News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Bukan Cuman Ange Postecoglou dan Jesus Casas, Ini 3 Nama Kejutan Calon Pelatih Timnas Indonesia!

Posisi pelatih kepala tim nasional Indonesia kian hangat diperbincangkan. PSSI melalui Ketua Badan Tim Nasional (BTN) Sumardji dan Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi menyampaikan perkembangan terbaru soal calon nakhoda baru Tim Garuda dalam jumpa pers di GBK Arena, Jakarta
Jumat, 21 November 2025 - 22:09 WIB
Mantan Pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert
Sumber :
  • Tim tvOnenews - Taufik Hidayat

Jakarta, tvOnenews.com - Posisi pelatih kepala tim nasional Indonesia kian hangat diperbincangkan. PSSI melalui Ketua Badan Tim Nasional (BTN) Sumardji dan Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi menyampaikan perkembangan terbaru soal calon nakhoda baru Tim Garuda dalam jumpa pers di GBK Arena, Jakarta.

Pada kesempatan itu, Yunus Nusi meminta publik bersabar terkait sosok pelatih timnas Indonesia pengganti Patrick Kluivert yang gagal membawa Garuda melaju ke Piala Dunia 2026. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia mengungkapkan PSSI kini sudah mengantongi lima nama kandidat pelatih baru.

“Kami sudah pegang lima nama. Publik diminta bersabar, prosesnya tetap berjalan. Kami ingin sosok yang paling tepat bagi tim nasional Indonesia,” ujar Yunus.

Lima Kandidat dalam Uji Kelayakan

Ketua BTN Sumardji menambahkan, kelima calon pelatih tersebut tidak akan dipilih secara tergesa-gesa. 

Ia bersama Direktur Teknik PSSI, Alexander Zwiers, akan melakukan uji kelayakan terhadap kelima nama itu dalam waktu dekat.

“Mulai minggu-minggu depan kami akan melakukan uji kelayakan. Kami ingin memastikan pelatih yang datang benar-benar paling tepat untuk tim Garuda, baik dari sisi kualitas, rekam jejak, maupun pemahaman terhadap sepak bola Asia,” kata Sumardji.

Di media sosial, dua nama yang paling banyak dibicarakan warganet adalah Jesus Casas dan Ange Postecoglou. Keduanya saat ini tidak terikat kontrak dengan klub maupun tim nasional mana pun. 

Namun, di luar itu, terdapat beberapa nama lain yang dinilai menarik dan layak dipertimbangkan PSSI karena pengalaman serta prestasi mereka di level Asia.

PSSI juga menegaskan bahwa nama mantan pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong, sudah tidak masuk dalam daftar. 

Meski sosok STY masih sangat populer di kalangan suporter, Ketua Umum PSSI Erick Thohir sebelumnya menegaskan bahwa pelatih asal Korea Selatan itu sudah menjadi masa lalu bagi tim nasional Indonesia.

Berikut profil singkat lima calon pelatih potensial yang dinilai layak menangani Tim Garuda.

1. Ange Postecoglou

Ange Postecoglou adalah salah satu pelatih dengan rekam jejak paling mentereng di daftar ini. Pelatih asal Australia berdarah Yunani tersebut mulai dikenal luas publik Eropa saat menukangi Tottenham Hotspur selama dua musim.

Bersama Spurs, Postecoglou mengakhiri paceklik trofi klub London itu dengan meraih gelar Liga Europa musim 2024/2025.

Sebelum sukses di Inggris, namanya sudah harum di level klub dan tim nasional. Ia membawa Celtic dua kali menjuarai Liga Skotlandia (2021/2022 dan 2022/2023). Di Australia, ia menaklukkan liga domestik sebanyak empat kali (1997/1998, 1998/1999, 2010/2011, 2011/2012) bersama Brisbane Roar dan South Melbourne.

