Kans Lolos Piala Dunia 2026 Masih Terbuka meski Timnas Indonesia Baru Tumbang dari Irak di Piala Asia Amputasi 2025, kok Bisa?
- ANTARA FOTO/Fauzan/nz.
Jakarta, tvOnenews.com - Timnas Indonesia baru saja tumbang dari Irak di Piala Asia Amputasi 2025. Meski begitu, tim berjuluk Garuda INAF itu masih memiliki peluang lolos ke Piala Dunia 2026.
Sebagai informasi, Piala Asia Amputasi 2025 menjadi ajang kualifikasi menuju Piala Dunia Amputasi 2026 di San Jose, Kosta Rika. Ajang tersebut diikuti oleh total sembilan negara Asia.
Timnas Amputasi Indonesia ditunjuk sebagai tuan rumah di Piala Asia Amputasi 2025. Perhelatan itu dilangsungkan di dua lokasi, yakni Stadion Madya dan Lapangan ABC, Jakarta.
Selain tuan rumah, negara peserta lain ada Bangladesh, Malaysia, Iran, Irak, Jepang, Suriah, Uzbekistan, dan Yaman. Mereka memperebutkan empat tiket ke Piala Dunia Amputasi 2026.
Pada laga perdana Grup A, Garuda INAF -julukan Timnas Amputasi Indonesia- sukses meraih tiga poin atas Suriah. Tim Merah Putih melibas Suriah 5-0 di Stadion Madya, Minggu (9/11/2025).
- ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/YU
Namun pada laga keduanya, Indonesia kalah tipis 0-1 dari Irak pada pertandingan kedua Grup A. Laga ini berlangsung di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (10/11/2025).
Tujuh pemain starter di laga itu adalah R. Yusuf (kiper), Anwar, Ajis Pirmansyah, Riski (kapten), Agung, Sirilus Siko, dan Ilham. Hanya ada satu perubahan, yaitu Aditya diganti oleh Ajis.
- ANTARA FOTO/Fauzan/nz.
Jalannya Pertandingan
Sejak menit pertama, kedua tim saling bergantian menguasai bola. Indonesia sempat mencetak gol pada menit ke-23 lewat Sahata Sianturi. Sayang, gol pemain pengganti itu dibatalkan oleh wasit.
Semenit berselang, Timnas Indonesia kembali mendapat peluang melalui sepakan Agung. Akan tetapi, bola masih melebar setelah memanfaatkan skema tendangan bebas.
Dua menit kemudian, Indonesia justru kebobolan lewat tendangan keras pemain Irak, Abdullah. Tendangan pemain bernomor punggung 9 itu tak mampu dihalau oleh kiper Indonesia Yusuf.
Pada babak kedua, Indonesia mengambil inisiatif serangan. Garuda INAF mendapat peluang berbahaya melalui tendangan Agung dan sundulan Sahata, namun masih melebar.
Load more