Sejalan dengan Pascal Struijk, Jayden Oosterwolde Tunda Peluang Bela Timnas Indonesia demi Tunggu Panggilan Belanda
- Fenerbahce Official
tvOnenews.com - Pilihan Jayden Oosterwolde untuk menunda peluang membela Timnas Indonesia ternyata sejalan dengan sikap yang diambil Pascal Struijk.
Dua pemain berdarah Indonesia itu kompak memprioritaskan satu mimpi besar yang sama: menembus skuad Timnas Belanda.
Jayden Oosterwolde, bek kiri andalan Fenerbahce, secara terbuka mengakui bahwa dirinya memiliki ikatan darah dengan Indonesia dari sang ibu, serta Suriname dari ayahnya.

Dengan latar belakang tersebut, Oosterwolde sejatinya memiliki peluang besar untuk memperkuat Timnas Indonesia maupun Suriname.
Namun, pemain berusia 24 tahun yang lahir dan besar di Belanda itu menegaskan bahwa ambisinya saat ini masih tertuju pada tim nasional Oranje.
“Ya, masih menjadi mimpi saya untuk bermain bagi tim nasional Belanda. Ibuku berasal dari Indonesia dan ayahku dari Suriname,” kata Oosterwolde dalam wawancara di kanal YouTube A Spor.
"Jadi, mereka menghubungi saya setiap bulan menanyakan apakah saya ingin bermain untuk Indonesia atau Suriname, tetapi saya masih ingin bermain untuk tim nasional Belanda," kata Oosterwolde.
Menariknya, sikap Oosterwolde ini berjalan seiring dengan apa yang dirasakan Pascal Struijk.

- X/LUFC
Bek Leeds United itu juga memiliki darah Indonesia dan kerap mendapat dorongan dari publik Tanah Air agar bersedia membela skuad Garuda.
Struijk mengaku senang dengan antusiasme besar suporter Indonesia.
Namun, seperti Oosterwolde, ia menilai saat ini fokus utama kariernya masih berada di Eropa, tepatnya bersama klub dan Timnas Belanda.
“Saya rasa saya punya peluang untuk itu (Belanda) dan untuk menunjukkan kemampuan saya di sana. Jadi, itulah hal yang ingin saya perjuangkan,” ujar Struijk, dikutip dari ESPN NL.
Meski peluang membela Indonesia dinilai lebih realistis, Struijk menegaskan bahwa dirinya masih ingin mengejar kesempatan bersama Timnas Belanda.

- REUTERS/Chris Radburn
Ia memilih untuk menunggu dan membuktikan diri melalui performa di level klub.
“Itu bukan sesuatu yang saya fokuskan. Saya ingin mengakhiri musim ini dengan kuat bersama Leeds United. Kami ingin bertahan di Premier League dan finis setinggi mungkin,” jelasnya.
"Mari berharap hal itu (bermain di Timnas Belanda) akan terjadi suatu saat nanti," tegasnya.
Sikap serupa juga ditunjukkan Jayden Oosterwolde.
Ia mengungkapkan bahwa orang tuanya bahkan rutin menanyakan soal kemungkinan membela Indonesia atau Suriname. Namun hingga kini, jawabannya masih sama: menunggu panggilan dari Belanda.

- Fenerbahce Official
“Hampir setiap bulan mereka bertanya apakah saya ingin bermain untuk Indonesia atau Suriname. Tapi saya masih ingin bermain untuk tim nasional Belanda,” ungkap Oosterwolde.
Baik Oosterwolde maupun Struijk sadar bahwa jalan menuju Timnas Belanda tidak mudah. Persaingan di lini belakang Oranje diisi oleh nama-nama kelas dunia seperti Nathan Aké, Jurrien Timber, Micky van de Ven, Ian Maatsen, hingga Jorrel Hato.
Meski begitu, keduanya tetap yakin dengan peluang masing-masing. Struijk menilai performa konsisten di level tertinggi seharusnya membuka kesempatan.
“Membela tim nasional Belanda masih jadi impian bagi saya. Akan tetapi Itu tergantung pada bagaimana performa saya di lapangan....Sejauh ini saya bermain dengan baik, jadi saya berharap bisa terus seperti ini,” tutur Struijk.
Ia pun menegaskan bahwa keputusan akhir tetap berada di tangan pelatih tim nasional, bukan pemain.
“Jika Anda tampil di level tertinggi, menurut saya Anda layak mendapatkan kesempatan. Tapi saya bukan pelatih nasional,” tandasnya.
Kesamaan sikap Jayden Oosterwolde dan Pascal Struijk ini memperlihatkan realitas yang harus dipahami publik Indonesia.
Meski memiliki darah Indonesia dan dukungan besar dari suporter Tanah Air, keduanya masih memilih untuk mengejar mimpi tertinggi dalam karier internasional mereka bersama Timnas Belanda. (asl)
Load more