Di Asia, Postecoglou mengantar Yokohama F. Marinos menjadi juara Liga Jepang musim 2018/2019. Prestasi besarnya di level tim nasional adalah membawa Australia menjuarai Piala Asia 2015.

Namun, CV gemilangnya sedikit ternodai setelah ia dipecat oleh Nottingham Forest menyusul rentetan delapan laga tanpa kemenangan di semua kompetisi. Meski begitu, pengalaman dan koleksi trofinya membuat Postecoglou tetap menjadi salah satu kandidat paling prestisius.

2. Paulo Bento

Dari Portugal, nama Paulo Bento muncul sebagai kandidat lain yang patut diperhitungkan. Saat ini ia berstatus tanpa klub, namun pengalamannya di sepak bola Asia cukup panjang.

Bento pernah menukangi timnas Korea Selatan selama empat tahun. Bersama Taeguk Warriors, ia mencatat 35 kemenangan, 13 hasil imbang, dan sembilan kekalahan dari 57 pertandingan.

Puncak kesuksesannya bersama Korea Selatan adalah mengantarkan mereka tampil di Piala Dunia 2022 Qatar, bahkan lolos hingga babak 16 besar sebelum dihentikan Brasil dengan skor 1-4.

Selepas dari Korea Selatan, Bento melanjutkan karier melatih timnas Uni Emirat Arab (UEA) selama dua tahun. Di tim ini, ia meraih 14 kemenangan, lima seri, dan tujuh kekalahan. Namun, kerjasamanya dengan UEA berakhir setelah hanya mampu meraih satu kemenangan dari lima laga terakhir.

Sebelum ke Asia, Bento juga punya reputasi bagus di level klub bersama Sporting Lisbon. Pengalamannya menangani tim nasional dan terbiasa dengan tekanan menjadi nilai plus jika dipilih PSSI.

3. Jesus Casas

Jesus Casas adalah pelatih asal Spanyol yang juga santer disebut di ruang publik sebagai calon pelatih Garuda. Ia sudah mengenal atmosfer sepak bola Asia setelah hampir tiga tahun menukangi timnas Irak, dari November 2022 hingga Maret 2025.

Bersama Singa Mesopotamia, Casas memimpin 33 pertandingan dengan catatan 20 kemenangan, empat seri, dan sembilan kekalahan. Di bawah arahannya, Irak mencetak 75 gol dan kebobolan 51 gol. Ia mempersembahkan satu gelar, yakni Piala Teluk 2022/2023.

Casas yang kini berusia 51 tahun juga punya pengalaman panjang di Eropa. Ia pernah menjadi asisten pelatih timnas Spanyol di bawah tiga era pelatih berbeda: Luis Enrique (31 laga), Roberto Moreno (10 laga), dan Luis de la Fuente (1 laga).

Sebelum berkarya di tim nasional Spanyol, Casas terlibat dalam kejayaan FC Barcelona di era Luis Enrique. Ia berperan sebagai match analyst saat Barca meraih sembilan trofi bergengsi, termasuk treble winner musim 2014/2015. Latar belakang analis taktik ini membuat Casas dikenal detail dalam mempersiapkan tim.

4. Juan Antonio Pizzi

Juan Antonio Pizzi lahir di Santa Fe, Argentina, namun memiliki kewarganegaraan Spanyol. Ia termasuk pelatih yang berpengalaman di sepak bola Asia.

Tercatat empat tim Asia pernah ia tangani, salah satunya timnas Arab Saudi yang ia pimpin di Piala Dunia 2018 Rusia. Saat itu, Arab Saudi tersingkir di fase grup dan hanya meraih satu kemenangan melawan Mesir.

Sukses besar Pizzi di level tim nasional terjadi bersama Chile. Tim yang diperkuat bintang seperti Alexis Sanchez itu ia antar menjuarai Copa America 2016 di Amerika Serikat.

