi dalam karier internasional mereka bersama Timnas Belanda. (asl)
Load more