3 Pemain Timnas Indonesia yang Terancam Tersingkir di Era John Herdman
- Instagram/@maurozijlstra
tvOnenews.com - Gelombang perubahan besar diprediksi akan menyapu skuad Timnas Indonesia seiring kabar penunjukan John Herdman sebagai pelatih anyar Garuda.
Pelatih asal Inggris berusia 50 tahun itu disebut-sebut akan diperkenalkan PSSI pada awal Januari 2026, dengan kontrak jangka menengah yang mencerminkan proyek serius jangka panjang.
Herdman dikenal luas sebagai sosok pelatih berstandar tinggi.
Disiplin taktik, intensitas permainan, serta kebugaran fisik menjadi fondasi utama filosofi kepelatihannya.
Tak heran, kehadirannya langsung memunculkan spekulasi: siapa saja pemain yang berpotensi tersingkir karena tak lagi sesuai dengan kebutuhan tim?
Berikut tiga nama pemain Timnas Indonesia yang posisinya diprediksi rawan di bawah kepemimpinan John Herdman.
1. Stefano Lilipaly ā Usia dan Tuntutan Fisik
- instagram/stefanolilipaly
Ā
Stefano Lilipaly masih menunjukkan kualitas teknik yang mumpuni bersama Dewa United.
Namun, usia 35 tahun menjadi tantangan besar jika dikaitkan dengan gaya main Herdman yang menuntut intensitas tinggi selama 90 menit penuh.
Herdman dikenal mengusung sepak bola modern yang mengandalkan pressing agresif dan mobilitas konstan.
Kriteria ini membuat pemain senior seperti Lilipaly berada dalam posisi sulit, meski pengalaman dan visi bermainnya tak diragukan.
Situasi ini sejatinya bukan hal baru. Di era Shin Tae-yong, Lilipaly juga sempat terpinggirkan karena pertimbangan fisik untuk level internasional.
Jika Herdman konsisten dengan filosofi āsepak bola lariā-nya, peluang Lilipaly kembali menjadi pilihan utama Garuda tampaknya semakin menipis.
2. Mauro Zijlstra ā Kurang Jam Terbang
- tvonenews.com - Ilham Giovani
Ā
Nama Mauro Zijlstra juga masuk dalam daftar pemain yang rawan dicoret.
Penyerang muda ini dinilai belum memenuhi salah satu syarat mutlak John Herdman: menjadi pemain inti di klub masing-masing.
Hingga pertengahan musim 2025/2026, Zijlstra belum mampu menembus tim utama FC Volendam dan lebih sering bermain di level U-21.
Meski sempat mencetak gol di kompetisi usia muda, minimnya menit bermain di level senior menjadi catatan serius.
Performa Zijlstra bersama Timnas Indonesia U-23 di SEA Games 2025 pun dinilai belum cukup meyakinkan.Ā
Jika situasi ini berlanjut dan ia tak segera mendapat kepercayaan di klubnya, posisinya di Timnas senior sangat mungkin tergeser oleh penyerang lain yang lebih matang dan siap tempur.
3. Egy Maulana Vikri ā Mulai Tersisih di Level Klub
- Antara
Ā
Egy Maulana Vikri juga tak sepenuhnya aman menyambut era baru Timnas Indonesia.
Meski masih menjadi bagian dari Dewa United, menit bermain Egy di kompetisi domestik terbilang terbatas.
Sepanjang musim ini, kontribusi terbaik Egy justru datang di ajang AFC Challenge League, sementara di liga domestik ia kerap kalah bersaing dan belum menjadi pilihan utama.
Dalam konteks Herdman, kondisi ini menjadi alarm bahaya.
Pelatih yang pernah membawa Kanada tampil di Piala Dunia itu dikenal selektif dan sangat mempertimbangkan konsistensi pemain di klub.
Jika Egy tak mampu mengamankan posisi inti dan meningkatkan kontribusinya, peluangnya bertahan di skuad utama Garuda bisa semakin mengecil.
Kedatangan John Herdman menandai dimulainya era baru Timnas Indonesia.
Perombakan skuad hampir pasti terjadi, sejalan dengan visi PSSI membangun tim yang kompetitif di level Asia dan berkelanjutan lintas kelompok usia.
Bagi para pemain, Januari 2026 bukan sekadar pergantian pelatih, melainkan awal dari seleksi alam yang ketat.
Hanya mereka yang mampu memenuhi standar fisik, taktik, dan mentalitas tinggi yang akan bertahan.
Pertanyaannya kini bukan siapa yang pernah berjasa, melainkan siapa yang paling siap beradaptasi dengan tuntutan sepak bola modern ala John Herdman.
(tsy)
Load more