Dalam final dramatis kontra Argentina, Chile menang 4-2 lewat adu penalti. Salah satu penendang penalti Argentina yang gagal adalah Lionel Messi. Kekalahan itu sempat membuat Messi mengumumkan pensiun sementara dari tim nasional.

Pengalaman memimpin tim nasional di turnamen besar dan mengatasi tekanan publik sepak bola Amerika Selatan membuat Pizzi dinilai siap menangani atmosfir panas sepak bola Indonesia.

5. Felix Sanchez

Felix Sanchez menjadi nama lain yang dinilai layak dipertimbangkan. Pelatih asal Spanyol ini mencatat sejarah sebagai pelatih pertama yang membawa Qatar tampil di Piala Dunia, ketika negara itu menjadi tuan rumah pada 2022.

Meski Qatar tampil buruk dan gagal bersinar di Piala Dunia 2022, catatan Sanchez di level Asia tetap impresif. Ia membawa The Maroon menjadi juara Piala Asia 2019 di Uni Emirat Arab.

Ketika itu, Qatar menjuarai turnamen dengan rekor sempurna, tujuh kemenangan dari tujuh pertandingan. Mereka bahkan tidak kebobolan hingga babak semifinal. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Catatan nirbobol itu baru patah di final setelah kemasukan satu gol dari Jepang. Namun, tiga gol yang dicetak Qatar membuat mereka berhak mengangkat trofi.

Sanchez melatih tim nasional Qatar hampir satu dekade, sejak 2013, mulai dari kelompok umur U-19, U-20, U-23, hingga tim senior. Setelah meninggalkan tim nasional, pelatih berusia 49 tahun ini menangani Al Sadd dan sukses membawa klub tersebut menjuarai Liga Qatar musim 2024/2025.

Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Viral Aduan di JAKI Dibalas Pakai Foto AI, Gubernur Pramono: Saya Minta Cari Siapa yang Upload

Viral Aduan di JAKI Dibalas Pakai Foto AI, Gubernur Pramono: Saya Minta Cari Siapa yang Upload

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta jajarannya mencari orang yang mengedit dan mengunggah foto AI di aplikasi JAKI.
Olah TKP Tewasnya Empat Pekerja di Proyek Bangunan Tanjung Barat, Tim Labfor Polri Uji Sampel Gas Hingga Kandungan Air

Olah TKP Tewasnya Empat Pekerja di Proyek Bangunan Tanjung Barat, Tim Labfor Polri Uji Sampel Gas Hingga Kandungan Air

Polisi terus mengusut dugaan kelalaian dalam kasus tewasnya empat pekerja di proyek bangunan bertingkat, Jalan Tb Simatupang, Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Jumat (3/4).
Memang Boleh Janda Pakai Alat Bantu Pemuas Nafsu Demi Hindari Zina? Begini Hukumnya Kata Buya Yahya

Memang Boleh Janda Pakai Alat Bantu Pemuas Nafsu Demi Hindari Zina? Begini Hukumnya Kata Buya Yahya

Buya Yahya mengungkapkan soal hukum seorang perempuan atau janda menggunakan alat pemuas nafsu demi menyalurkan syahwat yang bergejolak tanpa tersentuh zina.
Dua Mandor Diperiksa Buntut Tewasnya Empat Pekerja di Proyek Bangunan Tanjung Barat Jaksel, Pemilik Gedung Dijadwalkan Kamis

Dua Mandor Diperiksa Buntut Tewasnya Empat Pekerja di Proyek Bangunan Tanjung Barat Jaksel, Pemilik Gedung Dijadwalkan Kamis

Polisi masih mendalami dugaan kelalaian dalam kasus tewasnya empat pekerja di proyek bangunan bertingkat, Jalan Tb Simatupang, Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada Jumat (3/4).
Meski Pernah Menang Telak, Arteta Sebut Arsenal Tetap Takut Sporting: Ini Alasannya

Meski Pernah Menang Telak, Arteta Sebut Arsenal Tetap Takut Sporting: Ini Alasannya

Pelatih Arsenal, Mikel Arteta, mengingatkan anak asuhnya untuk tidak meremehkan kekuatan Sporting Lisbon jelang pertemuan pada leg pertama perempat final Liga Champions.
4 Zodiak Paling Hoki dalam Karier 8 April 2026: Performa Kerja Scorpio Meningkat!

4 Zodiak Paling Hoki dalam Karier 8 April 2026: Performa Kerja Scorpio Meningkat!

Berikut 4 zodiak yang paling hoki dalam karier pada 8 April 2026, salah satunya Scorpio performa kerja diprediksi akan meningkat.

Trending

Viral Aduan di JAKI Dibalas Pakai Foto AI, Gubernur Pramono: Saya Minta Cari Siapa yang Upload

Viral Aduan di JAKI Dibalas Pakai Foto AI, Gubernur Pramono: Saya Minta Cari Siapa yang Upload

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta jajarannya mencari orang yang mengedit dan mengunggah foto AI di aplikasi JAKI.
Bung Ropan Mulai Curiga dengan PSSI, Jangan-jangan 2 Striker Haus Gol Ini Bela Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni

Bung Ropan Mulai Curiga dengan PSSI, Jangan-jangan 2 Striker Haus Gol Ini Bela Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni

Bung Ropan mencurigai langkah PSSI dalam melakukan proses naturalisasi 2 striker haus gol agar bisa membela Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni 2026 nanti.
Jadwal Final Four Proliga 2026 Seri Solo: Megawati Hangestri Cs Langsung Jalani Big Match Jakarta Pertamina Enduro vs Gresik Phonska

Jadwal Final Four Proliga 2026 Seri Solo: Megawati Hangestri Cs Langsung Jalani Big Match Jakarta Pertamina Enduro vs Gresik Phonska

Jadwal final four Proliga 2026 seri Solo pekan ini, di mana Megawati Hangestri dan kawan-kawan langsung menjalani big match antara Jakarta Pertamina Enduro vs Gresik Phonska.
Kelar Bela Timnas Indonesia, Elkan Baggott Kembali Kasih Kabar Kurang Menyenangkan untuk John Herdman

Kelar Bela Timnas Indonesia, Elkan Baggott Kembali Kasih Kabar Kurang Menyenangkan untuk John Herdman

Elkan Baggott kembali memberikan kabar kurang menyenangkan untuk pelatih Timnas Indonesia, John Herdman. Sang bek tengah kembali belum menjadi andalan untuk klubnya.
IHSG Fluktuatif Jelang Putusan FTSE Russell, Pasar Tunggu Arah Status FTSE Indonesia

IHSG Fluktuatif Jelang Putusan FTSE Russell, Pasar Tunggu Arah Status FTSE Indonesia

IHSG bergerak fluktuatif jelang keputusan FTSE Russell 7 April 2026, pasar tunggu arah status FTSE Indonesia dan dampaknya pada dana asing.
Susul Dean James hingga Justin Hubner, Satu Pemain Timnas Indonesia Menghilang Setelah FIFA Series 2026

Susul Dean James hingga Justin Hubner, Satu Pemain Timnas Indonesia Menghilang Setelah FIFA Series 2026

Satu pemain Timnas Indonesia lagi menghilang dari skuad pada laga pertama mereka setelah FIFA Series 2026. Sebelumnya, ini menimpa para pemain diaspora di Liga Belanda.
Pujian Setinggi Langit Media Belanda untuk Pemain Keturunan Indonesia Rp382 Miliar usai Jadi Player of The Match Piala FA

Pujian Setinggi Langit Media Belanda untuk Pemain Keturunan Indonesia Rp382 Miliar usai Jadi Player of The Match Piala FA

Nama Pascal Struijk mendadak jadi sorotan usai tampil sebagai pahlawan Leeds United dalam laga dramatis Piala FA. Media Belanda beri pujian setinggi langit.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT